Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?

Setelah euforia hari pertama soft opening berlalu, kami penasaran untuk menjajal nekat bersepeda menuju kawasan POJ City. Tujuannya apalagi kalau bukan melihat langsung mal yang digadang-gadang terbesar di Jawa Tengah, Mal 23 Semarang. Tantangannya tentu lebih seru kali ini karena kami datang dengan cara gowes.

Siapa sangka pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, kami benar-benar melakukannya. Meski ini bukan kali pertama kami bersepeda ke arah pesisir, tetap saja semangat dan antusiasmenya terasa berbeda karena ada magnet baru di sana.

Jika biasanya rute Minggu pagi dihabiskan ke CFD Simpang Lima, kali ini kemudi sepeda kami arahkan menuju kawasan Marina. Jaraknya dari pusat kota sendiri berkisar sekitar 8,7 km.

Di media sosial, pembicaraan tentang 23 Semarang Shopping Center memang luar biasa masif. Tidak heran begitu kami tiba di lokasi, suasananya persis seperti yang dibayangkan: ramai dan penuh antusiasme. Beberapa waktu belakangan, tren FOMO (Fear of Missing Out) di Kota Semarang memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebuah kesuksesan besar jika dilihat dari kacamata pemasaran digital.

Pengalaman Mencari Parkir Sepeda di Mal 23 Semarang

Mal baru yang berada di kawasan terpadu POJ City ini sebenarnya berdiri di atas jalur yang sangat enak buat gowes. Karakteristik trek jalannya lurus, lebar, dan mulus. Masalah terbesarnya hanyalah faktor cuaca dan angin pesisir apabila kita gowes dari tengah kota agak kesiangan.

Karena kami tiba masih cukup pagi, sengatan terik matahari rasanya masih diberi dispensasi. Beberapa pesepeda lain pun terlihat melintas di sekitar area luar bangunan saat kami sampai. Namun, sepertinya para pesepeda tersebut hanya menikmati suasana dari luar dan tidak berencana masuk ke dalam mal seperti kami.

Setelah mengitari bangunan untuk melihat eksteriornya yang ikonik, akhirnya kami tiba di gerbang parkiran utara. Pemandangan antrean kendaraan roda dua di luar bangunan mal memang nyata, persis seperti foto-foto yang berseliweran di linimasa.

Nah, pertanyaan besarnya muncul: di mana kami harus memarkirkan sepeda di Mal 23 Semarang ini? Tidak lucu dong, sudah gowes sejauh ini tapi malah gagal masuk ke dalam hanya karena perkara parkir?

Solusi Alternatif dari Petugas Lapangan

Sembari menunggu pintu mal resmi dibuka pukul 10.00 WIB, kami menyempatkan diri mengobrol dengan petugas keamanan di lapangan. Hasilnya? Kami akhirnya disarankan untuk memarkirkan sepeda di pinggir jalan samping mal.

Sebenarnya, petugas sempat mengarahkan kami untuk masuk lewat jalur parkir sepeda motor resmi. Hanya saja, kami memilih menghindari keribetan jika sistem di gerbang mengharuskan kami tap-in/tap-out menggunakan kartu e-money—terlebih regulasi tarif untuk sepeda kayuh biasanya belum terakomodasi dengan jelas di sistem gate otomatis. Lagipula, sebagai pesepeda, harapannya tentu bisa mendapatkan fasilitas parkir yang praktis dan gratis.

Namun yang perlu digarisbawahi, hingga artikel ini kami terbitkan, fasilitas berupa bike rack atau area khusus parkir sepeda memang sementara belum tersedia secara resmi. Jika kelak pihak manajemen menyediakannya, tentu informasi di artikel ini akan segera kami perbarui.

Catatan untuk Manajemen: Dukung Konsep Green Mall

Setelah hampir 2 jam menghabiskan waktu melihat-lihat atmosfer di dalam, kami akhirnya keluar menuju titik di mana sepeda lipat kami bernaung di pinggir jalan. Menariknya, dalam hitungan jam, area pinggir jalan tersebut sudah disesaki oleh kendaraan roda empat yang parkir paralel. Apakah kantong parkir di dalam mal sudah over kapasitas?

Suasana saat kami mau pulang, sudah rame sekali

Sambil membuka gembok pengaman dan mengucapkan terima kasih kepada petugas parkir yang ikut menjaga sepeda kami, sebuah harapan muncul. Kami sangat berharap pihak manajemen Mal 23 Semarang kelak mau menyediakan area parkir khusus yang aman dan representatif bagi para goweser.

Mengingat bangunan ini mengusung konsep mal modern yang ramah lingkungan dan hijau, sudah semestinya aktivitas bersepeda mendapat dukungan fasilitas yang sepadan. Atau, jangan-jangan sebenarnya fasilitas parkir sepeda itu sudah ada di sudut lain dan kami saja yang kurang informasi? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar jika sudah pernah gowes ke sini!

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🚴‍♂️ 14 Tahun Aktif Bersepeda, Baru Tahu Ada World Bicycle Day Hari Ini

💳 Pertama Kali Cek Saldo E-Money di ATM Mandiri Uptown Mall: Ternyata Banyak yang Belum Tahu!

🚴‍♂️ Cerita Unik Angka 2: Pengalaman Bersepeda Menerobos Banjir di Jalan Kartini Semarang

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?