Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Berwisata di Kota Lama Semarang, Sudahkah Ramah Disabilitas ?


Kawasan Kota Lama yang sekarang, tentu sudah sangat ramai. Kami senang dengan euforia ini. Namun selalu ada yang tidak sempurna. Acara yang kami ikuti ini memberi masukan bagus agar Kota Lama semakin lebih menarik lagi.

Kami harus berterima kasih kepada Sekolah TelusuRI yang mengajak kami mengikuti kegiatan mereka pada hari Minggu sore, tanggal 20 Oktober. Selain kami, ada teman-teman penyandang disabilitas yang turut berpartisipasi.

Pedestrian


Buat orang yang normal, seperti kami, tentu tidak menyadari bahwa ada beberapa bagian yang kurang sempurna. Seperti yang kami lihat saat teman-teman disabilitas selesai dari aktivitas fun cupping coffee di Filosofi Kopi.

Karena mengikuti rute kedua, kawasan Pecinan, kami pikir tidak akan melihat kekurangan dari indahnya malam di Kota Lama. Kenyataannya kami menyaksikan beberapa potongan momen seperti ini.






Guiding block terhalang mobil 

Berharap ramah pada mereka

Melengkapi pengalaman kami ini, kami mengutip dari rilis yang kami terima dari TelusuRI. "Ketersediaan aksebilitas bagi difabel seharusnya bukan hanya ditujukan pada tempat-tempat pokok seperti rumah sakit, Sekolah, dan tempat-tempat lain yang dianggap penting.

Kami, difabel (apapun disabilitasnya) juga mempunya hak untuk melakukan kegiatan di tempat umum lain seperti tempat wisata. Karenanya, penting untuk menyediakan aksebilitas tersebut supaya kami juga bisa menikmati fasilitas umum dengan layak," Reza Kurniawan asal Semarang, Celebral Palsy dan pengguna kursi roda.

"Harapannya di tempat-tempat wisata disediakan papan informasi visual yang berisi informasi berupa peta, petunjuk jalan, sejarah bangunan disetiap gedung, juga informasi rute BRT.

Dengan begitu, informasi wisata dapat dengan mudah diakses oleh Tuli, dan juga masyarakat lainnya. Semoga akses ini juga diterapkan pada fasilitas umum lain seperti transportasi umum.

Hal penting lainnya, saya berharap masyarakat paham bagaimana cara berkomunikasi dengan teman Tuli. Berkomunikasi dengan teman-teman Tuli tidak harus menggunakan bahasa isyarat, kita juga bisa berkomunikasi dengan cara menulis dan menggunakan gestur", Tony Yuliyono, Tuli.

...

Mungkin ini jadi masukan yang baik untuk menjadikan Kota Lama lebih baik lagi. Mungkin saat ini belum ramah menurut kami seperti mereka. Tapi kami yakin, ke depan pasti lebih sempurna.

TelusuRI.id adalah wadah sekaligus gerakan bagi siapa saja yang tertarik dengan pariwisata dalam banyak hal, seperti belajar menulis, mengirimkan karya dan juga tempat untuk berbagi ilmu, berjejaring serta berkolaborasi. Temui mereka lewat Instagram di @ayotelusuri.

Bagaimana menurutmu?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Parkir di The Park Mall Hanya Melayani Pembayaran Non Tunai

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🌳 Ada Hutan Tropis di Dalam Mal 23 Semarang? Intip Bocoran Konsepnya!

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

Paket 100 GB 100 Ribu Smartfren Sudah Menghilang?