Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Algoritma Operator Telekomunikasi, Wah Paket Data IM3 Berubah Terus

Kami memikirkan ini 'kok paket data yang dibeli bulan kemarin sudah tidak ada dan jika ada pun, harganya naik dengan penawaran kuota lebih besar?' Pernah merasakan juga, terutama operator IM3 yang kebenaran kami salah satu penggunanya.

Semenjak Smartfren mengeluarkan paket 100 GB 100 Ribu, mendadak saja operator IM3 juga mengeluarkan produk serupa yang ditampilin di aplikasi My IM3 yang kami pakai.

Tentu, banyak pilihan banyak alternatif yang bisa digunakan. Semenjak membeli produk baru tersebut, kami sudah mencoba beragam paket yang ditawarkan. Dari yang 100 Gb, 120 GB, 125 GB hingga 150 GB. Mereka menawarkan dengan harga yang terbilang miring atau lebih murah.

Algoritma 

Membaca perubahan ini kami terinspirasi dengan algoritma media sosial yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Bedanya, algoritma di media sosial akan menyarankan akun atau postingan yang serupa kita sukai.

Sedangkan algoritma operator telekomunikasi menyarankan paket data yang semakin sering kita pakai maka paket data yang ditawarkan semakin mahal.

Memang ini bukan cara baru bagaimana perusahaan penyedia layanan internet semacam IM3 melakukannya. Mungkin semua operator di Indonesia mirip-mirip.

Entah kenapa kami melihat Smartfren masih bertahan dengan 100 GB 100 ribunya yang tetap konsisten hingga sekarang. Kami menyukainya. Sampai saat paket datanya hilang, eh ketemu di aplikasi belanja online.

Kami tidak menyukai algoritma operator yang selalu berubah-ubah, meski tujuannya sekedar memahami penggunanya. Mungkin pengguna lain akan setuju, tapi tidak dengan kami yang memikirkan menahan diri untuk tidak boros.

Dampak lainnya dari perubahan algoritma yang dilakukan adalah paket data akan hilang, kemudian muncul lagi setelah tidak dipakai. Semisal kami tidak membeli bulan ini, maka akan muncul bulan berikutnya atau beberapa bulan kemudian. 

Seperti sepasang kekasih yang mengatakan cinta, tapi putus kemudian. Lalu, minta balikan dan gitu seterusnya. Yakin mau bertahan dengan tipe begini? Pengennya stabil, malah dibuat labil.

...

Sebagai pelanggan, kami menyadari akibat mengambil penawaran yang ditawarkan operator. semakin sering kami gunakan, semakin ada alternatif yang bisa ditawarkan.

Hanya saja, operator tentu menginginkan revenue saja. Sedangkan kami, memikirkan bagaimana memaksimalkan kemampuan tapi dengan harga semurah mungkin untuk mendapatkan paket data yang lebih besar.

Maafkan kami yang terlalu jujur.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

📱 Dilema Resolusi 5G di Semarang dan Kabar Vakumnya ASUS Smartphone Tahun 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren