Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

Komitmen Berikan Fasilitas Internet, XL Axiata Kerja Sama dengan Sekolah Sungai di Yogyakarta

Dalam siaran pers yang kami terima tanggal 24 September 2020, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus melanjutkan komitmennya mendukung penyediaan fasilitas akses internet untuk pelajar yang harus mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kali ini adalah Yogyakarta, seperti apa kerja sama tersebut?

Di Yogyakarta, dukungan tersebut berupa bantuan paket internet untuk 81 pelajar dan pemasangan router di “Sekolah Sungai” yang didirikan oleh Project Child Indonesia (PCI). Penyaluran dilaksanakan secara bertahap di tiga lokasi bantaran sungai yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (24/9). 

Group Head Central Region XL Axiata, Rd. Sofia Purbayanti mengatakan, 

Selain pelajar yang bersekolah di sekolah formal, kebutuhan untuk bisa akses data juga dibutuhkan oleh anak-anak yang selama ini bersekolah di sekolah informal. Pandemi yang masih terus berlangsung juga menghalangi mereka untuk bisa bersekolah secara tatap muka dengan para pengajarnya. Contohnya anak-anak masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal dibantaran kali Winongo di Yogyakarta, yang selama ini bersekolah di Sekolah Sungai. Kami di XL Axiata sangat senang bisa bersama teman-teman aktivis untuk membantu akses internet bagi anak-anak kita tersebut.

Menurut Sofia, untuk mendukung kebutuhan akses internet, XL Axiata menyediakan paket internet khusus untuk para pelajar SD-SMP dalam komunitas Sekolah Sungai. 

Paket Internet ini telah disalurkan langsung ke 81 pelajar yang bermukim di masing-masing bantaran sungai. Tiap anak akan mendapatkan 10GB per bulan selama 3 bulan yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh platform dan aplikasi di smartphone. 

Bantuan akses internet dari XL Axiata disalurkan ke Sekolah Sungai yang berlokasi di Kampung Jetisharjo Kecamatan Jetis Yogyakarta, Kampung Bener Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta, dan Dusun Gowok Kecamatan Depok Sleman.

Tidak berhenti di situ, router yang disalurkan ke Sekolah Sungai bisa diakses secara bersamaan sekaligus hingga 32 perangkat baik smartphone, tablet, maupun laptop. 

XL Axiata juga membekali setiap router dengan paket data 20GB yang akan diisi setiap bulan selama setahun. Untuk menjaga dan memastikan router tersebut dimanfaatkan secara semestinya, XL Axiata menyerahkan pengelolaannya ke para pengajar yang tegabung dalam PCI. 

Program donasi akses internet untuk mendukung pelaksanaan PJJ ini akan terus XL Axiata perluas ke wilayah Indonesia lainnya. 

Sekolah Sungai sendiri merupakan salah satu program dari PCI yang lahir atas keinginan untuk berkontribusi terhadap pendidikan non-formal anak-anak, khususnya yang bermukim di area rawan bencana seperti bantaran sungai dan tepi pantai. 

Program ini ingin memastikan bahwa seluruh anak yang bermukim di bantaran sungai mampu memahami dan merasakan lingkungan belajar yang positif dan sehat.

Program Manager PCI, Anjani Tri Fatharini mengungkapkan, 

Sekolah Sungai merupakan program yang kami inisiasi dalam bentuk pendampingan terhadap pelajar SD-SMP di tiga daerah bantaran sungai Yogyakarta. Mayoritas penduduk yang bermukim di bantaran sungai ini bekerja sebagai buruh harian, pemulung, dan pekerja lepas. Dengan rata-rata jumlah penduduk sekitar 500 orang per dusun, sekitar 7% di antaranya merupakan anak-anak usia 7-13 tahun yang bergabung di Sekolah Sungai binaan PCI.”

Nadia menambahkan, di tengah pandemi ini ada begitu banyak tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan proses belajar mengajar. 

Sekolah Sungai yang tersebar di tiga dusun pun harus beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam proses belajar dan mengajar.

Selain kendala gawai, salah satunya adalah ketersediaan kuota internet. Masalah kuota data memang menjadi persoalan riil yang dihadapi banyak siswa sejak PJJ dilaksanakan. Bantuan akses internet gratis dari XL Axiata memang sangat mereka perlukan.

Gambar : XL

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

📌 Pembaruan Kebijakan & Privasi X Terbaru (September 2026): Apa Artinya Buat Kita dan Akun Komunitas Lokal?

💻 Menilik ASUS ExpertBook B9450: Laptop Eks Kantor Jepang 7 Jutaan

💻 Pengalaman Unik Mampir ke Orbit Computer Semarang yang Ternyata Satu Bangunan dengan Hotel dan Disambut AI Chatbot

🎪 Arak-arakan Tak Pernah Gagal: Mengamati Pawai Ta’aruf MTQ dari JPO Pandanaran Semarang