Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Wolbachia Teknologi yang Ramah Lingkungan

Wolbachia yang merupakan bakteri alami dan terdapat pada 50% serangga disebutkan aman untuk diterapkan. Bahkan dalam hasil analisis risiko oleh tim yang dibentuk Kemenristek dan Balitbangkes Kemenkes dalam 30 tahun risiko teknologi Wolbachia dapat diabaikan.

Halaman ini kembali melanjutkan postingan yang diterbitkan bulan Desember 2022 tentang Wingko Semarang, yaitu program pengendalian DBD di Kota Semarang.

Wolbachia jadi semacam upaya untuk menekan penyebaran DBD. Beberapa kota sudah melakukannya, dan sekarang giliran tiba di Kota Semarang. 

Apakah aman?

Beruntung slide persentasi yang dipaparkan dibagikan kepada peserta saat kami turut hadir mengikuti kegiatan workshop di bulan Desember kemarin.

Dalam slide, teknologi Wolbachia aman dan ramah lingkungan. Menambahkan referensi, kami mengutip dari halaman website kemes.go.id yang menulis bagaimana uji coba nyambuk ber-Wolbachia telah dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Hasilnya, di lokasi yang telah disebar Wolbachia terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77 persen. Intervensi ini, lanjut Prof. Uut, jauh lebih efektif dibandingkan pemberian vaksin dengue. Dari segi pembiayaan juga diklaim lebih murah.

''Penelitian WMP Yogyakarta, sudah menghasilkan bukti bahwa di wilayah yang kita sebari nyamuk angka denguenya menurun 77,1% dan angka hospitalization karena dengue berkurang 86,1%. Intervensi ini efektivitasnya lebih bagus daripada vaksin dengue,'' Ujar Prof. Uut.

Selain efisien dan efektif, ia memastikan Wolbachia aman, gigitannya tidak akan berdampak terhadap kesehatan manusia.

...

Inovasi teknologi Wolbachia terus dikembangkan dan diusahakan menjadi program nasional untuk menekan penyebaran dengue di Indonesia.  Kota Semarang memulai programnya tahun ini.

Artikel terkait :

Comments