Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Tren Video Conference di Tahun 2020


Meski sudah diperbincangkan lama, bahkan tahun 2018 sudah diprediksi, postingan kali ini terinspirasi dari online launching ExpertBook B9, Selasa kemarin (2/6), awal bulan Juni. Video conference kini semakin sering dimanfaatkan, khususnya acara.

September 2018, situs liputan6.com menuliskan video conference jadi tren di masa depan. Dalam artikel, Simon Dudley, Head of Product Strategy and Sales Enablement Video Collaboration Logitech menyebutkan dalam 5 tahun mendatang video conference akan menjadi tren.

Alasannya? Dalam 5 tahun mendatang generasi milenial akan menguasai 75 persen total tenaga kerja dunia. Ada 35 persen pekerja bekerja secara mobile. 

Meski sistem ini (video conference) sudah diadopsi sejak lama, 25 tahun terakhir dan dianggap belum berhasil, dengan pergeseran gaya kerja, pemanfaatan video conference diprediksi kian meluas. 

Pandemi Covid-19

Bila menghitung prediksi yang dikatakan Simon Dudley pada rentang waktu tahun 2018, seharusnya 5 tahun mendatang adalah tahun 2023.

Kenyataannya, tren video conference sudah digunakan sekarang ini. Penyebabnya tren ini lebih cepat muncul karena pandemi covid-19. 

Semua negara sedang berusaha pulih dari pandemi. Orang-orang mulai dibatasi keluar rumah, para pekerja bahkan terkena imbasnya dan mau tidak mau, jadwal meeting yang biasanya dilakukan di kantor, kini harus dilakukan di tempat yang berbeda.

3 hal yang mendukung tren

Selain pandemi covid-19 yang paling berpengaruh mempercepat tren, ada 3 hal lain juga yang membuat video conference menjadi paling banyak digunakan sekarang ini.

Mulai dari manfaatnya yang lebih meluas, kehadiran perangkat yang lebih mudah dan ketersediaan layanan yang lebih banyak.

Tiap hari, kita sering membaca atau mendegar acara yang menggunakan Zoom, Skype, Microsoft Team, atau hingga google hangouts yang ngebranding kembali dengan nama google meet. Semua aplikasi tersebut, sangat mudah digunakan dan bahkan bisa diinstal hanya lewat smartphone. 

Dukungan perangkat

Tren video conference jadi hal baru setelah diberlakukannya work from home bagi mereka yang bekerja di kantor. ASUS jeli melihat tren yang akhirnya mengenalkan varian laptopnya yang diberi nama ExpertBook.

Dukungan perangkat sangat penting untuk memberi kenyamanan pada si pengguna. Masalah isu keamanan, audio yang kurang baik, privasi, hingga konektivitas coba dibenahi oleh ASUS untuk menawarkan produknya. Untuk menyasar kalangan pebisnis premium, harganya tentu biasa. Namun buat di luar segmen, itu mahal sekali.

Mari ucapkan selamat datang pada tren video conference di tahun 2020. Apakah kamu menjadi bagian tren atau masih mengamati sambil belajar memahami.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

⚡ Wajah Baru Sudut Brigjend Katamso: Saat Lokasi Strategis Menjadi Saksi Evolusi Elektrik

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🥐 Toko Kue Gambang: Antara Ganjel Rel Modern dan Riuh Media Sosial