Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Agustus 2026

Image
Memasuki bulan Agustus, atmosfer di sudut-sudut Kota Semarang mulai terasa berbeda. Kibaran bendera merah putih, umbul-umbul yang mulai menghiasi jalanan protokol, hingga gapura kampung yang bersolek cantik menandai dimulainya bulan kemerdekaan. Semarak Agustus selalu menjadi daya pikat tersendiri yang dinanti setiap tahunnya. Sebagai blog yang terus memantau pergerakan aktivitas lokal, kami pun tidak sabar membagikan daftar acara menarik apa saja yang bakal memeriahkan kota sepanjang bulan ini. Salah satu magnet utama yang paling ditunggu-tunggu adalah perayaan tahunan kirab budaya yang berpusat di Sam Poo Kong. Event akulturasi budaya berskala besar tersebut dipastikan akan menjadi daya tarik utama, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Atlas. Bagi yang sedang menyusun rencana akhir pekan atau mencari hiburan di sela-sela aktivitas harian, berikut adalah kalender agenda, acara, festival kuliner, dan kegiatan komunitas di Kota Semarang sepanjang bulan ...

Buka Video Twitter Sekarang Sudah Seperti TikTok

Akhirnya konsep mutar video ala TikTok yang diperbincangkan beberapa bulan lalu kini sudah diterapkan oleh Twitter ke semua pengguna, khususnya di Indonesia. Jadi jangan heran apabila kamu memutar video full screen, tampilannya vertikal dengan caption yang sering dipakai platform video pendek.

Apa yang terjadi? Kami sedikit terkejut saat sudah mengetahui tampilan video di Twitter sudah mengusung ala video pendek vertikal. Pandangan kami langsung jauh ke depan, mungkinkah bisa dimaksimalkan (menarik viewers).

Apapun ukurannya, mari gulirkan

Sebelum kami beritahukan pengaruhnya, mari melihat ukuran videonya terlebih dahulu. Dengan konsep vertikal, kami pikir video dengan ukuran persegi atau memanjang bakal terpengaruh.

Ternyata tidak, oleh Twitter ukuran video tidak masalah. Saat diklik full screen, semua videonya akan terputar ala vertikal.

Karena konsepnya ala-ala TikTok atau Reels, video Twitter bisa digulirkan atau swipe up. Sehingga saat pengguna akan menonton video lain, hanya perlu menarik ke atas yang sudah direkomendasikan.

Kami masih belum memahami algoritma yang dipakai Twitter untuk video swipe-up-nya. Butuh waktu dan berharap, nasib videonya tidak berakhir seperti stories yang dibuang karena tidak bermanfaat.

Berpengaruh?

Dari sudut pembuat konten atau pemasar (marketing), konsep video seperti gulir ke atas seharusnya mendapatkan banyak pengaruh seperti yang dilakukan platform video pendek yang sudah eksis.

Ternyata tidak sama sekali. Saat kami coba unggah video dengan ukuran vertikal full, jumlah penayangannya sangat standar. Bahkan, lebih sedikit dari yang diharapkan.

Kita tidak tahu bagaimana Twitter akan melihat masa depan videonya. Sambil menunggu mereka membereskan kemungkinan yang dapat menguntungkan, kita bisa terus mencoba menaruh video-video pendek dari sekarang.

📝 Gambar cover adalah ilustrasi. Kami mengetahui perubahan video Twitter dari postingan tersebut.

...

Harapan kami sangat besar untuk melihat peluang dari apa yang dilakukan Twitter Video. Namun bila konsep setengah-setengah yang digunakan, maka hanya menunggu waktu saja untuk Twitter kembali melakukan reset fitur videonya.

Setidaknya, menjalankan atau memutar video di Twitter tidak perlu menunggu loading melulu. Padahal koneksi internetnya kencang, masa mutar aja harus terus menunggu.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📖 Catatan dari Luar Pagar Grand Opening Gramedia Jalma Semarang: Mewah, tapi…

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Agustus 2026

🚗 Wajah Baru Eks Gedung GO Majapahit: Pengalaman Pertama Servis Mobil Tanpa Drama di QuikFix & New Prodi Ban Semarang

⚽ Cerita Senyap Nonton Piala Dunia 2026 Lewat Platform Alternatif Snack Video

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren