Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Senyapnya Branding Event Festival Kota Lama 2024 di Kota Lama Semarang (3)

Gelaran acara tahunan Kota Semarang di Kota Lama selesai sudah digelar. Ya, Festival Kota Lama Semarang tahun 2024 sukses diselenggarakan. Namun entah kenapa selama penyelenggaraan masih terasa hampa, padahal kontennya luar biasa.

Jika kita menelusuri Kota lama, entah itu pagi hari atau siang hari, mulai dari Gereja Blenduk lalu mengitari sekitar, semua baik-baik saja. Seakan tidak sedang ada kegiatan sama sekali (Festival Kota Lama).

Kami sampai 2 kali mengunjungi Kota Lama selama acara berlangsung dari tanggal 5-15 September untuk memastikan bahwa yang kami lihat adalah benar. Dan tentunya, sambil mengambil gambar.

Sama sekali tidak ada atribut berbau promo. Apakah itu bendera warna-warni, spanduk, baliho atau sekedar teks yang menginfokan bahwa sedang ada acara Festival Kota Lama di Kota Lama saat ini.

Satu-satunya yang terlihat adalah kawasan parkir Metro Point yang konsepnya lebih kental dengan kuliner lewat papan gapura yang bertulis 'Pasar Sentiling'. Meski masih jadi bagian acara, tetap saja ini seperti acara kuliner pada umumnya. 

Konten yang berlimpah

Berbeda dengan aktivitas promo di media sosial maupun internet, konten Festival Kota Lama Semarang sangat berlimpah. Rasanya kami tidak bisa mengimbangi, bahkan merasa itu sudah dikelola oleh profesional.

Belum lagi dorongan dari banyak akun seperti Disbudpar Kota Semarang hingga menggandeng influencer, Festival Kota Lama sangat sukses membranding acaranya di media sosial.

Dari rangkaian acara mulai pembukaan pun sangat menarik dikemasnya. Kota Lama terasa sesak manusia tiap agenda yang diselenggarakan. Ya, dalam kurun waktu 11 hari ada banyak acara dihadirkan apabila melihat rundown acaranya.

Mulai dari orchestra, Pikat Wastra, Kagama Kolaborasi Wayang on The Sreet, Fiesta Foklore Nusantara, Jazz Kota Lama dan Pemilihan Putra-Putri Kota Lama.

Jadi yang menyaksikan dan menonton adalah orang-orang yang benar-benar niat mau datang atau wisatawan dan masyarakat yang sedang berada di lokasi saat acara berlangsung.

Larangan branding offline?

Namun ketika tidak ada jadwal acara, Festival Kota Lama terasa tidak hadir di Kota Lama. Kecuali, Pasar Sentiling yang fisiknya tentu terlihat dari arah jalan.

Sudah 13 tahun berjalan, bukankah harusnya lebih mudah dan kuat dalam segala aspek? Kami yang pernah jadi media partner acara ini tahun 2018 malah melihatnya semakin sempit dan terhimpit.

Ini harus dimaklumin karena seiring waktu dan berkembangnya Kota Lama menjadi destinasi wisata favorit tentu saja ada banyak hal yang perlu dibatasin.

Sebuah informasi menarik yang baru kami ketahui dibalik senyapnya branding Festival Kota Lama yang selama ini tidak kami pikirkan saat mengobrol dengan salah satu security di Kota Lama.

Dulu, dulu. Sekarang, sekarang. Ada semacam pembatasan yang memang sudah diberitahukan terkait kegiatan di Kota Lama, apalagi membawa banyak sponsor. Ini tentang nilai keindahan dan estetika agar Kota Lama tidak bercampur dengan merek atau brand.

Kota Lama yang selalu ramai tidak akan lepas dari jepretan pengunjung dan dikhawatirkan membawa dampak karena itu. Untuk menjaganya tetap menarik dan megahnya bangunan-bangunan, perlu diberi pembatasan.

Kami akhirnya mengerti mengapa tahun 2023, spanduk-spanduk dari brand malah terlihat di luar Kota Lama. Namun yang tidak kami pahami, promo Festival Kota Lama tahun ini juga tidak banyak terlihat di kawasan jantung Kota seperti Simpang Lima.

Rasanya kami tercerahkan setelah menulis sampai berjilid 3 tentang senyapnya branding acara di Kota Lama. Ternyata ada banyak pertimbangan yang perlu dilakukan untuk terus menjalankan acara ini tiap tahunnya. Belum lagi masyarakat asli yang tingggal di Kota Lama yang berdampak perekonomian mereka.

...

Tahun 2023, Kemenparekraf mendorong Festival Kota Lama Semarang naik level dari acara tingkat nasional menjadi internasional. Sepertinya itu sulit dilakukan, apalagi semenjak Bandara Semarang turun levelnya dari bandar udara internasional menjadi domestik.

Ketidaktahuan kami tentu adalah kesalahan. Namun kami yang sudah mengikuti beberapa kali agenda Festival Kota Lama kami sedikit resah dan khawatir. Acara ini tiap tahun terus bertambah usianya, kami yakin potensinya lebih besar lagi.

Dari sisi konten kami tidak masalah dan itu sangat menarik. Kerja keras penyelenggara sangat luar biasa. Semoga tahun depan kembali berlangsung dengan lebih banyak nilai dari sisi branding event secara offline.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

🏥 Sisi Lain Grand Opening Cardea Semarang: Menikmati Menu Hotel di Kawasan Jangli