Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Berwisata di Kota Lama Semarang, Sudahkah Ramah Disabilitas ?


Kawasan Kota Lama yang sekarang, tentu sudah sangat ramai. Kami senang dengan euforia ini. Namun selalu ada yang tidak sempurna. Acara yang kami ikuti ini memberi masukan bagus agar Kota Lama semakin lebih menarik lagi.

Kami harus berterima kasih kepada Sekolah TelusuRI yang mengajak kami mengikuti kegiatan mereka pada hari Minggu sore, tanggal 20 Oktober. Selain kami, ada teman-teman penyandang disabilitas yang turut berpartisipasi.

Pedestrian


Buat orang yang normal, seperti kami, tentu tidak menyadari bahwa ada beberapa bagian yang kurang sempurna. Seperti yang kami lihat saat teman-teman disabilitas selesai dari aktivitas fun cupping coffee di Filosofi Kopi.

Karena mengikuti rute kedua, kawasan Pecinan, kami pikir tidak akan melihat kekurangan dari indahnya malam di Kota Lama. Kenyataannya kami menyaksikan beberapa potongan momen seperti ini.






Guiding block terhalang mobil 

Berharap ramah pada mereka

Melengkapi pengalaman kami ini, kami mengutip dari rilis yang kami terima dari TelusuRI. "Ketersediaan aksebilitas bagi difabel seharusnya bukan hanya ditujukan pada tempat-tempat pokok seperti rumah sakit, Sekolah, dan tempat-tempat lain yang dianggap penting.

Kami, difabel (apapun disabilitasnya) juga mempunya hak untuk melakukan kegiatan di tempat umum lain seperti tempat wisata. Karenanya, penting untuk menyediakan aksebilitas tersebut supaya kami juga bisa menikmati fasilitas umum dengan layak," Reza Kurniawan asal Semarang, Celebral Palsy dan pengguna kursi roda.

"Harapannya di tempat-tempat wisata disediakan papan informasi visual yang berisi informasi berupa peta, petunjuk jalan, sejarah bangunan disetiap gedung, juga informasi rute BRT.

Dengan begitu, informasi wisata dapat dengan mudah diakses oleh Tuli, dan juga masyarakat lainnya. Semoga akses ini juga diterapkan pada fasilitas umum lain seperti transportasi umum.

Hal penting lainnya, saya berharap masyarakat paham bagaimana cara berkomunikasi dengan teman Tuli. Berkomunikasi dengan teman-teman Tuli tidak harus menggunakan bahasa isyarat, kita juga bisa berkomunikasi dengan cara menulis dan menggunakan gestur", Tony Yuliyono, Tuli.

...

Mungkin ini jadi masukan yang baik untuk menjadikan Kota Lama lebih baik lagi. Mungkin saat ini belum ramah menurut kami seperti mereka. Tapi kami yakin, ke depan pasti lebih sempurna.

TelusuRI.id adalah wadah sekaligus gerakan bagi siapa saja yang tertarik dengan pariwisata dalam banyak hal, seperti belajar menulis, mengirimkan karya dan juga tempat untuk berbagi ilmu, berjejaring serta berkolaborasi. Temui mereka lewat Instagram di @ayotelusuri.

Bagaimana menurutmu?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Mengunjungi Oemah Herborist Beauty Factory Outlet Semarang

📸 Fenomena "Kantor Aspal" di CFD Semarang: Mengapa Fotografer Kini Bawa Laptop ke Jalanan?

🌐 Sama-Sama dari Google, Apa Bedanya Mode AI di Pencarian dan Aplikasi Gemini?

🏟️ Menjajal Rumput Sintetis Standar FIFA di Stadion Citarum Semarang: Sebuah Catatan Komparatif

🚌 Menatap Masa Depan Trans Semarang Melalui Diskusi Publik Angkot #12