Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Ketika Lapangan Parkir Lotte Mart Mendadak Jadi Lapangan Futsal
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Kami pikir ini adalah cara cerdas untuk menarik perhatian masyarakat. Bagaimana tidak, lahan parkir dibuat menjadi lapangan futsal di tempat terbuka. Padahal di Semarang sendiri sebenarnya banyak memiliki gedung futsal. Sedang ada acara apa di sini?
Kami langsung bergegas pergi menuju Lotte Mart yang berada di jalan Majapahit. Jalan yang biasanya selalu padat di pagi hari dan sore hari. Penyelenggara tentu berharap orang-orang datang melihat. Apalagi tidak dipungut biaya.
Saat kami tiba Minggu sore (13/10/2019), lapangan futsal tentu saja sudah jadi. Ada banyak gairah dan teriakan di sana. Rupanya pertandingan sudah memasuki babak semifinal.
Euro Futsal Championship 2019
Acara yang diselenggarakan oleh Super Soccer ini merupakan rangkaian roadshow beberapa kota. Mendengar Semarang menjadi salah satu kota yang disinggahi tentu gairah kami juga membuncah. Ibu Kota yang semakin menarik tidak mungkin lagi terlewati.
Kompetisi yang mempertemukan tim-tim penggemar klub Eropa ini bukan saja diikuti dari tuan rumah, Semarang saja. Ada beberapa tim yang berasal dari luar kota yang merupakan para pemenang dari kota sebelumnya.
Beberapa nama tim yang ikut bertanding diantaranya :
Hasil akhir
Bintang tamu
Sambil menunggu momen final, spot-spot lainnya juga dibuat menarik selama acara berlangsung. Namun yang paling menarik perhatian kami adalah kehadiran bintang tamu yang merupakan pemain futsal timnas Indonesia, Bayu Saptaji.
Kopites Salatiga juara
Selain Semarang, acara roadshow untuk regional Jawa Tengah dalam perjalanannya menghampiri kota Magelang, Purwokerto dan terakhir di Solo. Di sini, semua peserta terpilih akan bertanding sebelum terbang ke Jakarta untuk tingkat nasional.
Pertandingan berakhir saat babak final mempertemukan perwakilan Semarang Indo MU SMG VS Kopites Salatiga dengan kemenangan Kopites Salatiga dengan skor 4-1. Video final, bisa disaksikan di bawah ini atau langsung buka Instagram TV dotsemarang.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
The Sigit yang menutup kemeriahan
Sebelum beranjak pulang, kami sebentar menyaksikan band The Sigit yang menghentak suasana menjadi lebih meriah. Meski kami bukan penggemar musik, kami senang melihat antusias para penonton yang begitu terhibur.
Videonya ada di bawah atau langsung ke Instagram TV dotsemarang
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...
Saat pertama kali mengitari deretan menu yang siap dihidangkan, pandangan kami sempat terhenti pada sebuah stall sederhana. Namanya Nasi Glewo . Awalnya terlihat biasa saja, namun setelah mendapatkan penjelasan dari pihak hotel, kami langsung bergegas mengambil piring. Oh, jadi begini penampakannya. Pernahkah terpikir ada kuliner Semarang yang sekilas mirip dengan Nasi Gandul khas Pati? Jujur saja, dalam dunia perkulineran kami merasa masih cukup awam. Namun jika bicara soal rekomendasi kuliner di Semarang, mungkin beberapa arsip artikel yang sudah kami tulis bisa menjadi referensi. Menariknya, Nasi Glewo belum pernah sekalipun mampir dalam postingan blog kami. Perjumpaan di Hotel Horison Nindya Semarang ini resmi menambah daftar panjang kekayaan rasa lokal yang patut kami rekomendasikan, meski untuk saat ini, lokasi yang baru bisa kami temukan adalah di hotel ini saja. Kuliner Legendaris yang Kian Langka Rasa penasaran membawa kami menelusuri jejaknya di jagat maya. Berbeda dengan T...
Kami benar-benar dibuat kaget saat mendengar kabar Hotel Harris Semarang resmi berganti baju menjadi Horison Ultima . Perubahan ini ternyata sudah terjadi sejak awal tahun 2026. Padahal, setiap menuju Simpang Lima saat Car Free Day (CFD), kami sering melewati jalan utama menuju hotel ini tanpa menyadari ada transisi besar di baliknya. Apa yang sebenarnya terjadi? Kabar ini baru kami ketahui secara tidak sengaja saat bertemu rekan hotel yang dulunya merupakan tim pemasar Harris Hotel Semarang. Beliau yang kini bertugas di Grand Candi Hotel, mengundang kami dalam sebuah acara buka puasa (19/2). Mengingat beliau sudah sangat identik dengan Harris, perpindahan ini tentu mengejutkan bagi kami. Momentum Rebranding di Awal Tahun Karena penasaran, beberapa hari kemudian kami langsung meluncur ke lokasi. Kebetulan waktunya berbarengan dengan aktivitas Pasar Tumpah atau Pasar Minggu di sepanjang Jalan Ki Mangunsarkoro. Ini jadi alasan tepat bagi kami untuk memotret langsung perubahan yang terj...
Tahun ini, kami memutuskan untuk mengambil sudut pandang yang berbeda. Jika biasanya ciri khas Dugderan yang kami incar adalah keriuhan arak-arakan di jalanan , kali ini fokus kami beralih ke titik akhir prosesi: Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) . Siapa sangka, suasananya ternyata tidak kalah ramai dan punya magnet tersendiri. Senin sore (16/2), ruas Jalan Gajah Raya tampak lebih padat dari biasanya. Kemacetan mulai mengular, terutama di akses masuk lingkungan MAJT. Semua mata tertuju pada kedatangan rombongan Wali Kota Semarang yang akan menutup tradisi Dugderan sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan. Ganti Suasana: Antara Nyaman dan Penasaran Sebenarnya, kami jarang memilih menunggu di MAJT. Bagi kami, momentum paling menarik biasanya tetaplah arak-arakan yang menempuh rute dari Balai Kota menuju Masjid Agung Semarang (Kauman). Namun, ada kalanya kami ingin ganti suasana. Selain alasan mencari perspektif baru, jujur saja, kami lagi malas harus ikut berdesak-desakan di pinggir ja...
Seperti tahun-tahun sebelumnya, langkah kaki kami kembali tertuju ke sini setiap bulan Ramadan. Menyesap suasana bangunan bersejarah, mendengarkan ceramah yang meneduhkan, dan tentu saja, menanti semangkuk Bubur India dengan resep legendaris yang sudah bertahan ratusan tahun . Namun, ada satu pemandangan yang sempat luput dari ingatan kami. Penasaran? Geliat UMKM di Depan Masjid Sabtu malam (21/2), kami sedikit dibuat kaget dengan deretan tenda yang terpasang rapi di depan Masjid Jami Pekojan. Apakah ada bazar atau pasar Ramadan dadakan? Maklum, selama ini setiap berkunjung ke sini, jarang sekali ada aktivitas "ekstra" seperti ini di area depan. Setelah memarkirkan sepeda dan berbincang dengan penyelenggara, barulah kami tahu kalau tenda-tenda tersebut bukan agenda internal pihak masjid. Melainkan inisiatif warga kampung sekitar yang berkolaborasi dengan para pelaku UMKM. Sebuah pemandangan yang segar, melihat ekonomi lokal ikut berdenyut di pelataran cagar budaya. Digitali...
Comments
Post a Comment