Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Bara Jiwa Garuda, Pagelaran Seni dari Beswan Djarum 2018/2019


Ini adalah pengalaman pertama kali melihat pertunjukkan seni di Marina Convention Center. Yang menarik, para penampilnya adalah mereka-mereka yang mendapatkan Beasiswa Djarum tahun 2018/2019. Mereka tidak berpengalaman seperti pemeran profesional, tapi mereka berhasil mensukseskan acaranya.

Selasa malam (8/10), setelah sekian lama tidak mampir ke Marina, kami akhirnya mendapatkan kesempatan kembali berkunjung.  Bersama rekan-rekan bloger, kami menyaksikan malam Dharma Puruhita Nation Building yang menampilkan dinamika perjalanan bangsa Indonesia dari masa ke masa.

Diundang sambil bekerja

Jarang-jarang ada acara di Kota Semarang yang kami hadiri memaksa kami akhirnya memakai Batik. Kami memang menyukai pakaian santai atau kasual. Karena kedatangan kami juga bukan sekedar undangan untuk menyaksikan, melainkan juga bagian dari pekerjaan.

Sempat heran juga, tidak ada wajah-wajah pejabat yang kami kenali untuk acara sebesar ini. Mungkin karena kami terlalu asyik di lokasi, tanpa sadar teralihkan dengan aktivitas bersama rekan-rekan bloger.

Ada Denny Malik dibalik itu semua

Penekanan informasi penting yang kami dapat adalah penampil bukanlah penari profesional. Kurang dari Seminggu, mereka melakukan latihan dan langsung memberikan hasilnya di atas panggung. 

Namun ternyata, rahasianya sedikit terkuak saat ada sosok wajah yang terlihat dari lalu lalangnya orang-orang yang berada di lokasi. Ya, Denny Malik.

Mengutip informasi dari buku yang kami dapatkan saat registrasi, tahun ini adalah tahun ke-7 Denny Malik kembali bergabung dalam Nation Building Beswan Djarum. 

Beliau menganggap keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya dan Bara Jiwa Garuda adalah tantangan untuk dapat memaksimalkan potensi generasi muda demi perkembangan seni dan budaya.

Kami tahu, Denny Malik merupakan seorang penata tari dan penyanyi Indonesia. Dalam perjalanan karirnya, sudah banyak karya yang ia berikan untuk seni Indonesia. 

Sinopsis 


Saat sudah berada di dalam ballroom, kami teringat acara launching produk ASUS. Suasananya mirip-mirip. Apalagi penataan cahaya dan musik yang keren sekali di mata maupun telinga.

Ada 10 bagian cerita dari pertunjukkan yang ditampilkan. Di awal-awal, layaknya cerita anime atau komik, penonton diberikan penampil dengan mewakili 4 elemen alam. 

Geni mewakili elemen api, Embun mewakili elemen air, Langit mewakili elemen udara, dan Terra mewakili elemen tanah. Keempat elemen ini adalah mata dan telinga bagi Ibu Pertiwi. Mereka adalah perwujudan semangat nusantara.

Alur cerita dimulai dari sejarah Nusantara dari masa ke masa. Dari saat Gajah Mada dengan Sumpah Palapa, Kerajaan Samudera Pasai, kedatangan Portugis, Jepang, perjuangan Kemerdekaan hingga setelah Kemerdekaan.

Bagian akhir, sebelum acara usai, pemberian apresiasi kepada peserta Beasiswa Djarum yang tahun ini jumlahnya mencapai 465 penerima.

Pertunjukkan yang menarik

Dengan melibatkan begitu banyak penampil, panggung rasanya tidak cukup. Maka tak heran, ruang di bawah panggung benar-benar dimanfaatkan penampil dengan momen-momen tertentu.

Berikut beberapa gambar yang kami abadikan dan lainnya bisa dilihat di album Facebook dotsemarang.


 Sebagian penampil mengisi paduan suara
Suka cita dengan berakhirnya acara
Semua penampil foto bersama
Ada kejutan setelah usai acara  dan ini berada di luar gedung

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

6 Alat Untuk Media Sosial

📝 Hari Blogger Nasional 2026: Merawat Rumah, Menjaga Ingatan

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎭 Karnaval Nostalgia Dugderan: Saat Tradisi Lokal Ikut Meriahkan Panggung MTQ Nasional di Kota Semarang