Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Ketika Video Tentang Sepeda Treadmill Ini Viral di TikTok Sampai Instagram dotsemarang

Hingga hari ini kami masih terus mendapatkan love atau suka dari pengguna Instagram meskipun postingannya sudah lebih dari 2 Minggu. Kami sendiri tidak menyangka bahwa ini menarik perhatian pengguna di media sosial.

Video ini kami ambil pada hari minggu pagi (6/9/2020) saat sedang berjalan pulang setelah dari kawasan Simpang Lima. Saat itu ada rombongan pesepeda dan salah satunya cukup menarik perhatian kami.

Setelah berhasil merekam dan telah di rumah, kami mencari tahu tentang sepeda unik ini, mengingat sebelumnya sempat melihat di media sosial.

Sepeda Lopifit

Ya, itu namanya sepeda Lopifit. Dari situs liputan6.com yang telah terbit tanggal 16 Desember 2016, sepeda yang menggabungkan dengan treadmill ini sudah populer di beberapa negara sejak pertama kali disebarluaskan pada tahun 2014.

Kami tidak menyangkanya bahwa 6 tahun kemudian ada yang membuatnya di Semarang. Kami pikir itu emang dibuat, mengingat harganya sendiri masih sangat mahal. Coba cari di mesin pencari, harganya bisa di atas 50 juta.

Menjadi viral

Video ini pertama kali kami unggah di TikTok setelah hari itu juga kami rekam. Hanya berselang beberapa jam, video tersebut mendadak hadir di Instagram. Bahkan beberapa akun men-tag akun dotsemarang. 


Hari kedua atau hari Senin (7/9), video ini kami bawa ke akun Instagram dotsemarang. Responnya kurang lebih sama di TikTok. Banyak sekali notifikasi yang membanjiri kedua akun tersebut.

Tidak menunggu lama, pemilik sepeda yang kami rekam memberi komen di Instagram. Beliau adalah Pak Sulaji yang komentarnya sudah kami beri pin untuk kamu yang penasaran siapa di dalam video tersebut.

Seminggu berlalu, video di Instagram atau dari TikTok masih saja direpost akun-akun besar. Bahkan terbaru, kami dihubungi pihak Trans 7 untuk izin membawa konten mereka ke tayangan televisi mereka.

Itu adalah pengalaman seru yang pernah kami buat selama aktif di media sosial. Termasuk pak Sulaji, bahkan anak beliau juga mengirimin video terbaru tentang sepeda treadmill Lopifit tersebut.



Kabar terbaru dari Pak Sulaji, beliau mengirimkan video tutorial pembuatan sepeda tersebut yang sudah direkam dan ditaruh di Youtube. Menarik sekali dan beliau memanfaatkan momen ini untuk berbagi. Ditunggu saja seperti apa videonya nanti.

...

Kami pikir kami belajar juga dari sini tentang konten viral. Meski tidak berharap atau mengkondisikan kontennya akan menjadi perbincangan, kami melihat sesuatu yang unik dan itu disukai pengguna media sosial.

Melihat sesuatu yang berbeda adalah cara untuk membuat konten yang disukai. Coba saja jika ingin. Tapi kuncinya adalah konsisten dan sabar. Karena semua itu butuh momen di saat yang tepat.

Artikel terkait :

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali