Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Branding Kauman Semarang Sebagai Kawasan Kampung Qur'an

Gambar di atas ini kami ambil tanggal 9 Februari kemarin. Sebuah gerbang besar dengan tulisan Kawasan Kauman Kampung Qur'an. Identitas baru dari Kampung Kauman yang memang masyarakatnya yang menghuni di sini sangat kental agama Islamnya. Penasaran?

Kami baru saja mengingat gambar ini yang masih tersimpan di galeri hape dan entah kenapa baru sekarang kami posting di blog. Padahal saat mengambil gambar ini, kami sudah merilis topik lain yang berada di sini juga. Saat itu kami sedang melihat lapangan Aloon-aloon Semarang yang sudah bisa diakses kembali.

Sudah dari 8 tahun lalu

Meski kerap kali membuat tulisan seputar Aloon-aloon, branding Kampung Quran di Kampung Kauman rupanya sudah dilakukan dari 8 tahun lalu. 

Saat kami telusui di google, kami menemukan halaman artikel yang membahas ini di laman liputan6.com yang dipublish tanggal 4 Februari 2016. Wah, lama sekali. 😅

Di dalam artikelnya ditulis jika Pemkot Semarang akan mem-branding Kauman menjadi Kampung Alquran yang direncanakan pada tanggal 6 Februai 2016. Dua hari setelah artikelnya dirilis.

Peresmian launchingnya ditulis juga di sana bahwa yang akan melakukan adalah Pejabat (Pj) Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto.

Alasan branding

Untuk mempertegas. Sebab, di Kauman banyak kegiatan yang melekat dengan Alquran sudah dilakukan sejak 1952 dan pusatnya dilakukan di Pondok Pesantren Radhatul Quran yang berada sekitar Kampung Kauman Semarang.

Branding Kauman menjadi Kampung Quran mengadopsi dari Kampung Inggris di Pare, Kediri. Pelaksanaannya, murid-murid akan diberi paket belajar Alquran, baik yang dari nol maupun yang tingkat lanjutan.

Sayangnya saat peresmiannya kami tidak tahu. Padahal untuk mendeklarasikan sebagai Kampung Quran, penyelenggara mengadakan kirab. Yaitu, dengan ratusan warga dan wisudawan yang berjalan dari Kauman menuju Jalan Pemuda. Lalu melewati jalan Gajahmada dan kembali ke Kauman lewat jalan Kranggan.

Jadi lebih religius

Di laman lain yang kami telusuri juga, yaitu rmoljawatengah.id yang diposting tanggal 29 oktober 2023, ditulis di sana jika kehadiran Kampung Quran di era digital membuat kagum Wali Kota yang sekarang, Mbak Ita.

Kampung Quran menjadi bukti Kota Semarang menjadi kampung religius. Apalagi kawasan Kauman sudah melakukannya dari masa lalu dan terjaga hingga sekarang.

...

Saat kami telusuri tentang Kawasan Kampung Qur'an, kami sedikit malu rasanya mengapa baru tahu ini sekarang setelah 8 tahun dikenalkan. Padahal dari tahun 2018, kami lebih banyak menerbitkan tulisan tentang Alun-alun. Fokus kami di sana, sampai-sampai teralihkan dengan cerita branding Kampung Qur'an.

Mungkin benar ungkapan yang mengatakan 'lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Halaman ini mewakili ungkapan tersebut. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali