Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

Image
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...

Fenomena Istilah Kreak

Sepekan terakhir lini masa X maupun berita online ramai dengan kata 'Kreak'. Informasinya juga memprihatinkan karena sampai memakan korban. Kami malah familiar dengan kata klitih yang ada di Yogyakarta. Penasaran, mari cari tahu.

Istilah ini mendadak menjadi fenomena karena sekelompok remaja melakukan tindak kriminal pada waktu dini hari di salah satu jalan yang di Kota Semarang.

Apakah Kreak termasuk bahasa Semarangan? 

Mengutip website suaramerdeka.com (SM), Kreak adalah istilah gaul di Semarang yang berarti orang kasar, arogan dan suka bertindak seenaknya. Fenomena istilah ini bahkan sudah diangkat dari bulan April kemarin oleh SM. 

Konon, kata kreak diambil dari bahasa Medan yang berarti songong atau sombong bila diartikan ke dalam bahasa Jakarta.

Berbeda dengan SM, radarsemarang.jawapos.com pun mengangkat fenomena istilah ini di bulan Juni yang menyebut kreak awalnya berkembang pesat untuk mereka atau sekelompok orang yang ingin berpenampilan modern namun malah terkesan norak.

Istilah ini juga sudah berkembang hingga ramai di wilayah Semarang Raya yang meliputi Semarang, Kendal, Ungaran hingga Salatiga.

Jika dikuliti lebih dalam lagi, masih dari radarsemarang, kata Kreak meliputi 2 kata dasar. Yaitu kere dan Mayak. Kere tentu mengarah pada miskin atau lemah secara ekonomi.

Sedangkan 'mayak' disebut dari bahasa Jawa Timuran yang artinya sok-sokan, belagu atau bila di Semarang dikenal dengan kemaki.

Pada akhirnya istilah ini menjadi umpatan dalam artian negatif terhadap perilaku remaja yang terjadi di wilayah Semarang. Warga melabeli istilah ini bagi mereka yang melakukan keonaran.

Merujuk gangster

Dari istilah fashion kini berubah menjadi gangster. Apa yang terjadi yang sempat kami sebut di awal paragraf adalah bagaimana fenomena Kreak semakin familiar terdengar. Ditambah kasus yang menyeret remaja yang melakukan kriminal.

Untuk membahas para kreak ini rasanya kami cukupkan sampai di sini. Setidaknya cukup tahu bahwa istilah ini merujuk ke arah negatif. Sebaiknya dihindari, terutama yang suka keluar dini hari atau malam-malam.

...

Akhirnya kami punya pembahasan untuk label artikel Semarang di blog dotsemarang. Terakhir nulis label ini setahun lalu. Sepertinya memang butuh momen untuk mengangkat tema Semarangan ke depannya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

⚡ SPKLU Ultra Fast Charging 120kW Hadir di Bank Jateng Cabang Utama Semarang

6 Alat Untuk Media Sosial

📱 Era Threads dan Cara Praktis GIIAS Semarang Gaet Konten Kreator Lokal

🚲 Catatan Parkir Sepeda di Novotel Semarang Jalan Pemuda