Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Berwisata di Kota Lama Semarang, Sudahkah Ramah Disabilitas ?


Kawasan Kota Lama yang sekarang, tentu sudah sangat ramai. Kami senang dengan euforia ini. Namun selalu ada yang tidak sempurna. Acara yang kami ikuti ini memberi masukan bagus agar Kota Lama semakin lebih menarik lagi.

Kami harus berterima kasih kepada Sekolah TelusuRI yang mengajak kami mengikuti kegiatan mereka pada hari Minggu sore, tanggal 20 Oktober. Selain kami, ada teman-teman penyandang disabilitas yang turut berpartisipasi.

Pedestrian


Buat orang yang normal, seperti kami, tentu tidak menyadari bahwa ada beberapa bagian yang kurang sempurna. Seperti yang kami lihat saat teman-teman disabilitas selesai dari aktivitas fun cupping coffee di Filosofi Kopi.

Karena mengikuti rute kedua, kawasan Pecinan, kami pikir tidak akan melihat kekurangan dari indahnya malam di Kota Lama. Kenyataannya kami menyaksikan beberapa potongan momen seperti ini.






Guiding block terhalang mobil 

Berharap ramah pada mereka

Melengkapi pengalaman kami ini, kami mengutip dari rilis yang kami terima dari TelusuRI. "Ketersediaan aksebilitas bagi difabel seharusnya bukan hanya ditujukan pada tempat-tempat pokok seperti rumah sakit, Sekolah, dan tempat-tempat lain yang dianggap penting.

Kami, difabel (apapun disabilitasnya) juga mempunya hak untuk melakukan kegiatan di tempat umum lain seperti tempat wisata. Karenanya, penting untuk menyediakan aksebilitas tersebut supaya kami juga bisa menikmati fasilitas umum dengan layak," Reza Kurniawan asal Semarang, Celebral Palsy dan pengguna kursi roda.

"Harapannya di tempat-tempat wisata disediakan papan informasi visual yang berisi informasi berupa peta, petunjuk jalan, sejarah bangunan disetiap gedung, juga informasi rute BRT.

Dengan begitu, informasi wisata dapat dengan mudah diakses oleh Tuli, dan juga masyarakat lainnya. Semoga akses ini juga diterapkan pada fasilitas umum lain seperti transportasi umum.

Hal penting lainnya, saya berharap masyarakat paham bagaimana cara berkomunikasi dengan teman Tuli. Berkomunikasi dengan teman-teman Tuli tidak harus menggunakan bahasa isyarat, kita juga bisa berkomunikasi dengan cara menulis dan menggunakan gestur", Tony Yuliyono, Tuli.

...

Mungkin ini jadi masukan yang baik untuk menjadikan Kota Lama lebih baik lagi. Mungkin saat ini belum ramah menurut kami seperti mereka. Tapi kami yakin, ke depan pasti lebih sempurna.

TelusuRI.id adalah wadah sekaligus gerakan bagi siapa saja yang tertarik dengan pariwisata dalam banyak hal, seperti belajar menulis, mengirimkan karya dan juga tempat untuk berbagi ilmu, berjejaring serta berkolaborasi. Temui mereka lewat Instagram di @ayotelusuri.

Bagaimana menurutmu?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📩 Balas DM Threads di Komputer, Apakah Bisa? Pengalaman Kami Menggunakan Chromebook

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Agenda Jateng Fair 2018

🚴 Car Free Day Simpang Lima Semarang Kembali Berdenyut: Persentase Keramaian Masih di Bawah 40 Persen?

📶 Koneksi Smartfren Lagi Kurang Stabil di Wilayah Kami, Ada Apa Ya?