Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

📍 Cerita dari ISMN Meetup 2026 di Kota Semarang: Literasi, Kopi, dan Wajah-Wajah Familiar

Suasana pagi itu terasa hangat, mirip seperti sebuah reuni kecil. Di dalam ruangan, wajah-wajah familiar yang biasanya kami temui di ekosistem digital Kota Atlas tampak hadir satu per satu. Mulai dari pegiat Instagram yang lincah dengan konten visualnya, rekan jurnalis, hingga kami—pemilik blog (blogger) yang masih setia di jalur tulisan. Kami patut mengapresiasi AyoSemarang yang telah menginisiasi pertemuan ini.

Selasa pagi (13/1), bertempat di Up Peak Hotel kawasan Simpang Lima Semarang, usai memarkirkan sepeda, kami bergegas menuju lantai 2. Di sanalah titik kumpul para pegiat konten ini berlangsung.

Kami disambut langsung oleh sosok di balik AyoSemarang dengan sapaan yang begitu hangat. Beliau memang dikenal humble, apalagi dalam beberapa tahun terakhir kami sering terlibat dalam kegiatan bersama saat diundang di berbagai acara media se-Semarang. Setelah mengisi daftar hadir, kami pun mengambil posisi duduk sembari menikmati hidangan yang telah disediakan.

Semarang Sebagai Kota Kedua

Setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, acara resmi dibuka oleh CEO PT Ayo Media Network, Ruddy Sukarno. Selama ini kami mengenal AyoSemarang sebagai salah satu portal berita yang cukup aktif, namun baru kali ini kami mengenal lebih dekat sosok di balik induk perusahaannya, PT Ayo Media Network.

Dalam welcome speech-nya, beliau memaparkan bahwa rangkaian "hajatan" ini merupakan tur beberapa kota. Dimulai dari Bandung, Semarang terpilih menjadi kota kedua sebelum nantinya berlanjut ke Yogyakarta.

Beliau juga bercerita mengenai basis jaringan yang dibangun oleh Ayo Media Network. Setelah matang dengan produk media seperti AyoSemarang, kini mereka mulai melebarkan sayap ke ranah komunitas melalui ISMN (Indonesia Social Media Network). ISMN inilah yang kami tangkap sebagai wadah kolaborasi untuk merangkul para pegiat digital di setiap kota yang mereka singgahi.

Sajian Sesi Talkshow: Dari AI hingga Homeless Media

Masuk ke menu utama yang paling kami tunggu-tunggu, yakni sesi talkshow. Jujur saja, deretan materi yang ditawarkan adalah alasan utama mengapa kami tertarik untuk meluangkan waktu hadir di sini.

Beberapa poin materi yang dibahas antara lain:

  • Transformasi Ekosistem Media Digital Indonesia 2026 oleh CEO Ekuatorial.com, Asep Saefullah.

  • Tren Media Sosial 2026 & Evolusi Perilaku Audiens oleh Pak Dadan.

  • Literasi Finansial yang dipaparkan oleh perwakilan Bank Indonesia.

  • Optimasi Media Sosial dengan Konten Gen AI oleh Founder Babad.id, Abdul Arif.

  • Understanding Homeless Media: Dari Homeless ke Sustainable oleh Dosen Ilmu Komunikasi USM & Co-Founder Think PR, Sinta Pramucitra.

Mengingat bobot materinya yang cukup padat, tentu tidak semua bisa kami tuangkan dalam satu halaman ini. Namun, kami berjanji akan membedahnya lebih dalam pada postingan berikutnya. Dari sekian banyak paparan, sorotan utama kami tertuju pada masa depan ekosistem media digital, pemanfaatan AI, serta fenomena Homeless Media yang sangat relevan didiskusikan saat ini.

Menjemput Semangat Kolaborasi

Acara yang dihadiri sekitar 50 peserta ini menjadi agenda komunitas kedua yang kami ikuti di awal tahun 2026. Menariknya, kami hadir bukan lewat jalur undangan langsung, melainkan setelah melihat informasinya melintas di beranda Instagram. Karena tertarik, kami pun mengisi formulir pendaftaran secara mandiri.

Semangat "Kolaborasi" kembali didengungkan di sini. Aroma kolaborasi ini senada dengan acara pertama yang kami hadiri di Wisma Perdamaian beberapa waktu lalu yang diselenggarakan jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG).

Kata "Kolaborasi" memang begitu nyaring terdengar sejak awal tahun. Terlepas dari apa tujuan akhirnya nanti, istilah ini sudah sangat akrab di telinga kami dalam beberapa tahun terakhir, bahkan jauh sebelum pandemi melanda.

Kami sampaikan terima kasih kepada penyelenggara yang telah menyediakan ruang diskusi asyik ini. Forum ini membuka banyak perspektif baru, terutama tentang bagaimana media digital seharusnya tidak hanya sekadar mengejar viralitas, tapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan literasi.

Untuk saat ini, kami bagikan suasana serunya dulu. Sebagai catatan, sesaat setelah acara berakhir, pihak penyelenggara menindaklanjuti semangat kolaborasi ini dengan membagikan sebuah tautan formulir. Ajakan seperti apa yang kira-kira ditawarkan di dalamnya? Tunggu ulasan kami selanjutnya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

💻 Kupas Tuntas ASUS No.1 Quality & Service Semarang: Dari Uji Durabilitas Zenbook hingga Garansi 3 Tahun

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

💻 Pengalaman Unik Mampir ke Orbit Computer Semarang yang Ternyata Satu Bangunan dengan Hotel dan Disambut AI Chatbot

💻 Prediksi Terbukti! ASUS Googlebook 14 Hadirkan Standar Baru Laptop Premium Berbasis AI

📌 Car Free Day Simpang Lima Ditiadakan Dua Minggu Gara-Gara MTQ Nasional