Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Tidak Ada Prosesi Dugderan Tahun 2020 di Semarang


Bagi masyarakat Semarang, Dugderan merupakan kegiatan rutin menjelang Puasa. Suasana keramaiannya tentu sangat dirindukan bagi mereka yang punya kenangan. Sayang tahun ini, tradisi yang sudah berlangsung 138 tahun ini tidak ada hingar bingarnya. Penyebabnya, tentu saja karena Corona.

Menjelang puasa, Seminggu sebelumnya kawasan Pasar Johar dan sekitarnya, suasana lebih meriah dari biasanya. Para pedagang berkumpul, arena permainan yang dibangun dengan ukuran besar, kuliner yang jarang ditemui dan lainnya menjadi bagian penting dari Dugderan.

Ada 3 kegiatan biasanya dalam Dugderan. Yang sebelumnya kami sebut adalah Pasar Rakyat Dugderan. Lalu, kegiatan kedua adalah karnaval budaya dan terakhir adalah prosesi Dugderan yang paling menarik minat banyak orang.

Semuanya itu kali ini tidak ada. Apa kabar mereka yang sering terlibat kegiatan ini, terutama pedagang yang jualan roti gandjel rel yang tiap dugderan bakal dibagi-bagikan kepada masyarakat.

Rindu Dugderan

Hari ini kami melintasi kawasan Pasar Johar untuk sedikit melepaskan rindu yang biasanya sebelum puasa, di sini jalannya akan ditutup. Namun sekarang itu tidak terjadi. Beberapa pengguna Instagram saat kami bagikan foto hari ini, mengungkapkan kerinduan mereka terhadap Dugderan. Baca komentar mereka.


Dilakukan secara sederhana

Kami sedikit memiliki rasa penasaran tentang Dugderan tahun ini. Apakah ada info lain yang sebenarnya ada tapi kami tidak mendengarnya?

Setelah mengubek-ubek Google, akhirnya kami menemukan artikel dari situs detik.com yang dipublish seminggu sebelumnya. Atau Kamis tanggal 16 April 2020.

Ternyata tradisi Dugderan tetap dilakukan tahun 2020. Hanya saja, tidak dilakukan seperti biasanya dengan 3 kegiatan yang kami tulis di atas, seperti pawai contohnya.

Menurut situs detik yang berjudul 'Pandemi Corona, Tradisi Dugderan di Semarang Digelar Tanpa Arak-arakan', prosesnya tetap dilakukan dengan datang ke Masjid Kauman. Lalu diterima satu atau dua kiai atau takmir masjid. Kemudian takmir akan woro-woro atau menyampaikan kepada masyarakat lewat toa masjid.

Artikel terkait :

Comments