Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Bersepeda, Cara Baru Menikmati Wisata di Kota Lama Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Orang-orang berbondong ke Kota Lama di akhir pekan. Mulai dari yang paling muda (anak-anak) hingga orang tua yang masih bersemangat menggenjot sepeda. Bahkan diantara mereka, ada yang satu keluarga datang.
Bulan Juni saat kami berkunjung ke Kota Lama, pandemi corona bukan saja mengubah gaya hidup banyak orang, tapi juga cara berwisata. Khususnya di Kota Lama Semarang.
Untunglah kawasan ini termasuk lokasi bebas tiketing atau biaya masuk. Selesainya proyek pengerjaan kawasan bagian utama di Kota Lama, membuat gedung-gedung bersejarah di sini lebih tampak indah.
Kota Lama buat kami adalah spot foto selfie terbesar yang ada di Kota Semarang.
Bersepeda
Kami melakukan kunjungan di dua waktu akhir pekan. Satu, malam minggu. Dan kedua, hari Minggu pagi. Dua waktu itu, jalan utama di Kota Lama dibanjiri orang bersepeda sepanjang jalan.
Hati-hati saat bersepeda di jalan utama
Dari yang berhenti berfoto selfie, satu keluarga yang terus berjalan dalam satu rombongan, dan menikmati kuliner bersama-sama dengan wajah penuh ceria.
Ini sangat menarik dan fenomena buat kami. Kami pikir, orang-orang yang sudah jarang ke Kota Lama, khususnya masyarakat Semarang sendiri, sekarang mereka begitu menikmati kawasan ini.
Tentu saja, generasi Z masih mendominasi diantara para pesepeda. Namun kaum milenial yang menikmati akhir pekan dengan keluar dari kesibukan, bersepeda kali ini lebih menarik bagi mereka.
Dampak perekonomian
Salah satu tempat makan berjenis Soto di Kota Lama sangat ramai dikunjungi. Menikmati kuliner setelah membakar kalori dengan bersepeda memang jadi idaman dalam kenikmatan.
Memang ada rasa khawatir bagaimana protokol kesehatan yang diberlakukan di sana, tapi mengambil sisi positifnya, itu berdampak pada perekonomian di kawasan Kota Lama.
Apalagi gerai-gerai kopi terus bertumbuh di sana. Tinggal bagaimana para pelaku usaha mensiasati tren wisata dadakan yang sekarang ini sedang ramai berdatangan.
Pembatasan jam malam
Dampak lainnya juga berpengaruh pada pemilik jasa wisata di Kota Lama, seperti penyewaan kendaraan atau sepeda yang dapat digunakan untuk berfoto ria. Kami pikir, seharusnya para pelaku mendapatkan dampak positifnya juga.
Bila pagi hari hingga siang kawasan selalu ramai, maka malam hari yang tidak berbeda jauh, mendapatkan perhatian dari pihak keamanan Kota Lama.
Para petugas keamaan yang berjaga selalu menghimbau setiap jam menujukkan pukul 7 malam kepada orang-orang untuk segera pulang.
Ini demi mencegah penyebaran covid-19 lebih besar lagi di Kota Semarang. Apalagi malam hari, masih mending siang yang dapat bertemu matahari. Kami apresiasi pembatasan jam malam.
...
Kami senang bahwa salah satu destinasi wisata di Kota Semarang tetap ramai dikunjungi orang-orang, khususnya masyarakat Semarang sendiri.
Dengan cara bersepeda, orang-orang menikmati wisata dengan cara yang berbeda. Mereka juga tetap sadar diri dengan penggunaan masker. Beberapa wastafel portable juga ada tersedia di sepanjang jalan utama.
Semoga cara baru ini bukan melahirkan masalah baru mengenai koronavirus. Tetap berwisata, jaga diri maupun keluarga saat bersepeda dan selalu patuhi protokol kesehatan
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Ada kalanya semesta punya cara sendiri untuk merencanakan sesuatu. Awalnya, kami sama sekali tidak punya rencana untuk meremajakan smartphone tahun ini. Ponsel andalan yang lama terpaksa harus "pensiun" karena menemui ajalnya, sementara biaya perbaikannya terasa tidak masuk akal jika harus dikeluarkan. Sempat dipinjami ponsel cadangan oleh teman, tapi rasanya kurang leluasa karena perangkatnya sudah terlalu uzur. Singkat cerita, keputusan berat diambil untuk meminang perangkat baru. Pilihannya jatuh pada sebuah smartphone 5G terjangkau yang kebetulan mendarat di tangan: Motorola Moto G45 5G . Tentu saja ada alasan tersembunyi di balik pembelian yang agak dipaksakan ini. Apalagi kalau bukan rasa penasaran tingkat tinggi untuk menjajal langsung seberapa ngebut jaringan 5G di Kota Semarang, setelah operator seluler seperti XL Axiata resmi memperluas jaringannya. Maka, agenda uji coba pun dirancang. Lokasinya dipilih yang paling ikonik sekaligus paling padat di jantung Kota Se...
Awal bulan November, kami membuka tulisan tentang Chromebook yang sudah dirilis ASUS secara global tahun 2023. Memang sih perangkatnya sudah lawas, apalagi ketersediaannya bakal sulit dicari. Meski begitu, alasan kami membawanya ke blog karena salah satu fiturnya mirip dengan ExpertBook Ultra . Membayangkan laptop ini dari sisi harga tentu bak langit dan bumi. Pagi ini (3/11), sebelum menulis blog, kami membuka kotak masuk email seperti biasanya. Terakhir kali kami mengulas perangkat Chromebook adalah pada awal Februari lalu, dan setelah itu tidak banyak perangkat sejenis yang kami bawa ke blog. Kebetulan semangat kami lagi bagus pagi ini, hasilnya kami memutuskan untuk berkenalan dengan ASUS Chromebook CR11 Flip (CR1104F). Ini adalah perangkat konvertibel 2-in-1 yang dirancang khusus oleh ASUS untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi sekolah. Setelah kami telusuri lebih dalam lewat penelusuran di internet, kami baru menyadari bahwa Chromebook tangguh ini ternyata memiliki nasib yang sam...
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Comments
Post a Comment