Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Bioskop Transmart Majapahit Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Bioskop Transmart Majapahit menjadi bioskop ke-7 yang ada di Kota Semarang. Dengan jumlah 3 studio, bioskop dari jaringan 21 ini resmi dibuka pada tanggal 24 September 2019. Studio mana yang paling banyak jumlah tempat duduknya?
Berbarengan hadirnya bioskop, maka Transmart Majapahit tentunya juga buka. Ini akan jadi pusat hiburan baru bagi masyarakat Semarang Timur. Pecinta film, tak perlu jauh-jauh untuk menonton sekarang ini.
Studio 1 paling besar
Saat kami berkunjung ke bioskop di hari pembukaan, kami tidak sengaja bertemu teman lama yang dulunya bekerja di bioskop juga. Kali ini ia tidak bekerja di dekat meja tiketing, tapi dalam ruangan office.
Kami senang dapat bertemu lagi, mengingat di masa lalu saat Kofindo masih semangat, kami sering berbicara. Kesempatan bagus ini kami tidak sia-siakan.
Ada 3 studio yang dihadirkan bioskop Transmart Majapahit. Studio 1 memiliki jumlah tempat duduk sebanyak 237 kursi, itu artinya studio satu paling besar.
Sedangkan studio 2 dan 3 memiliki jumlah tempat duduk di bawah 200 kursi. Kalau ini tidak salah mencatat, studio 2 jumlahnya 130 kursi dan studio 3 jumlahnya 164 kursi.
Harga yang masih murah
Untuk harga di awal-awal, bioskop Transmart Majapahit masih memberi harga murah dari harga standar semua bioskop jaringan 21 di Semarang. Semisal di bioskop Citra hari Minggu 50 ribu, maka di sini cuma 40 ribu. Selisih antara 5 ribu hingga 10 ribu.
Tapi kami tidak tahu bagaimana masa depan nanti. Semisal berubah, kami yang belum update harga, semoga kamu bisa bantu menginformasikan.
Hari pembukaan, kami langsung mencoba menonton di studio 1 yang saat itu memutar film Danur 3. Harga tiketingnya hanya 35 ribu, biasanya hari Jumat, harga tiketnya di atas harga tersebut.
Lobi yang besar
Apakah kami salah menyebutnya ini sebagai lobi? Mungkin saja. Kami melihat tempat pembelian tiketing di sini lebih besar dari beberapa bioskop.
Lokasi lantai 5
Ada yang menarik dari keberadaan bioskop di Transmart Majapahit. Apakah ini strategi manajemen atau mengakali kondisi dan lokasi untuk menaruh bangunan bioskop.
Bila di bioskop Transmart Setiabudi berada di lantai satu, maka di sini berada di lantai paling atas tersendiri atau lantai lima.
Pengunjung akan melewati wahana Transmart Studio Mini. Melihat strategi ini, mungkin berharap pengunjung mau mampir menikmati wahana sebelum ke bioskop. Atau sebaliknya.
...
Bioskop lebih dekat, seharusnya semakin banyak orang datang ke bioskop. Secara logika, kami setuju. Tinggal bagaimana film-film yang hadir dapat menarik perhatian tersebut.
Bioskop Transmart Majapahit lebih menarik dari bioskop lainnya untuk daerah Semarang bawah. Ini karena adanya Transmart Studio Mini yang dapat jadi alternatif setelah atau sebelum menonton. Jadi tidak bosan menunggu.
Lalu film apa saja yang menjadi pioritas di bioskop Majapahit? Apakah film Indonesia atau luar? Atau film Indonesia yang populer saja?
Bonus video (lebih nyaman ditonton via mobile)
Mari tunggu siapa produksi film yang akan mengadakan road show film untuk pertama kalinya di bioskop Transmart Majapahit.
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Akun resmi Instagram @festivalkotalamasmg baru saja merilis poster resmi beserta Save the Date untuk perhelatan Festival Kota Lama Semarang 2026 . Sebagai salah satu event tahunan yang paling dinanti di kota ini, kabar ini tentu langsung mencuri perhatian, terutama bagi para pemburu kuliner nostalgia dan penikmat atmosfer cagar budaya. Tahun ini, festival mengusung tema yang cukup mendalam, yaitu "Unity in Diversity" (Kesatuan dalam Keberagaman). Sebuah tema yang sangat relevan untuk menggambarkan dinamika sejarah dan budaya yang melekat erat pada lanskap Kota Lama Semarang selama berabad-abad. Durasi Pelaksanaan yang Melar Jauh Lebih Panjang Ada satu hal yang langsung terasa mencolok begitu melihat detail tanggal pada poster tahun ini. Jika pada tahun 2025 lalu Festival Kota Lama hanya berlangsung selama 9 hari (6–14 September), maka pada tahun 2026 ini durasinya melar hampir dua kali lipat menjadi 17 hari , tepatnya mulai tanggal 4 hingga 20 September 2026 . Secara positi...
Kehadiran Parjo (Pancong & Burjo) yang berkolaborasi dengan Padangju di Jalan Jolotundo sejak akhir Juni kemarin jelas bukan sekadar menambah daftar tempat nongkrong baru. Bagi kami yang gemar mengamati dinamika urban dan bisnis kuliner lokal di Kota Semarang, ekspansi brand besar dari Semarang Atas ini menjadi pemantik peta persaingan baru yang semakin sengit di kawasan sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Jolotundo beberapa tahun terakhir memang sedang seksi-seksinya bersolek menjadi hub kuliner baru. Sebelum Parjo datang membawa hiruk-pikuk meja biliar dan operasional 24 jamnya, koridor jalan ini sudah lebih dulu dihidupkan oleh beberapa kedai kopi lokal. Dua di antaranya yang cukup mencolok dan sempat kami ulas adalah Kopi Maju 57 dan Bale Kompi —kedai kopi baru yang baru saja kami tulis pada bulan Mei 2025 lalu. Pertanyaannya, bagaimana kehadiran raksasa baru dari Tembalang ini memengaruhi ekosistem tempat ngopi yang sudah mapan di sekitarnya? Guncangan Efek FOMO Jangk...
Smartphone merek asal Tiongkok ini sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana kami saat berniat memiliki ponsel 5G pertama. Namun karena satu dan lain hal, kami akhirnya tergoda untuk melakukan sedikit "perjudian." Apa yang sebenarnya membuat kami mendadak tertarik dengan itel P55 5G ini? Cerita bermula saat keberuntungan kami mendadak luntur di pertengahan tahun. Smartphone utama yang kami gunakan sehari-hari performa baterainya drop total. Bahkan, saking parahnya, bagian layarnya sampai terangkat (melendung). Padahal semenjak mempensiunkan ASUS Zenfone 5, kami sangat mengandalkan perangkat ini—yang kebetulan didapat dari kebaikan rekan-rekan komunitas bola kami (istilahnya, kami dipinjamkan perangkat untuk operasional). Karena perangkat yang kami gunakan, termasuk tablet, bukanlah barang baru, masalah umur memang tidak bisa bohong. Sadar bahwa menunggu perangkat ini benar-benar mati total akan memicu masalah besar bagi produktivitas blog, kami memutuskan untuk mempercepat ...
Comments
Post a Comment