Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Meski Belum Ada CFD, Simpang Lima Semarang Tetap Ramai


Ketika tren sepeda menjadi perbincangan topik di mana-mana, kami ingin mengetahui bagaimana suasana kawasan Simpang Lima pada hari Minggu yang biasanya ada CFD (Car Free Day) awal bulan Juli. CFD-nya masih belum diberlakukan, tapi suasanya???

Sudah lebih dari 3 bulan dari terakhir kami menulis CFD diliburkan demi meminimalisir penyebaran koronavirus di bulan Maret 2020.

Pembatasan akses demi pesepeda

Bulan ini diawali hari Minggu jatuh pada tanggal 5 Juli. Car free day yang kami lihat di Jakarta, yang sudah berlaku kembali, kami pikir Kota Semarang mungkin melakukannya juga. Ternyata, tidak.


Namun pemandangan dengan suasana ala CFD begitu tampak dari banyaknya masyarakat yang berkerumun di kawasan Simpang Lima.

Karena CFD belum diberlakukan kembali, jalanan dibagi dua dengan papan petanda yang ditaruh di tengah jalan. Ya, itu untuk jalur sepeda. 

Kami tidak heran sebenarnya jalanan utama Ibu Kota Jawa Tengah ini dikuasai para pesepeda. Tren yang berkembang mengarahkan demikian.

Namun yang menarik adalah upaya pemkot dalam memasang papan penunjuk di tengah antusias masyarakat yang begitu besar untuk menikmati hari Minggu di Simpang Lima.

Di tengah lapangan juga tak kalah ramai. Orang-orang yang hilir mudik, sekedar berolahraga atau menikmati suasana, jadi kesan seakan pandemi bagi mereka hanyalah informasi yang ada di media sosial maupun berita.

Kami harap mereka tetap memakai masker dan menjaga jarak. Kesadaran diri sendiri memang diperlukan di sini. Semoga semuanya selalu sehat dan Ibu Kota semakin kuat.


Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🎬 Sinyal Kebangkitan Film Semarang: Ketika Kompetisi Mulai Punya Taring

📖 Catatan dari Luar Pagar Grand Opening Gramedia Jalma Semarang: Mewah, tapi…

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

Fitur Pro TikTok, Pengguna Bisa Tingkatkan Kualitas Konten