Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Rindu Dugderan, Nonton Film Pendek Ini


Setelah posting tentang prosesi Dugderan yang ditiadakan tahun ini beberapa hari lalu, kami kembali dengan tema yang sama, yaitu Dugderan. Kali ini lewat video yang dirilis di Youtube, kita dapat mengobati rindu tentang agenda rutin tiap tahun sebelum bulan puasa di Kota Semarang.

Berdurasi kurang dari 9 menit, film pendek dengan judul 'Ibu, Aku Rindu' ini diunggah di kanal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang atau Disbudpar.

Dalam keterangannya di video, film ini didedikasikan untuk warga Kota Semarang yang tidak bisa menikmati tradisi Dugderan 2020 serta mereka yang rindu keluarga terjebak jarak dan Covid-19.

Sinopsis film

Dalam film banyak ditampilkan potongan-potongan dokumentasi tentang prosesi Dugderan yang dibalut cerita sederhana antara anak dan ibu. Si Anak yang diperankan R. Galih Riyadi ini ingin melihat Dugderan.

Tapi sang Ibu yang diperankan Hermani Sektiwati menahan putranya tersebut untuk tetap di rumah saja, meski rindu cucunya juga. Percakapan keduanya menjadi cerita utama dalam film.

Film yang disutradarai Sandi Mumu dan Rama Galih ini banyak membawa konten edukasi tentang sejarah Dugderan yang melambangkan keberagaman di Kota Semarang.

Bagian akhir film, cuplikan kutipan yang langsung diambil dari suara Wali Kota Semarang mengajak masyarakat untuk bersama-sama untuk terus bersemangat menghadapi tantangan di tengah pandemi saat ini.

Tonton filmnya 

Lagu penutup dari Soegi Bornean dengan judul Bait Perindu membuat suasana sedikit haru. Bahkan dalam komentar, beberapa akun yang berkomentar mengutarakan rasa sedih menonton film pendek ini.



Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali