Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

[Photoblog] Bebek Carok Cabang Kota Semarang

Meski sudah merapat ke Kota Semarang sejak awal tahun ini, tepatnya bulan Januari, kami sendiri baru mencobanya bulan Juni kemarin usai pulang dari Malang. Seperti apa tempatnya? Intip foto-fotonya berikut ini.

Pemberitahuan di awal dulu, jika halaman ini tidak dalam rangka kerja sama atau konten berbayar. Kami membagikannya secara cuma-cuma kepada pengunjung blog dotsemarang.

Rumah makan Bebek Carok yang dimiliki komika Tretan Muslim resmi membuka cabang ke-25 di Kota Semarang. Kuliner khas Madura yang jadi branding mereknya ini buka di jalan Singosari Raya di depan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.

Tampak depan

Bangunan yang disewa tampak terlihat sebuah rumah besar dengan 2 sisi berbeda. Sisi kanan bangunan, tampak seperti gerai cepat saji di mana pengunjung langsung pesan di tempat, bertransaksi dan menunggu hingga pesanan dikemas.

Sedangkan sisi sebelahnya, ada tempat parkir kendaraan dengan gerobak dan akses menuju ruang makan seperti di dalam gambar.



Pesan bawa pulang

Ternyata ada banyak menu selain hidangan utama yang dijadikan branding merek tempat makan ini. Akhirnya kami bisa mencoba juga meski yang pesan adalah kerabat kami. Andai tidak ditraktir, mungkin kami tidak pernah mencoba sama sekali.

Pemilik memahami bagaimana personal branding-nya begitu kuat sehingga desain kemasan kulinernya sebagian besar adalah sang owner. Termasuk bungkusan kotak makanannya.

Kami lupa makan daging ayam atau bebek. Eh, emang ada ayam? Karena ini sebuah kemewahan buat kami yang biasa sangat hemat, kami hanya ingin menikmati saja. Soal rasa, kami tak bisa bicara lebih jauh karena itu selera tiap orang-orang tentu berbeda-beda.




Mereka menambahkan promo di dalam bungkusan yang kami bawa tadi. Semacam strategi pemasaran yang menarik yang jarang kami temukan.  Tim pemasarannya sangat bekerja keras sepertinya.

Di bungkusannya juga tak dibiarkan begitu saja tanpa branding makanannya. Bahkan, bungkusan atau plastiknya ditambahin QR Code. Saat kami coba, kode QR-nya tidak bekerja di ponsel kami. 

...

Apakah kamu sudah pernah nyoba? Entah kenapa kami malah lebih tertarik dengan cara pemasarannya ketimbang makanannya. Maksudnya di halaman ini, gambar-gambar yang kami ambil ini. Ada sisi kreatif yang menarik untuk dijadikan referensi oleh pemilik bisnis yang ingin mencobanya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Sisi Lain Grand Opening Cardea Semarang: Menikmati Menu Hotel di Kawasan Jangli