Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Rindu Dugderan, Nonton Film Pendek Ini


Setelah posting tentang prosesi Dugderan yang ditiadakan tahun ini beberapa hari lalu, kami kembali dengan tema yang sama, yaitu Dugderan. Kali ini lewat video yang dirilis di Youtube, kita dapat mengobati rindu tentang agenda rutin tiap tahun sebelum bulan puasa di Kota Semarang.

Berdurasi kurang dari 9 menit, film pendek dengan judul 'Ibu, Aku Rindu' ini diunggah di kanal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang atau Disbudpar.

Dalam keterangannya di video, film ini didedikasikan untuk warga Kota Semarang yang tidak bisa menikmati tradisi Dugderan 2020 serta mereka yang rindu keluarga terjebak jarak dan Covid-19.

Sinopsis film

Dalam film banyak ditampilkan potongan-potongan dokumentasi tentang prosesi Dugderan yang dibalut cerita sederhana antara anak dan ibu. Si Anak yang diperankan R. Galih Riyadi ini ingin melihat Dugderan.

Tapi sang Ibu yang diperankan Hermani Sektiwati menahan putranya tersebut untuk tetap di rumah saja, meski rindu cucunya juga. Percakapan keduanya menjadi cerita utama dalam film.

Film yang disutradarai Sandi Mumu dan Rama Galih ini banyak membawa konten edukasi tentang sejarah Dugderan yang melambangkan keberagaman di Kota Semarang.

Bagian akhir film, cuplikan kutipan yang langsung diambil dari suara Wali Kota Semarang mengajak masyarakat untuk bersama-sama untuk terus bersemangat menghadapi tantangan di tengah pandemi saat ini.

Tonton filmnya 

Lagu penutup dari Soegi Bornean dengan judul Bait Perindu membuat suasana sedikit haru. Bahkan dalam komentar, beberapa akun yang berkomentar mengutarakan rasa sedih menonton film pendek ini.



Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏋️‍♂️ Ketika Laptop Tipis ASUS ExpertBook Ultra Ditindih Barbel 100 Kg, Masih Aman?