Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

12 Tahun Peringatan Hari Blogger Nasional; Apa Saja Tantangannya?


Hampir saja kami lupa jika hari ini, Minggu, tanggal 27 Oktober 2019 diperingati Hari Blogger Nasional. Sudah 12 tahun peringatan dan hingga sekarang, belum ada wadah yang menampung para bloger tanah air untuk duduk bersama. Membahas hal yang lebih besar untuk Indonesia.

Itu hanyalah harapan kami saja dan memang bakal sulit terwujud. Bicara peringatan Hari Blogger Nasional, setahun ini tantangan yang dihadapi dotsemarang adalah Tsunami kontent.

Semua bisa menjadi penyebar konten

Istilah 'tsunami konten' kami pinjam dari  artikel mix.co.id yang dipublish tanggal 30 Juli 2019. Menurut Indra Ardiyanto, Head of Corporate Communications PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), “Tsunami Content muncul tepat di depan mata, menyerbu setiap detik, tidak bisa hindari dan tidak bisa dilawan karena setiap orang bisa menjadi broadcaster atau penyebar informasi, tak peduli apakah informasi itu benar sesuai fakta atau bahkan palsu (hoax)”.

Semua orang kini bisa menjadi penyebar konten. Bahkan dinas-dinas pemerintahan di Kota Semarang sudah berhasil membangun ekosistem di media sosial. Semua saluran dimanfaatkan dengan baik dan dikemas lebih menarik.

Di satu sisi, informasi lebih luas menyebar dan memiliki kekuatan (validasi). Tak perlu repot lagi menunggu info acara, semisalnya dari kami yang beberapa tahun terakhir selalu memberi info.

Tempat-tempat wisata di Semarang juga lebih mudah mendapatkan informasi karena semua orang ingin tampil menjadi pemberi informasi. Mal, hotel, bahkan akun bertema kecelakaan, proyek bangunan, semua ada di dalam genggaman.

Tantangan dan rasa khawatir

Ini bisa jadi peluang atau malah keluar dari jalur yang membuat akhirnya menjauh karena tsunami informasi yang begitu tinggi.

Sebagai blog, informasi yang keluar dari akun-akun dinas Kota, hotel, mal dan lainnya menjadikan kerja kami lebih mudah untuk dikelola. Apakah kami harus datang ke sana untuk memperdalam perspektif atau mendapatkan gambar khusus dan spesial.

Namun kekhawatiran pun akhirnya kami rasakan, sisi lainnya,  bahwa tanpa kami posting pun, informasi akan muncul sendiri. Kami seolah tidak berguna di sini.

Selain itu, akses kami mendapatkan konten ekslusif tidak berlaku lagi di era tsunami konten. Semisal ada acara menarik perhatian kami, acaranya tidak memberi akses untuk bloger, maka dipastikan kami butuh perjuangan ekstra seperti awal-awal kami diakui sebagai bloger saat hadir mengisi buku tamu.

Rasanya kami mulai kehilangan gairah yang berdampak kami harus mengambil jarak dan tidak jadi melibatkan diri karena tahu bahwa acara itu tinggal lihat saja disaluran-saluran media sosial.

Apalagi yang dibagikan lewat saluran pemerintah atau lembaga hingga perusahaan. Pasti lebih resmi informasinya yang dapat dikonfirmasi bahwa itu benar. Bila salah pun, tidak begitu besar kesalahannya ketimbang harus kami yang melakukannya secara individu.

Gambar ilustrasi : Rekan-rekan bloger Semarang

..

Ada fakta menarik tentang hari peringatan. Dimana tahun 2018, hari Blogger Nasional jatuh pada hari Sabtu. Sedangkan tahun ini (2019), diperingati pada hari Minggu.

Postingan kali ini kami rasa sudah lebih dari cukup. Tahun lalu, semua tantangan yang kami hadapi masih kurang lebih sama dengan tahun ini. Hanya artikelnya ditulis lebih panjang.

Tsunami konten tidak dapat dibendung dan mau tidak mau, suka tidak suka, tahun ini buat dotsemarang menjadi tantangan sendiri. Bagaimana denganmu?

Selamat Hari Blogger Nasional Tahun 2019!

Artikel terkait :


Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali