Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Cegah Penyebaran Corona Lebih Meluas, Jalan Protokol Semarang Ditutup Sementara
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Sejak dimulai akhir bulan Maret, jalan utama Semarang seperti arah ke Simpang Lima tiap akhir pekan ditutup sementara. Masyarakat dihimbau untuk lebih baik berdiam diri di rumah atau stay at home. Dan kabar terbaru, jalan lainnya akan ditambah untuk hal yang sama.
Minggu pertama bulan April, kami ingin memastikan langsung bagaimana proses penutupan jalan yang dilakukan Pemkot Semarang lewat Dinas Perhubungan. Jalan yang kami pantau adalah jalan Ahmad Yani, dekat kantor Radio RRI. Ini adalah rute yang paling dekat dengan jarak tempat tinggal kami.
Mulai Jumat
Karena arah jalan yang ditutup sama seperti saat Car Free Day, kami berharap sesuatu yang berbeda. Jalan Ahmad Yani mulai sepi, meski begitu kendaraan masih saja lalu lalang. Hingga pukul 6 malam dari ketentuan yang diberlakukan akhirnya seorang petugas Dishub menutup jalan.
Jalan yang ditutup sementara pada waktu kami lihat dimulai hari Jumat malam dan kembali dibuka Senin jam 6 pagi. Itu artinya selama 2 hari, Sabtu dan Minggu, jalan ke Simpang Lima ditutup full.
Bila CFD hanya ditutup beberapa jam saja, kali ini berbeda. Membayangkan ditutup sehari saja sudah membuat khawatir. Namun kali ini selama 2 hari.
5 jalan protokol
Instagram @semarangpemkot
4 jalan protokol yang mengarah ke Simpang Lima ditutup. Dan satu jalan protokol yang biasanya digunakan untuk CFD, jalan Pemuda juga ditutup. Selengkapnya berikut ini ;
Jalan Pandanaran mulai Tugu Muda sampai Simpang Lima
Jalan Gajah Mada mulai Simpang Lima sampai Simpang Gendingan
Jalan Pahlawan mulai bundaran tugu tunas sampai Simpang Lima
Jalan Achmad Yani mulai simpang RRI sampai Simpang Lima
Jalan Pemuda mulai Mal Paragon sampai Tugu Muda
Surga para pesepeda
Sabtu pagi (18/4) kami masih terus memantau apa yang terjadi selama jalan ditutup total hari Sabtu dan Minggu. Dan kenyataannya yang kami lihat adalah orang-orang yang bersepeda seperti menemukan tempat yang menyenangkan.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
Simpang Lima yang sepi dari aktivitas orang-orang maupun berkendara terlihat senggang. Suasananya benar-benar dimanfaatkan para pesepeda mengayuh pedalnya dari yang santai hingga yang membuat jantung naik turun.
Kami tidak tahu seberapa aman bersepeda dan berolahraga, sebagian di lapangan Simpang Lima, di tengah wabah Corona saat ini. Yang jelas, orang-orang pada menggunakan masker dalam berkegiatan. Semoga kami bisa menemukan artikel bagus soal ini.
Penutupan Jalan Tahap II
Setelah mulai rutin menjalankan program penutupan jalan dampak Corona tahap pertama, Pemkot Semarang kembali mengupayakan penutupan jalan tahan kedua yang dimulai tanggal 20 April.
Ruas jalan yang ditutup diantaranya :
Jalan Dr. Wahidin (dari Simpang TL Kaliwiru sampai Simpang Sisingamaharaja)
Jalan Lamper Tengah (Dari Simpang Majapahit sampai Simpang Mrican).
Jalan Tanjung (dari Simpang Imam Bonjol sampa Simpang Pemuda).
Instagram @semarangpemkot
..
Penutupan jalan utama di Kota Semarang tahap pertama hanya dilakukan menjelang akhir pekan saja. Dimulai dari Jumat malam dan dibuka kembali Senin Pagi. Penutupan ini hanya sementara hingga Corona mereda.
Entah kapan itu mereda, kami harap itu segera. Dan masyarakat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment