Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Buka Puasa di Hotel Muria Semarang

Satu lagi hotel di Kota Semarang yang di luar daftar biasanya mengundang kami, kali ini turut mengundang. Menariknya, kegiatannya tidak sekedar mencicipi menu buka puasa, tapi ada diselingi kegiatan berbagi hingga mengundang Anak Yatim.

Hotel Muria Semarang yang berstatus hotel bintang 2 ini sering kali hanya bisa kami lihat tiap melintas. Meski sebenarnya pernah datang untuk sebuah acara yang dilangsungkan di sana. Namun untuk diundang secara resmi oleh pihak hotel, baru ini yang pertama kalinya.

Berbagi takjil

Kamis sore (7/4), kami datang lebih awal untuk menyaksikan momen berbagi takjil yang sudah diberitahukan sebelumnya saat pihak marketing hotel menghubungi kami.

Ada 150 paket yang diberikan kepada pengguna jalan yang sedang melintas. Mulai dari supir angkot, pengemudi ojek onine, tukang becak hingga masyarakat sekitar.

Momen yang jarang kami temui tiap menghadiri undangan buka puasa bersama tahun ini. Kami senang bisa mengabadikan kegiatan ini. Lihat foto-foto lainnya di sini.

Acara internal

Sebenarnya, acara yang dilakukan pihak manajemen hotel Muria lebih acara internal. Entah karena pengaruh pemasarnya, mereka mengundang sejumlah awak media hingga bloger seperti kami. Jadi, dipastikan tidak banyak undangan yang disebar layaknya event besar.

Lewat acara ini juga, pihak hotel turut mengundang 40 anak Yatim Piatu. Anak-anak tersebut berasal dari LKSA Muhammadiyah Semarang dan LKSA Aisiyah 2. LKSA sendiri merupakan singkatan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak atau nama lain dari Panti Asuhan. Entah kenapa sekarang penggunaannya lebih banyak dipakai LKSA.

Acara seperti ini oleh Manajer Hotel Muria dikatakan merupakan acara tahunan. Kami juga baru ngeh, jika branding Hotel Muria diarahkan ke hotel Syariah.

Selain mempererat hubungan internal hotel maupun orang-orang yang diundang, acara ini diharapkan dapat menghapus stigma negatif hotel, terutamanya bagi anak-anak yang diundang tersebut. Harapan lainnya, pihak hotel meminta doanya agar renovasi sebagian bangunannya segera selesai.

Paket Bukber

Tidak menyinggung ini rasanya kelewatan, apalagi sudah kesekian kalinya diundang pihak hotel untuk mencicipi paket bukbernya. Untuk paket buka bersama di Hotel Muria dibandrol Rp57.000 perorangnya. 

Paketnya ditawarkan untuk pemesan khusus semacam segmen pemerintahan, swasta atau organisasi dengan minimal pemesanan 20 orang. Detail lengkapnya, bisa cek akun Instagram Hotel Muria yang beralamat di @hotelmuriasmg.

...

Kami senang bisa diundang puasa tahun ini, meski itu juga karena pemasar atau marketingnya kenal karena pernah bekerja sama. Banyak hal menarik selama acara. Semoga berkah untuk kita semuanya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali