Favorit

Agenda Kota Semarang Bulan November 2025

Image
Salah satu acara menarik yang sukses mencuri perhatian kami di Kota Semarang pada bulan November ini adalah Padel masuk mal . Sebuah konsep yang terbilang unik dan anti-mainstream . Siapa sangka, olahraga yang sedang naik daun ini bisa dimainkan di tengah pusat perbelanjaan? Kami pun dibuat penasaran, seperti apa rancangan lapangan dan event yang disajikan nanti? Musim Hujan, Banjir, dan Tantangan Event Outdoor di Semarang November telah tiba, meninggalkan Oktober yang penuh dinamika. Khususnya, isu banjir yang kembali jadi perbincangan hangat. Entah mengapa, kali ini suaranya terasa lebih kencang, seolah menjadi jawaban atas keluh kesah para pengguna media sosial yang kerap mengeluhkan teriknya matahari Semarang. Jika berkaca pada kalender cuaca, Ibu Kota Jawa Tengah memang telah resmi memasuki musim penghujan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelenggara event , terutama yang masih mengandalkan ruang terbuka ( outdoor ). Tantangan ini juga berlaku bagi Anda,...

[Photoblog] Bebek Carok Cabang Kota Semarang

Meski sudah merapat ke Kota Semarang sejak awal tahun ini, tepatnya bulan Januari, kami sendiri baru mencobanya bulan Juni kemarin usai pulang dari Malang. Seperti apa tempatnya? Intip foto-fotonya berikut ini.

Pemberitahuan di awal dulu, jika halaman ini tidak dalam rangka kerja sama atau konten berbayar. Kami membagikannya secara cuma-cuma kepada pengunjung blog dotsemarang.

Rumah makan Bebek Carok yang dimiliki komika Tretan Muslim resmi membuka cabang ke-25 di Kota Semarang. Kuliner khas Madura yang jadi branding mereknya ini buka di jalan Singosari Raya di depan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.

Tampak depan

Bangunan yang disewa tampak terlihat sebuah rumah besar dengan 2 sisi berbeda. Sisi kanan bangunan, tampak seperti gerai cepat saji di mana pengunjung langsung pesan di tempat, bertransaksi dan menunggu hingga pesanan dikemas.

Sedangkan sisi sebelahnya, ada tempat parkir kendaraan dengan gerobak dan akses menuju ruang makan seperti di dalam gambar.



Pesan bawa pulang

Ternyata ada banyak menu selain hidangan utama yang dijadikan branding merek tempat makan ini. Akhirnya kami bisa mencoba juga meski yang pesan adalah kerabat kami. Andai tidak ditraktir, mungkin kami tidak pernah mencoba sama sekali.

Pemilik memahami bagaimana personal branding-nya begitu kuat sehingga desain kemasan kulinernya sebagian besar adalah sang owner. Termasuk bungkusan kotak makanannya.

Kami lupa makan daging ayam atau bebek. Eh, emang ada ayam? Karena ini sebuah kemewahan buat kami yang biasa sangat hemat, kami hanya ingin menikmati saja. Soal rasa, kami tak bisa bicara lebih jauh karena itu selera tiap orang-orang tentu berbeda-beda.




Mereka menambahkan promo di dalam bungkusan yang kami bawa tadi. Semacam strategi pemasaran yang menarik yang jarang kami temukan.  Tim pemasarannya sangat bekerja keras sepertinya.

Di bungkusannya juga tak dibiarkan begitu saja tanpa branding makanannya. Bahkan, bungkusan atau plastiknya ditambahin QR Code. Saat kami coba, kode QR-nya tidak bekerja di ponsel kami. 

...

Apakah kamu sudah pernah nyoba? Entah kenapa kami malah lebih tertarik dengan cara pemasarannya ketimbang makanannya. Maksudnya di halaman ini, gambar-gambar yang kami ambil ini. Ada sisi kreatif yang menarik untuk dijadikan referensi oleh pemilik bisnis yang ingin mencobanya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

Agenda Kota Semarang Bulan November 2025

AMOLI, Laptop Buatan Mana?

Parkir di The Park Mall Hanya Melayani Pembayaran Non Tunai

🛵 Polytron FOX 200 vs. FOX 350: Motor Listrik Mana yang Cocok Buat Rider Semarang?