Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Konsep Baru Pasar Imlek Semawis Tahun 2023

Acara yang sudah 2 tahun belakangan ini ditiadakan, akhirnya kembali datang. Penyelenggara tidak ingin tampil biasa saja dan bahkan, sedikit memberi kejutan dengan konsep baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untunglah langit juga berkehendak, Kota Semarang cerah dari awal hingga acara berakhir.

Tahun 2023, kegiatan Pasar Imlek Semawis diselenggarakan dari tanggal 20 - 22 Januari. Lokasinya berbeda dari sebelumnya. Kali ini ditaruh di Pasar Gang Baru sampai ke Gang Warung. Rute yang sangat panjang tentunya.

Pintu gerbang

Kami sangat bersemangat menyambut acara tahunan di Kawasan Pecinan ini. Sayangnya, tahun ini akses kami terbatas. Tidak ada undangan seperti tahun-tahun lalu untuk kalangan bloger yang biasanya disamaratakan dengan awak media. Sepertinya mereka mulai selektif dan mencari yang lebih kredibel.

Karena sudah jadi kebiasaan untuk datang, kami sempat mengintip acara saat malam pembukaan. Pintu gerbang utama yang biasanya penuh ornamen ternyata ditaruh di depan pintu masuk Pasar Gang Baru.

Ada ikon unik yang menjadi pembeda untuk acara Pasar Imlek Semawis (PIS) kali ini, yaitu tebu ditoto yang selalu disebut Buto. Ternyata memiliki makna mendalam yang berhubungan dengan rejeki. Sayangnya, kami tidak melihat Buto tersebut yang ditaruh di pintu gerbang.

Rute yang lebih panjang

Bagi yang pernah ke Pasar Gang Baru tentu mengerti bahwa jalannya sangat panjang yang nantinya tembus ke jalanan Gang Warung.

Seperti sedang ke Pasar Malam, suasana jalanan di Gang Baru sudah ramai dari Pintu Gerbang. Pemilik bisnis yang rumahnya ada di sekitar, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang mungkin hanya datang sekali setahun.

Hari pertama cukup ramai dan membuat kami sadar bahwa jalan dari pintu gerbang hingga Gang Warung membuat tubuh kami berjalan cukup banyak. Apakah memenuhi standar aktivitas jalan kaki yang disarankan WHO atau kesehatan? 

Panggung utama di area Waroeng Semawis

Beberapa tahun lalu, kami bisa merasakan suasana duduk di meja Tuk Panjang yang banyak dihidangkan makanan dan minuman yang jarang kami lihat.

Tahun 2023, hanya bisa melihat dari jauh karena yang boleh masuk hanyalah yang punya akses dan undangan saja. 

Panggung utama yang menjadi pusat keramaian PIS kali ini ditempatkan di Gang Warung atau kawasan Waroeng Semawis yang biasanya rutin digelar tiap akhir pekan.

Di sini benar-benar padat, apalagi waktunya memang barengan dengan Waroeng Semawis. Suasana yang dirindukan setelah Pemerintah resmi meniadakan Pembatasan Kegiatan Masyarat (PKM).

...

Selesai sudah keramaian awal tahun di Kota Semarang yang dibuka dari kawasan Pecinan. Selamat tahun baru Imlek 2023, semoga senantiasa mendapatkan berkah dan keberuntungan besar sepanjang tahun.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali