Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Melihat Adaptasi Kebiasaan Baru di Masjid Agung Jawa Tengah Saat Salat Jumat


Protokol kesehatan sudah diberlakukan pihak Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) semenjak pintu masuk tempat wudhu dengan cara mengukur suhu tubuh lewat thermo gun kepada jamaah. Termasuk penggunaan hand sanitizer dan pembatasan jarak. Seperti apa adaptasi kebiasaan baru di MAJT?

Jumat keempat di bulan Juli, (24/7), kami melaksanakan ibadah Salat Jumat di MAJT. Sempat khawatir apakah tetap diadakannya ibadah hari ini, mengingat masa pandemi sekarang. Syukurlah, kekhawatiran itu hilang saat jamaah banyak terlihat memasuki area masjid.

Protokol kesehatan yang ketat

Kami langsung menuju tempat wudhu yang berada di lantai bawah. Orang-orang sudah mengantri untuk masuk sambil menunggu giliran mereka dicek suhu tubuhnya dengan thermo gun.

Bukan hanya satu orang yang mengecek, tapi ada dua orang. Kami pikir itu adalah cara terbaik agar antrian tidak terlalu membludak.

Beberapa orang ditempatkan untuk mengarahkan jamaah. Mulai dari area tempat wudhu hingga keluar. Sesampainya area salat yang berada di lantai atas, ada lagi orang yang memberikan hand sanitizer. Ya, benar-benar ketat. Kami senang dengan cara yang dilakukan pihak manajemen.




Area salat

Kami akhirnya masuk ke area salat yang selalu takjub dengan suasananya. Jamaah sudah lumayan banyak yang sudah berada di area.

Jarang-jarang ngeliat salat pada pakai masker

Di area ini juga diberlakukan protokol kesehatan. Tidak ada karpet seperti biasanya. Dan lakban yang menjadi tanda untuk jamaah agar menjaga jarak saat salat.

Saat salat tiba setelah khutbah, jamaah yang sudah berdiri dan belum mengerti tentang jaga jarak, langsung diarahkan oleh beberapa orang yang berasal dari pihak MAJT. Jamaah dipersilahkan mengambil tempat yang ada lakbannya.

Lakban biru ini sebagai tanda untuk jamaah salat di sini.
...

Kami pikir belum ada yang menulis tentang protokol kesehatan di MAJT. Ternyata kompas sudah merilis kontennya sejak bulan Maret saat kami coba mencari di google sebagai tambahan referensi.

Semoga pengalaman kami ini bisa memberi informasi yang kamu cari dan referensi. Selanjutnya, seperti apa cara pihak Masjid Agung Jawa Tengah saat salat Idul Adha besok?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

🌙 Mengapa di Chromebook Tidak Ada Tombol 'Sleep'?