Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

[Review Event] Millenial Parenting Talk


Tantangan orang tua generasi milenial adalah mendefinisikan dan belajar mengambil keputusan. Tidak jauh beda dengan generasi sebelumnya, yang membedakan hanyalah cara mengambil keputusannya.

Sabtu malam (16/11), kami menghabiskan malam Minggu kami di SMI Building yang sedang mengadakan acara SMI Creative Fest 1.0 dalam rangka soft opening gedung baru.  Millenial Parenting Talk merupakan salah satu rangkaian acaranya.

Tema yang menarik

Alasan kami hadir di sini karena tema yang diusung sangat menarik. Orang tua kekinian dan tentang generasi milenial. Kami berharap dapat melihat seperti apa sepak terjang orang tua sekarang yang memiliki anak. Bagaimana pola asuhnya, teknologi yang menemani dan ciri-ciri lainnya.

Amelia Hirawan, Direktur Sinergia Consultant (IG @ameliahirawan)

Amelia Hirawan adalah pembicara dari acara yang dijadwalkan dimulai dari jam 5 sore hingga 7 malam. Beliau sendiri merupakan alumnus Psikologi Unika Soegijapranata 2000 dan Alumnus Profesi Psikolog Unika Soegijapranata 2002. Dan masih banyak lagi rekam jejaknya yang mudah dilihat di mesin pencari.

Beliau yang tinggal di Surabaya ini memulai acara dengan slide persentasi yang menerangkan tiap generasi yang dimulai dari generasi pertama atau disebut tradisional hingga milenial.

Sebagian besar peserta yang hadir rupanya adalah orang tua milenial dan beberapa membawa putra-putri mereka. Sedangkan peserta lainnya tidak begitu banyak yang hadir dari kalangan anak muda (masih tahap berencana berkeluarga). Dan yang menarik perhatian adalah satu peserta yang berasal dari kalangan baby boomers.

Ciri generasi milenial

Tak banyak slide yang menyinggung bagaimana kiprah orang tua generasi milenial. Karena acara sendiri oleh pembicara dibuat semacam workshop. Para peserta akhirnya dibagi dalam beberapa kelompok.

Salah satu slide yang menarik kami untuk dibicarakan adalah tentang karakteristik generasi milenial, ciri-cirinya sebagai berikut :
  1. Tidak sabaran
  2. Percaya diri/optimis
  3. Munculkan ide-ide baru
  4. Tidak suka jadwal yang detil
  5. Spontanitas tinggi
  6. Komunikasi digital
  7. Cara belajar 'on demand'.
Tantangan orang tua generasi milenial


Tidak perlu waktu berlama-lama, para peserta yang sudah dibagi beberapa kelompok diajak menuliskan tentang sifat orang tua yang diharapkan menjadi sesuatu yang teladan atau disukai.

Dalam kelompok yang diisi 5-6 orang tersebut masing-masing menuliskan satu ciri. Peralatan tulis dan kertas besar sudah disiapkan. Dan diperoleh hasil 5 lembar kertas, jumlah dari kelompok.

Hampir seragam dari ciri-ciri yang dipersentasikan tiap kelompok. Peserta menganggap, menjadi orang tua yang memiliki ciri yang baik merupakan hal yang diinginkan setiap anak. Ciri-ciri tersebut seperti disiplin, memberikan waktu kepada anak, mendengarkan, menjadi teladan dan lainnya.

Tantangan orang tua generasi milenial menurut pembicara adalah mendefinisikan dan belajar mengambil keputusan. Karena bila tidak dapat mendefinisikan masalah, pada akhirnya tidak bisa mencari alternatif.

Mendidik anak

Ketika anak kita memiliki masalah, kita tidak boleh langsung memutuskan penyebab masalah terjadi. Kita harus mendefinisikan masalah tersebut mengapa bisa terjadi.

Hal penting juga adalah sejak dini, anak diajarin mengambil keputusan. Karena bila orang tua yang selalu memutuskan tujuan si anak, takutnya perkembangan anak tidak baik di masa depan.

Kita dapat mengambil contoh bagaimana pendidikan anak kita yang memutuskan dari Paud, TK hingga Sekolah. Saat anak akan pergi ke perguruan tinggi, kita harus dapat memberikan anak mengambil keputusan untuk jurusan yang diambil.

Kebanyakan orang, mengambil keputusan berdasarkan kenyamanan. Bukan karena kebutuhan atau keinginan dari diri sendiri yang sebenarnya pilihan.

...

Acara pun berakhir dengan sesi foto bersama. Meski kami tidak mendapatkan informasi yang kami harapkan bagaimana orang tua generasi milenial yang terjadi sekarang, semacam penelitian atau riset, ada hal berguna yang dapat kami tuliskan .

Tidak ada yang berbeda antara orang tua dulu dan orang tua generasi milenial dalam mendidik anak, orang tua harus memiliki skill dasar yang harus diterapkan, yaitu mendefinisikan dan mengambil keputusan yang dapat membawa kita satu langkah demi langkah.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

💻 Menilik ASUS ExpertBook B9450: Laptop Eks Kantor Jepang 7 Jutaan

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

📌 Pembaruan Kebijakan & Privasi X Terbaru (September 2026): Apa Artinya Buat Kita dan Akun Komunitas Lokal?

🚲 Evolusi Nyess di Semarang: Jajakan Sensasi Segar ala Gerobak Kekinian dengan Tagline "Segernya Sama, Serunya Beda"

💻 Pengalaman Unik Mampir ke Orbit Computer Semarang yang Ternyata Satu Bangunan dengan Hotel dan Disambut AI Chatbot