Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Wolbachia Teknologi yang Ramah Lingkungan

Wolbachia yang merupakan bakteri alami dan terdapat pada 50% serangga disebutkan aman untuk diterapkan. Bahkan dalam hasil analisis risiko oleh tim yang dibentuk Kemenristek dan Balitbangkes Kemenkes dalam 30 tahun risiko teknologi Wolbachia dapat diabaikan.

Halaman ini kembali melanjutkan postingan yang diterbitkan bulan Desember 2022 tentang Wingko Semarang, yaitu program pengendalian DBD di Kota Semarang.

Wolbachia jadi semacam upaya untuk menekan penyebaran DBD. Beberapa kota sudah melakukannya, dan sekarang giliran tiba di Kota Semarang. 

Apakah aman?

Beruntung slide persentasi yang dipaparkan dibagikan kepada peserta saat kami turut hadir mengikuti kegiatan workshop di bulan Desember kemarin.

Dalam slide, teknologi Wolbachia aman dan ramah lingkungan. Menambahkan referensi, kami mengutip dari halaman website kemes.go.id yang menulis bagaimana uji coba nyambuk ber-Wolbachia telah dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Hasilnya, di lokasi yang telah disebar Wolbachia terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77 persen. Intervensi ini, lanjut Prof. Uut, jauh lebih efektif dibandingkan pemberian vaksin dengue. Dari segi pembiayaan juga diklaim lebih murah.

''Penelitian WMP Yogyakarta, sudah menghasilkan bukti bahwa di wilayah yang kita sebari nyamuk angka denguenya menurun 77,1% dan angka hospitalization karena dengue berkurang 86,1%. Intervensi ini efektivitasnya lebih bagus daripada vaksin dengue,'' Ujar Prof. Uut.

Selain efisien dan efektif, ia memastikan Wolbachia aman, gigitannya tidak akan berdampak terhadap kesehatan manusia.

...

Inovasi teknologi Wolbachia terus dikembangkan dan diusahakan menjadi program nasional untuk menekan penyebaran dengue di Indonesia.  Kota Semarang memulai programnya tahun ini.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?