Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Agustus 2026

Image
Memasuki bulan Agustus, atmosfer di sudut-sudut Kota Semarang mulai terasa berbeda. Kibaran bendera merah putih, umbul-umbul yang mulai menghiasi jalanan protokol, hingga gapura kampung yang bersolek cantik menandai dimulainya bulan kemerdekaan. Semarak Agustus selalu menjadi daya pikat tersendiri yang dinanti setiap tahunnya. Sebagai blog yang terus memantau pergerakan aktivitas lokal, kami pun tidak sabar membagikan daftar acara menarik apa saja yang bakal memeriahkan kota sepanjang bulan ini. Salah satu magnet utama yang paling ditunggu-tunggu adalah perayaan tahunan kirab budaya yang berpusat di Sam Poo Kong. Event akulturasi budaya berskala besar tersebut dipastikan akan menjadi daya tarik utama, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Atlas. Bagi yang sedang menyusun rencana akhir pekan atau mencari hiburan di sela-sela aktivitas harian, berikut adalah kalender agenda, acara, festival kuliner, dan kegiatan komunitas di Kota Semarang sepanjang bulan ...

Tren Video Conference di Tahun 2020


Meski sudah diperbincangkan lama, bahkan tahun 2018 sudah diprediksi, postingan kali ini terinspirasi dari online launching ExpertBook B9, Selasa kemarin (2/6), awal bulan Juni. Video conference kini semakin sering dimanfaatkan, khususnya acara.

September 2018, situs liputan6.com menuliskan video conference jadi tren di masa depan. Dalam artikel, Simon Dudley, Head of Product Strategy and Sales Enablement Video Collaboration Logitech menyebutkan dalam 5 tahun mendatang video conference akan menjadi tren.

Alasannya? Dalam 5 tahun mendatang generasi milenial akan menguasai 75 persen total tenaga kerja dunia. Ada 35 persen pekerja bekerja secara mobile. 

Meski sistem ini (video conference) sudah diadopsi sejak lama, 25 tahun terakhir dan dianggap belum berhasil, dengan pergeseran gaya kerja, pemanfaatan video conference diprediksi kian meluas. 

Pandemi Covid-19

Bila menghitung prediksi yang dikatakan Simon Dudley pada rentang waktu tahun 2018, seharusnya 5 tahun mendatang adalah tahun 2023.

Kenyataannya, tren video conference sudah digunakan sekarang ini. Penyebabnya tren ini lebih cepat muncul karena pandemi covid-19. 

Semua negara sedang berusaha pulih dari pandemi. Orang-orang mulai dibatasi keluar rumah, para pekerja bahkan terkena imbasnya dan mau tidak mau, jadwal meeting yang biasanya dilakukan di kantor, kini harus dilakukan di tempat yang berbeda.

3 hal yang mendukung tren

Selain pandemi covid-19 yang paling berpengaruh mempercepat tren, ada 3 hal lain juga yang membuat video conference menjadi paling banyak digunakan sekarang ini.

Mulai dari manfaatnya yang lebih meluas, kehadiran perangkat yang lebih mudah dan ketersediaan layanan yang lebih banyak.

Tiap hari, kita sering membaca atau mendegar acara yang menggunakan Zoom, Skype, Microsoft Team, atau hingga google hangouts yang ngebranding kembali dengan nama google meet. Semua aplikasi tersebut, sangat mudah digunakan dan bahkan bisa diinstal hanya lewat smartphone. 

Dukungan perangkat

Tren video conference jadi hal baru setelah diberlakukannya work from home bagi mereka yang bekerja di kantor. ASUS jeli melihat tren yang akhirnya mengenalkan varian laptopnya yang diberi nama ExpertBook.

Dukungan perangkat sangat penting untuk memberi kenyamanan pada si pengguna. Masalah isu keamanan, audio yang kurang baik, privasi, hingga konektivitas coba dibenahi oleh ASUS untuk menawarkan produknya. Untuk menyasar kalangan pebisnis premium, harganya tentu biasa. Namun buat di luar segmen, itu mahal sekali.

Mari ucapkan selamat datang pada tren video conference di tahun 2020. Apakah kamu menjadi bagian tren atau masih mengamati sambil belajar memahami.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Agustus 2026

🚗 Wajah Baru Eks Gedung GO Majapahit: Pengalaman Pertama Servis Mobil Tanpa Drama di QuikFix & New Prodi Ban Semarang

🏮 Agenda Semarang: Festival Arak-arakan Cheng Ho 2026

Parkir di The Park Mall Hanya Melayani Pembayaran Non Tunai

🏮 Waroeng Semawis Tutup Lagi: Antara Evaluasi Manajemen dan Gesernya Selera Nongkrong di Pecinan