Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Senyapnya Branding Event Festival Kota Lama 2024 di Kota Lama Semarang (3)

Gelaran acara tahunan Kota Semarang di Kota Lama selesai sudah digelar. Ya, Festival Kota Lama Semarang tahun 2024 sukses diselenggarakan. Namun entah kenapa selama penyelenggaraan masih terasa hampa, padahal kontennya luar biasa.

Jika kita menelusuri Kota lama, entah itu pagi hari atau siang hari, mulai dari Gereja Blenduk lalu mengitari sekitar, semua baik-baik saja. Seakan tidak sedang ada kegiatan sama sekali (Festival Kota Lama).

Kami sampai 2 kali mengunjungi Kota Lama selama acara berlangsung dari tanggal 5-15 September untuk memastikan bahwa yang kami lihat adalah benar. Dan tentunya, sambil mengambil gambar.

Sama sekali tidak ada atribut berbau promo. Apakah itu bendera warna-warni, spanduk, baliho atau sekedar teks yang menginfokan bahwa sedang ada acara Festival Kota Lama di Kota Lama saat ini.

Satu-satunya yang terlihat adalah kawasan parkir Metro Point yang konsepnya lebih kental dengan kuliner lewat papan gapura yang bertulis 'Pasar Sentiling'. Meski masih jadi bagian acara, tetap saja ini seperti acara kuliner pada umumnya. 

Konten yang berlimpah

Berbeda dengan aktivitas promo di media sosial maupun internet, konten Festival Kota Lama Semarang sangat berlimpah. Rasanya kami tidak bisa mengimbangi, bahkan merasa itu sudah dikelola oleh profesional.

Belum lagi dorongan dari banyak akun seperti Disbudpar Kota Semarang hingga menggandeng influencer, Festival Kota Lama sangat sukses membranding acaranya di media sosial.

Dari rangkaian acara mulai pembukaan pun sangat menarik dikemasnya. Kota Lama terasa sesak manusia tiap agenda yang diselenggarakan. Ya, dalam kurun waktu 11 hari ada banyak acara dihadirkan apabila melihat rundown acaranya.

Mulai dari orchestra, Pikat Wastra, Kagama Kolaborasi Wayang on The Sreet, Fiesta Foklore Nusantara, Jazz Kota Lama dan Pemilihan Putra-Putri Kota Lama.

Jadi yang menyaksikan dan menonton adalah orang-orang yang benar-benar niat mau datang atau wisatawan dan masyarakat yang sedang berada di lokasi saat acara berlangsung.

Larangan branding offline?

Namun ketika tidak ada jadwal acara, Festival Kota Lama terasa tidak hadir di Kota Lama. Kecuali, Pasar Sentiling yang fisiknya tentu terlihat dari arah jalan.

Sudah 13 tahun berjalan, bukankah harusnya lebih mudah dan kuat dalam segala aspek? Kami yang pernah jadi media partner acara ini tahun 2018 malah melihatnya semakin sempit dan terhimpit.

Ini harus dimaklumin karena seiring waktu dan berkembangnya Kota Lama menjadi destinasi wisata favorit tentu saja ada banyak hal yang perlu dibatasin.

Sebuah informasi menarik yang baru kami ketahui dibalik senyapnya branding Festival Kota Lama yang selama ini tidak kami pikirkan saat mengobrol dengan salah satu security di Kota Lama.

Dulu, dulu. Sekarang, sekarang. Ada semacam pembatasan yang memang sudah diberitahukan terkait kegiatan di Kota Lama, apalagi membawa banyak sponsor. Ini tentang nilai keindahan dan estetika agar Kota Lama tidak bercampur dengan merek atau brand.

Kota Lama yang selalu ramai tidak akan lepas dari jepretan pengunjung dan dikhawatirkan membawa dampak karena itu. Untuk menjaganya tetap menarik dan megahnya bangunan-bangunan, perlu diberi pembatasan.

Kami akhirnya mengerti mengapa tahun 2023, spanduk-spanduk dari brand malah terlihat di luar Kota Lama. Namun yang tidak kami pahami, promo Festival Kota Lama tahun ini juga tidak banyak terlihat di kawasan jantung Kota seperti Simpang Lima.

Rasanya kami tercerahkan setelah menulis sampai berjilid 3 tentang senyapnya branding acara di Kota Lama. Ternyata ada banyak pertimbangan yang perlu dilakukan untuk terus menjalankan acara ini tiap tahunnya. Belum lagi masyarakat asli yang tingggal di Kota Lama yang berdampak perekonomian mereka.

...

Tahun 2023, Kemenparekraf mendorong Festival Kota Lama Semarang naik level dari acara tingkat nasional menjadi internasional. Sepertinya itu sulit dilakukan, apalagi semenjak Bandara Semarang turun levelnya dari bandar udara internasional menjadi domestik.

Ketidaktahuan kami tentu adalah kesalahan. Namun kami yang sudah mengikuti beberapa kali agenda Festival Kota Lama kami sedikit resah dan khawatir. Acara ini tiap tahun terus bertambah usianya, kami yakin potensinya lebih besar lagi.

Dari sisi konten kami tidak masalah dan itu sangat menarik. Kerja keras penyelenggara sangat luar biasa. Semoga tahun depan kembali berlangsung dengan lebih banyak nilai dari sisi branding event secara offline.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📍 Cardea Semarang Resmi Buka di Jangli, Hadirkan Konsep Physio-Pilates Pertama

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

👩‍💻 Hari Perempuan Sedunia 2026: Kabar Galau Gandjel Rel dan Estafet Semangat di SDK Semarang

🕌 Menjemput Maghrib di Jantung Kota: Tradisi Buka Puasa di Masjid Raya Baiturrahman Semarang

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026