Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Bersepeda, Cara Baru Menikmati Wisata di Kota Lama Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Orang-orang berbondong ke Kota Lama di akhir pekan. Mulai dari yang paling muda (anak-anak) hingga orang tua yang masih bersemangat menggenjot sepeda. Bahkan diantara mereka, ada yang satu keluarga datang.
Bulan Juni saat kami berkunjung ke Kota Lama, pandemi corona bukan saja mengubah gaya hidup banyak orang, tapi juga cara berwisata. Khususnya di Kota Lama Semarang.
Untunglah kawasan ini termasuk lokasi bebas tiketing atau biaya masuk. Selesainya proyek pengerjaan kawasan bagian utama di Kota Lama, membuat gedung-gedung bersejarah di sini lebih tampak indah.
Kota Lama buat kami adalah spot foto selfie terbesar yang ada di Kota Semarang.
Bersepeda
Kami melakukan kunjungan di dua waktu akhir pekan. Satu, malam minggu. Dan kedua, hari Minggu pagi. Dua waktu itu, jalan utama di Kota Lama dibanjiri orang bersepeda sepanjang jalan.
Hati-hati saat bersepeda di jalan utama
Dari yang berhenti berfoto selfie, satu keluarga yang terus berjalan dalam satu rombongan, dan menikmati kuliner bersama-sama dengan wajah penuh ceria.
Ini sangat menarik dan fenomena buat kami. Kami pikir, orang-orang yang sudah jarang ke Kota Lama, khususnya masyarakat Semarang sendiri, sekarang mereka begitu menikmati kawasan ini.
Tentu saja, generasi Z masih mendominasi diantara para pesepeda. Namun kaum milenial yang menikmati akhir pekan dengan keluar dari kesibukan, bersepeda kali ini lebih menarik bagi mereka.
Dampak perekonomian
Salah satu tempat makan berjenis Soto di Kota Lama sangat ramai dikunjungi. Menikmati kuliner setelah membakar kalori dengan bersepeda memang jadi idaman dalam kenikmatan.
Memang ada rasa khawatir bagaimana protokol kesehatan yang diberlakukan di sana, tapi mengambil sisi positifnya, itu berdampak pada perekonomian di kawasan Kota Lama.
Apalagi gerai-gerai kopi terus bertumbuh di sana. Tinggal bagaimana para pelaku usaha mensiasati tren wisata dadakan yang sekarang ini sedang ramai berdatangan.
Pembatasan jam malam
Dampak lainnya juga berpengaruh pada pemilik jasa wisata di Kota Lama, seperti penyewaan kendaraan atau sepeda yang dapat digunakan untuk berfoto ria. Kami pikir, seharusnya para pelaku mendapatkan dampak positifnya juga.
Bila pagi hari hingga siang kawasan selalu ramai, maka malam hari yang tidak berbeda jauh, mendapatkan perhatian dari pihak keamanan Kota Lama.
Para petugas keamaan yang berjaga selalu menghimbau setiap jam menujukkan pukul 7 malam kepada orang-orang untuk segera pulang.
Ini demi mencegah penyebaran covid-19 lebih besar lagi di Kota Semarang. Apalagi malam hari, masih mending siang yang dapat bertemu matahari. Kami apresiasi pembatasan jam malam.
...
Kami senang bahwa salah satu destinasi wisata di Kota Semarang tetap ramai dikunjungi orang-orang, khususnya masyarakat Semarang sendiri.
Dengan cara bersepeda, orang-orang menikmati wisata dengan cara yang berbeda. Mereka juga tetap sadar diri dengan penggunaan masker. Beberapa wastafel portable juga ada tersedia di sepanjang jalan utama.
Semoga cara baru ini bukan melahirkan masalah baru mengenai koronavirus. Tetap berwisata, jaga diri maupun keluarga saat bersepeda dan selalu patuhi protokol kesehatan
Ini pertama kalinya kami memegang ASUS ExpertBook B9450 yang rasanya itu seperti bukan laptop. Sangat ringan, dan juga bentuknya sangat tipis serta presisi. Mari berkenalan sama laptop kelas enterprise yang tak sengaja kami temukan di salah satu toko komputer di Semarang ini. Ada cerita menarik di balik pertemuan kami dengan perangkat ini. Awal mulanya bermula dari pantauan di marketplace Facebook dan berlanjut ke kunjungan langsung ke toko komputer bernama P usat Laptop Nusantara —toko spesialis jual beli laptop second yang letaknya berada di sekitar Jalan Gajah Raya, Semarang. B9450, Sering Disebut B9 Gen 1 Saat menyambangi toko tersebut, ada dua unit laptop ExpertBook yang dipersilakan untuk kami lihat langsung. Awalnya, kami sempat meraba-raba varian apa ini sebenarnya, karena kenalan kami yang merupakan karyawan toko hanya menyebutnya secara singkat: "ASUS ExpertBook i7 Gen 10 RAM 16GB SSD 256GB" . Karena penasaran dengan silsilahnya, setelah ditelusuri lebih jauh, na...
Ini pertama kalinya kami melihat toko komputer yang bangunannya jadi satu dengan hotel. Apakah ini bentuk inovasi kolaborasi atau sekadar kebetulan karena satu kepemilikan? Entahlah, yang jelas ada banyak cerita seru dan menggelitik saat kunjungan kami ke sana pada awal bulan Agustus lalu. Perburuan kami mencari jajaran laptop ASUS ExpertBook di Kota Semarang kembali berlanjut. Kali ini, langkah kaki menuntun kami ke Orbit Computer yang berlokasi di Jalan Sriwijaya Nomor 82. Patokannya cukup mudah bagi anak muda Semarang, lokasinya tak jauh dari eks gedung Metro Kertanegara—yang dulu jadi tempat nongkrong dan main futsal, namun kini telah bertransformasi menjadi arena padel. Sebelum memutuskan datang, kami sudah lebih dulu memastikan ketersediaan unit melalui pesan WhatsApp. Rasanya kunjungan bakal aman karena informasi di chat memberi sedikit titik terang. Namun, siapa sangka realita berkata lain? Bayangan di kepala mendadak runtuh, menyajikan pengalaman yang jauh lebih kocak ketimba...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Jarang-jarang ada tempat ngopi di Semarang yang berinisiatif mengumpulkan para penggiat konten dalam satu atap. Begitu melihat ajakannya sliweran di Threads , rasa penasaran tentu langsung menggelitik untuk ikut datang. Apalagi, kalau bicara soal istilah yang sering dipakai, kita jadi akrab dengan sebutan KOL (Key Opinion Leader) atau influencer . Jumat sore (28/8), kami turut hadir di Lingkar Coffee & Idea yang berlokasi di Pleburan, Kota Semarang. Tempat yang tidak asing karena sudah pernah ke sini bareng rekan-rekan mini soccer . Kami sendiri juga tak menyangka bisa terjaring oleh penyelenggara atau tempat ngopi ini. Maklum, tiap ada kampanye pemasaran atau aktivitas lewat threads , blog selalu diabaikan. Kali ini kami lebih bersemangat tentunya. Saat kami tiba, masih sedikit orangnya dan ada satu wajah yang familiar di sana. Beliau ternyata merupakan perwakilan dari pihak agensi yang bekerja sama dengan tempat ngopinya. Ketika Owner Toko Kopi Nggak Jadi Datang Mendengar kata ...
Ketika Kota Semarang kembali dipercaya menjadi tuan rumah hajatan besar—apalagi untuk level Jawa Tengah yang skala acaranya selalu masif—penyelenggaraan Pawai Ta’aruf MTQ pada Sabtu (12/9) kemarin benar-benar membuktikan satu hal: tradisi kirab jalanan masih menjadi jurus pemasaran event ( event marketing ) paling ampuh di kota ini. Bagi masyarakat Semarang, istilah pawai, arak-arakan, atau kirab budaya selalu punya daya tarik magis. Begitu ada pengumuman rekayasa lalu lintas dan rute kirab dibagikan, warga otomatis bersiap memadati pinggir jalan. Dari sudut pandang pemasaran, strategi Organic Attention Magnet seperti ini hampir tanpa jarak: aksesnya gratis untuk siapa saja, menyuguhkan nilai hiburan visual, dan secara instan menggerakkan perhatian publik tanpa perlu promosi rumit. Bersepeda Pagi dan Menunggu dari Atas JPO Pandanaran Sebagai penikmat suasana kota yang lebih suka berburu momen dari sudut yang tenang, kami sudah bersiap sejak pagi dengan mengayuh sepeda. Mengetahui...
Comments
Post a Comment