Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

[Review Event] Millenial Parenting Talk


Tantangan orang tua generasi milenial adalah mendefinisikan dan belajar mengambil keputusan. Tidak jauh beda dengan generasi sebelumnya, yang membedakan hanyalah cara mengambil keputusannya.

Sabtu malam (16/11), kami menghabiskan malam Minggu kami di SMI Building yang sedang mengadakan acara SMI Creative Fest 1.0 dalam rangka soft opening gedung baru.  Millenial Parenting Talk merupakan salah satu rangkaian acaranya.

Tema yang menarik

Alasan kami hadir di sini karena tema yang diusung sangat menarik. Orang tua kekinian dan tentang generasi milenial. Kami berharap dapat melihat seperti apa sepak terjang orang tua sekarang yang memiliki anak. Bagaimana pola asuhnya, teknologi yang menemani dan ciri-ciri lainnya.

Amelia Hirawan, Direktur Sinergia Consultant (IG @ameliahirawan)

Amelia Hirawan adalah pembicara dari acara yang dijadwalkan dimulai dari jam 5 sore hingga 7 malam. Beliau sendiri merupakan alumnus Psikologi Unika Soegijapranata 2000 dan Alumnus Profesi Psikolog Unika Soegijapranata 2002. Dan masih banyak lagi rekam jejaknya yang mudah dilihat di mesin pencari.

Beliau yang tinggal di Surabaya ini memulai acara dengan slide persentasi yang menerangkan tiap generasi yang dimulai dari generasi pertama atau disebut tradisional hingga milenial.

Sebagian besar peserta yang hadir rupanya adalah orang tua milenial dan beberapa membawa putra-putri mereka. Sedangkan peserta lainnya tidak begitu banyak yang hadir dari kalangan anak muda (masih tahap berencana berkeluarga). Dan yang menarik perhatian adalah satu peserta yang berasal dari kalangan baby boomers.

Ciri generasi milenial

Tak banyak slide yang menyinggung bagaimana kiprah orang tua generasi milenial. Karena acara sendiri oleh pembicara dibuat semacam workshop. Para peserta akhirnya dibagi dalam beberapa kelompok.

Salah satu slide yang menarik kami untuk dibicarakan adalah tentang karakteristik generasi milenial, ciri-cirinya sebagai berikut :
  1. Tidak sabaran
  2. Percaya diri/optimis
  3. Munculkan ide-ide baru
  4. Tidak suka jadwal yang detil
  5. Spontanitas tinggi
  6. Komunikasi digital
  7. Cara belajar 'on demand'.
Tantangan orang tua generasi milenial


Tidak perlu waktu berlama-lama, para peserta yang sudah dibagi beberapa kelompok diajak menuliskan tentang sifat orang tua yang diharapkan menjadi sesuatu yang teladan atau disukai.

Dalam kelompok yang diisi 5-6 orang tersebut masing-masing menuliskan satu ciri. Peralatan tulis dan kertas besar sudah disiapkan. Dan diperoleh hasil 5 lembar kertas, jumlah dari kelompok.

Hampir seragam dari ciri-ciri yang dipersentasikan tiap kelompok. Peserta menganggap, menjadi orang tua yang memiliki ciri yang baik merupakan hal yang diinginkan setiap anak. Ciri-ciri tersebut seperti disiplin, memberikan waktu kepada anak, mendengarkan, menjadi teladan dan lainnya.

Tantangan orang tua generasi milenial menurut pembicara adalah mendefinisikan dan belajar mengambil keputusan. Karena bila tidak dapat mendefinisikan masalah, pada akhirnya tidak bisa mencari alternatif.

Mendidik anak

Ketika anak kita memiliki masalah, kita tidak boleh langsung memutuskan penyebab masalah terjadi. Kita harus mendefinisikan masalah tersebut mengapa bisa terjadi.

Hal penting juga adalah sejak dini, anak diajarin mengambil keputusan. Karena bila orang tua yang selalu memutuskan tujuan si anak, takutnya perkembangan anak tidak baik di masa depan.

Kita dapat mengambil contoh bagaimana pendidikan anak kita yang memutuskan dari Paud, TK hingga Sekolah. Saat anak akan pergi ke perguruan tinggi, kita harus dapat memberikan anak mengambil keputusan untuk jurusan yang diambil.

Kebanyakan orang, mengambil keputusan berdasarkan kenyamanan. Bukan karena kebutuhan atau keinginan dari diri sendiri yang sebenarnya pilihan.

...

Acara pun berakhir dengan sesi foto bersama. Meski kami tidak mendapatkan informasi yang kami harapkan bagaimana orang tua generasi milenial yang terjadi sekarang, semacam penelitian atau riset, ada hal berguna yang dapat kami tuliskan .

Tidak ada yang berbeda antara orang tua dulu dan orang tua generasi milenial dalam mendidik anak, orang tua harus memiliki skill dasar yang harus diterapkan, yaitu mendefinisikan dan mengambil keputusan yang dapat membawa kita satu langkah demi langkah.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

🪁 Apa Kabar Festival Layang-Layang Internasional Semarang? Menanti di Awann Costa, Temu Asyiknya di BKT