Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Bioskop Transmart Majapahit Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Bioskop Transmart Majapahit menjadi bioskop ke-7 yang ada di Kota Semarang. Dengan jumlah 3 studio, bioskop dari jaringan 21 ini resmi dibuka pada tanggal 24 September 2019. Studio mana yang paling banyak jumlah tempat duduknya?
Berbarengan hadirnya bioskop, maka Transmart Majapahit tentunya juga buka. Ini akan jadi pusat hiburan baru bagi masyarakat Semarang Timur. Pecinta film, tak perlu jauh-jauh untuk menonton sekarang ini.
Studio 1 paling besar
Saat kami berkunjung ke bioskop di hari pembukaan, kami tidak sengaja bertemu teman lama yang dulunya bekerja di bioskop juga. Kali ini ia tidak bekerja di dekat meja tiketing, tapi dalam ruangan office.
Kami senang dapat bertemu lagi, mengingat di masa lalu saat Kofindo masih semangat, kami sering berbicara. Kesempatan bagus ini kami tidak sia-siakan.
Ada 3 studio yang dihadirkan bioskop Transmart Majapahit. Studio 1 memiliki jumlah tempat duduk sebanyak 237 kursi, itu artinya studio satu paling besar.
Sedangkan studio 2 dan 3 memiliki jumlah tempat duduk di bawah 200 kursi. Kalau ini tidak salah mencatat, studio 2 jumlahnya 130 kursi dan studio 3 jumlahnya 164 kursi.
Harga yang masih murah
Untuk harga di awal-awal, bioskop Transmart Majapahit masih memberi harga murah dari harga standar semua bioskop jaringan 21 di Semarang. Semisal di bioskop Citra hari Minggu 50 ribu, maka di sini cuma 40 ribu. Selisih antara 5 ribu hingga 10 ribu.
Tapi kami tidak tahu bagaimana masa depan nanti. Semisal berubah, kami yang belum update harga, semoga kamu bisa bantu menginformasikan.
Hari pembukaan, kami langsung mencoba menonton di studio 1 yang saat itu memutar film Danur 3. Harga tiketingnya hanya 35 ribu, biasanya hari Jumat, harga tiketnya di atas harga tersebut.
Lobi yang besar
Apakah kami salah menyebutnya ini sebagai lobi? Mungkin saja. Kami melihat tempat pembelian tiketing di sini lebih besar dari beberapa bioskop.
Lokasi lantai 5
Ada yang menarik dari keberadaan bioskop di Transmart Majapahit. Apakah ini strategi manajemen atau mengakali kondisi dan lokasi untuk menaruh bangunan bioskop.
Bila di bioskop Transmart Setiabudi berada di lantai satu, maka di sini berada di lantai paling atas tersendiri atau lantai lima.
Pengunjung akan melewati wahana Transmart Studio Mini. Melihat strategi ini, mungkin berharap pengunjung mau mampir menikmati wahana sebelum ke bioskop. Atau sebaliknya.
...
Bioskop lebih dekat, seharusnya semakin banyak orang datang ke bioskop. Secara logika, kami setuju. Tinggal bagaimana film-film yang hadir dapat menarik perhatian tersebut.
Bioskop Transmart Majapahit lebih menarik dari bioskop lainnya untuk daerah Semarang bawah. Ini karena adanya Transmart Studio Mini yang dapat jadi alternatif setelah atau sebelum menonton. Jadi tidak bosan menunggu.
Lalu film apa saja yang menjadi pioritas di bioskop Majapahit? Apakah film Indonesia atau luar? Atau film Indonesia yang populer saja?
Bonus video (lebih nyaman ditonton via mobile)
Mari tunggu siapa produksi film yang akan mengadakan road show film untuk pertama kalinya di bioskop Transmart Majapahit.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment