Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Menyambut Tren Video Kekinian Ala Instagram (IGTV)
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Instagram memberikan jalan lebar kepada banyak pihak tentang layanan terbaru mereka yang bernama IG TV. Meski bukan yang pertama, Instagram selalu berhasil membawa inovasi dan kemudian dibicarakan.
IGTV atau Instagram TV merupakan layanan terbaru yang diluncurkan Instagram. Untuk pengguna Instagram, mereka dapat menonton video yang layarnya full display. Sedangkan pengguna yang ingin membuat konten di sana, mereka harus mengunduh aplikasi terpisah atau lewat website.
Kami menyambut kedatangan layanan ini dengan penuh rasa optimis. Bukan karena prediksi konten tahun 2018 didominasi video akan mengambil alih yang pernah kami posting di blog, juga karena Instagram terus melakukan inovasi yang menarik terkait tren yang sedang berkembang.
Kami tahu, Instagram bukan yang pertama. Bahkan brand Smartphone memanfaatkan tren video vertikal saat melaunching salah satu produk mereka. Youtube juga tak mau ketinggalan dengan memberikan fitur upload yang tidak biasa dari standar yang sudah pakem, video ukuran 16x9.
Dunia televisi digital yang terus berkembang
Lewat peluncuran IGTV ini, mengutip situs Tech Asia Indonesia, jumlah pengguna Instagram terbaru mereka berjumlah 1 milyar. Sungguh luar biasa.
Kami belum berpikir ke arah sana, apabila tayangan sepakbola dilakukan dengan format video vertikal. Itu artinya, IGTV hanya sebagai pelengkap dan tidak membunuh dunia televisi digital yang lain.
Sebagai pelengkap, Instagram bisa dikatakan selangkah lebih maju dan bisa jadi, nanti jadi acuan pemilik televisi. Mengingat kran kerjasama akan dibuka Instagram dengan banyak pihak, terutama konten kreator.
Dengan jumlah yang disebut di atas, Instagram memang sangat percaya diri. Apalagi satu induk dengan Facebook yang penggunanya lebih banyak.
IGTV yang dapat ditonton secara full screen (veritkal), kualitasnya dapat mencapai resolusi 4K. Kemampuan Smartphone dengan layar lebar dan HD+ tentu sangat diuntungkan.
Apalagi tren layar Smartphone yang pernah kami masukkan di blog, layar kekinian 18:9, bakal sangat memanjakan mata pemiliknya.
Oh ya, sebenarnya sudah ada yang lebih baru lagi soal layar. Yaitu, layar dengan rasio 19:9. Untuk informasi layar ini, nanti saja kami bahas dihalaman berikutnya.
Aplikasi terpisah untuk mengupload video
IGTV sudah tersedia di Store (android maupun iOS). Untuk mengupload video, seperti yang lain, kamu harus menggunakan aplikasi tersebut. Saat tulisan ini dibuat, ukuran untuk mendownload IGTV di Android sebesar 38MB.
Boros kuota Internet
Tentu tren ini juga menarik beberapa permasalahan, khususnya konsumsi kouta internet. Mengingat konten yang digunakan menggunakan format video.
Di Semarang sendiri sebenarnya kami tidak perlu khawatir, mengingat banyak spot wifi gratis yang diberikan pemerintah yang letaknya berada di taman kota atau spot lainnya.
Bagi sebagian pengguna internet tentu ini akan jadi masalah sendiri. Namun bagi kreator konten, Instagram dengan rencana masa depannya, ini bisa jadi keuntungan apabila sistem monetisasi dilakukan.
Bagi provider dan produsen Smartphone, ini juga bakal jadi sebuah keuntungan untuk terus menghadirkan layanan dan fitur-fitur optimal kepada pengguna yang berharap memiliki pengalaman baru di era sekarang.
Cara mengikuti saluran
Menurut Instagram, pembuat konten akan dianggap sebagai pemilik saluran (dan namanya akan sama dengan nama pengguna Instagram mereka) - jadi jika kamu ingin mengikuti saluran seseorang, kamu cukup mengikuti mereka di Instagram.
Rencana durasi video yang dapat mencapai 1 jam, kami belum tahu apakah pengguna biasa bisa membuatnya. Namun melihat video yang dibagikan, ada yang lebih dari 10 menit. Durasi ini sepertinya berbeda-beda dengan pengguna lain.
...
Kamu tidak harus menjadi pembuat konten profesional dengan banyak pengikut untuk memanfaatkan IGTV. Jika kamu ingin memiliki beberapa video sendiri yang ingin dibagikan dengan pengikutmu, ini adalah kesempatanmu.
Lakukan dengan cara sederhana. Buat konten di pagi hari dengan berbicara, pamer video slow motion, bersepeda atau jalan-jalan ke tempat wisata dan berburu kuliner kesukaan. Masih banyak lagi yang dapat kamu manfaatkan.
Ketika menyambut sesuatu yang baru, terkadang kita malah memikirkan hal di luar itu dan enggan melihat sisi positifnya lebih banyak.
Karena masih awal, IGTV bagi kami adalah awalan dan melihat sebuah perkembangan itu menyenangkan.
Lantas, apakah kami akan membuat konten di sana ? Kami harap melakukannya, mengingat ada 1 milyar penggguna Instagram yang dapat kami bawa. Meski tidak semua dapat tersebar ke semua pengguna. Bagaimana denganmu?
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Penyelenggaraan Kirab Budaya dalam rangka Haul KH Sholeh Darat (Mbah Sholeh Darat) tahun 2026 ini memberikan kesan yang berbeda. Ini merupakan kali pertama kami menghadiri acara tersebut, yang secara resmi baru memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Sebuah upaya menarik yang mempertemukan pariwisata dan tradisi di jantung Kampung Melayu. Meskipun rencana awal sempat mencuat akan digelar di Lapangan Garnisun Kalisari, pada pelaksanaannya hari Minggu kemarin (19/4), seluruh kemeriahan justru terpusat di kawasan Kampung Melayu Semarang. Perubahan lokasi ini bagi kami menjadi daya tarik tersendiri; menegaskan bahwa Kampung Melayu bukan sekadar pemukiman padat di utara Semarang, melainkan gerbang sejarah maritim dan intelektual yang kuat. Pilihan Strategis di Antara Lima Kirab Bulan April ini sepertinya menjadi bulan yang padat bagi pecinta kirab di Semarang dengan total lima agenda serupa. Setelah sebelumnya tidak sempat hadir di karnaval Paskah dan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami tid...
Minggu pagi (19/4), saat suasana Kota Semarang masih nampak tenang, langkah kami kembali tertuju pada sebuah ruko di Jalan Kartini. Ada rasa dejavu yang menyeruak saat menatap bangunan yang kini tampil dengan fasad hitam minimalis yang elegan. Bagi yang sering melintas di sini, ruko ini punya sejarah panjang. Dulu, lokasinya ditempati oleh Pitstop Computer . Sayangnya, meski sempat mengundang rekan-rekan Blogger Semarang saat grand opening tahunan lalu, nasib mereka di Jalan Kartini akhirnya kandas. Kabar terbarunya, Pitstop kini memilih "hijrah" ke Java Supermall dan meninggalkan jejak ruko ini untuk penghuni baru. Kini, pertanyaannya adalah: Apakah penghuni baru ini mampu mematahkan "kutukan" lokasi tersebut dan tidak mengulangi nasib yang sama? Mengenal PlayFix dan iFixied Papan namanya terpampang besar dan mencolok. Ada dua nama yang bersanding di sana: iFixied dan PlayFix . Setelah kami telusuri, keduanya memang berada di bawah naungan manajemen yang sama na...
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Ada pemandangan yang menarik perhatian kami pada bulan Februari lalu, tepatnya sebelum memasuki bulan puasa. Saat sedang melintas di Jalan Medoho Raya, sebuah papan informasi tampak berdiri tegak dengan identitas Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, yang terlihat cukup mencolok. Namun, bukan sekadar papan nama biasa yang kami temukan. Hal yang paling menarik perhatian adalah kehadiran QR Code di bagian tengah papan, lengkap dengan alamat tautan ( link ) di bawahnya. Sebuah pemandangan yang bagi kami terasa sangat modern untuk ukuran lingkungan setingkat RT di Semarang. Papan informasi ini kami abadikan pada 16 Februari 2026. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Al-Ikhlas Sambirejo, persis di dekat gerbang yang mengarah ke Jalan Wisma Prasetya III. Karena rasa penasaran yang besar, kami pun mencoba mengulik isi di balik kode tersebut hari ini. Implementasi Semarang Smart City di Level Mikro Sebagai pihak yang cukup sering mengamati perkembangan sudut-sudut kota...
Comments
Post a Comment