Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Melihat Adaptasi Kebiasaan Baru di Masjid Kauman Semarang Saat Salat Jumat

Saat kami tiba dan masuk kawasan masjid, tampak beberapa orang berdiri dengan thermo gun. Jamaah yang sudah diukur suhu tubuhnya ada yang berjalan mengikut pembatas yang telah dibuat menuju tempat wudhu dan sebagian lagi langsung menuju teras masjid.

Jumat siang (14/8), rasa letih di jalan dengan bersepeda terbayar saat tiba. Meski sering kali berkunjung, terutama saat puasa atau prosesi dugderan, baru kali ini kami melaksanakan ibadah salat Jumat di sini.

Kami ingin melihat lebih dekat seperti apa new normal atau adaptasi kebiasaan baru di Masjid Kauman. Karena sebelumnya, kami sudah melihat juga lebih dekat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Standar protokol kesehatan masjid

Setelah menaruh sepeda di tempat parkir khusus sepeda, kami langsung menuju orang yang berdiri dari tadi sambil memegang pengukur suhu. 

Karena kami tidak langsung menuju tempat wudhu, sudah dari rumah wudhunya, kami tidak melihat hand sanitizer yang ditempatkan atau seperti saat di MAJT. 

Kami sudah bersiap tentunya dengan hand sanitizer sendiri sebelum kaki kami menginjakkan teras masjid. Suasananya masih longgar, mungkin kami terlalu cepat. 

Tanda X yang dibuat dari lakban sudah terlihat di teras. Hanya berbeda warna dengan yang di dalam. Bila di luar berwarna hitam (bagian teras), maka bagian dalam berwarna merah.

Tidak ada karpet masjid juga seperti saat normal. Ini adalah protokol kesehatan yang diberlakukan masjid sepertinya. Mengingat di MAJT pun melakukan demikian.



...

Terlihat lega rasanya ketika salat Jumat sudah dimulai dengan khotbah. Suasana khas Masjid Kauman dengan pilar besarnya sangat kami hapal. 

Jamaah sudah pakai masker semua. Semoga pandemi segera berakhir, biar kami kembali tenang tanpa rasa khawatir.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏋️‍♂️ Ketika Laptop Tipis ASUS ExpertBook Ultra Ditindih Barbel 100 Kg, Masih Aman?