Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

Senyapnya Branding Event Festival Kota Lama 2024 di Kota Lama Semarang (3)

Gelaran acara tahunan Kota Semarang di Kota Lama selesai sudah digelar. Ya, Festival Kota Lama Semarang tahun 2024 sukses diselenggarakan. Namun entah kenapa selama penyelenggaraan masih terasa hampa, padahal kontennya luar biasa.

Jika kita menelusuri Kota lama, entah itu pagi hari atau siang hari, mulai dari Gereja Blenduk lalu mengitari sekitar, semua baik-baik saja. Seakan tidak sedang ada kegiatan sama sekali (Festival Kota Lama).

Kami sampai 2 kali mengunjungi Kota Lama selama acara berlangsung dari tanggal 5-15 September untuk memastikan bahwa yang kami lihat adalah benar. Dan tentunya, sambil mengambil gambar.

Sama sekali tidak ada atribut berbau promo. Apakah itu bendera warna-warni, spanduk, baliho atau sekedar teks yang menginfokan bahwa sedang ada acara Festival Kota Lama di Kota Lama saat ini.

Satu-satunya yang terlihat adalah kawasan parkir Metro Point yang konsepnya lebih kental dengan kuliner lewat papan gapura yang bertulis 'Pasar Sentiling'. Meski masih jadi bagian acara, tetap saja ini seperti acara kuliner pada umumnya. 

Konten yang berlimpah

Berbeda dengan aktivitas promo di media sosial maupun internet, konten Festival Kota Lama Semarang sangat berlimpah. Rasanya kami tidak bisa mengimbangi, bahkan merasa itu sudah dikelola oleh profesional.

Belum lagi dorongan dari banyak akun seperti Disbudpar Kota Semarang hingga menggandeng influencer, Festival Kota Lama sangat sukses membranding acaranya di media sosial.

Dari rangkaian acara mulai pembukaan pun sangat menarik dikemasnya. Kota Lama terasa sesak manusia tiap agenda yang diselenggarakan. Ya, dalam kurun waktu 11 hari ada banyak acara dihadirkan apabila melihat rundown acaranya.

Mulai dari orchestra, Pikat Wastra, Kagama Kolaborasi Wayang on The Sreet, Fiesta Foklore Nusantara, Jazz Kota Lama dan Pemilihan Putra-Putri Kota Lama.

Jadi yang menyaksikan dan menonton adalah orang-orang yang benar-benar niat mau datang atau wisatawan dan masyarakat yang sedang berada di lokasi saat acara berlangsung.

Larangan branding offline?

Namun ketika tidak ada jadwal acara, Festival Kota Lama terasa tidak hadir di Kota Lama. Kecuali, Pasar Sentiling yang fisiknya tentu terlihat dari arah jalan.

Sudah 13 tahun berjalan, bukankah harusnya lebih mudah dan kuat dalam segala aspek? Kami yang pernah jadi media partner acara ini tahun 2018 malah melihatnya semakin sempit dan terhimpit.

Ini harus dimaklumin karena seiring waktu dan berkembangnya Kota Lama menjadi destinasi wisata favorit tentu saja ada banyak hal yang perlu dibatasin.

Sebuah informasi menarik yang baru kami ketahui dibalik senyapnya branding Festival Kota Lama yang selama ini tidak kami pikirkan saat mengobrol dengan salah satu security di Kota Lama.

Dulu, dulu. Sekarang, sekarang. Ada semacam pembatasan yang memang sudah diberitahukan terkait kegiatan di Kota Lama, apalagi membawa banyak sponsor. Ini tentang nilai keindahan dan estetika agar Kota Lama tidak bercampur dengan merek atau brand.

Kota Lama yang selalu ramai tidak akan lepas dari jepretan pengunjung dan dikhawatirkan membawa dampak karena itu. Untuk menjaganya tetap menarik dan megahnya bangunan-bangunan, perlu diberi pembatasan.

Kami akhirnya mengerti mengapa tahun 2023, spanduk-spanduk dari brand malah terlihat di luar Kota Lama. Namun yang tidak kami pahami, promo Festival Kota Lama tahun ini juga tidak banyak terlihat di kawasan jantung Kota seperti Simpang Lima.

Rasanya kami tercerahkan setelah menulis sampai berjilid 3 tentang senyapnya branding acara di Kota Lama. Ternyata ada banyak pertimbangan yang perlu dilakukan untuk terus menjalankan acara ini tiap tahunnya. Belum lagi masyarakat asli yang tingggal di Kota Lama yang berdampak perekonomian mereka.

...

Tahun 2023, Kemenparekraf mendorong Festival Kota Lama Semarang naik level dari acara tingkat nasional menjadi internasional. Sepertinya itu sulit dilakukan, apalagi semenjak Bandara Semarang turun levelnya dari bandar udara internasional menjadi domestik.

Ketidaktahuan kami tentu adalah kesalahan. Namun kami yang sudah mengikuti beberapa kali agenda Festival Kota Lama kami sedikit resah dan khawatir. Acara ini tiap tahun terus bertambah usianya, kami yakin potensinya lebih besar lagi.

Dari sisi konten kami tidak masalah dan itu sangat menarik. Kerja keras penyelenggara sangat luar biasa. Semoga tahun depan kembali berlangsung dengan lebih banyak nilai dari sisi branding event secara offline.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🎬 Tren Pemasaran Film Indonesia di Threads: Tiket Gratis, Riuhnya Agensi Kilat, Hingga Realita Kreator di Lapangan

📶 Nyoba Wi-Fi Publik Pemkot Semarang di Tri Lomba Juang: Adem Tempatnya, Gimana Kecepatannya?

🔥 Menemukan Petis Kangkung di Jalan Jolotundo: Kuliner Legendaris Semarang yang Bertahan di Tengah Dinamika Kota

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

🏛️ Menonton Pembukaan FKL 2026 dari Layar Kaca: Antara Kemegahan Seremoni dan Realitas Lapangan