Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Cegah Penyebaran Corona Lebih Meluas, Jalan Protokol Semarang Ditutup Sementara
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Sejak dimulai akhir bulan Maret, jalan utama Semarang seperti arah ke Simpang Lima tiap akhir pekan ditutup sementara. Masyarakat dihimbau untuk lebih baik berdiam diri di rumah atau stay at home. Dan kabar terbaru, jalan lainnya akan ditambah untuk hal yang sama.
Minggu pertama bulan April, kami ingin memastikan langsung bagaimana proses penutupan jalan yang dilakukan Pemkot Semarang lewat Dinas Perhubungan. Jalan yang kami pantau adalah jalan Ahmad Yani, dekat kantor Radio RRI. Ini adalah rute yang paling dekat dengan jarak tempat tinggal kami.
Mulai Jumat
Karena arah jalan yang ditutup sama seperti saat Car Free Day, kami berharap sesuatu yang berbeda. Jalan Ahmad Yani mulai sepi, meski begitu kendaraan masih saja lalu lalang. Hingga pukul 6 malam dari ketentuan yang diberlakukan akhirnya seorang petugas Dishub menutup jalan.
Jalan yang ditutup sementara pada waktu kami lihat dimulai hari Jumat malam dan kembali dibuka Senin jam 6 pagi. Itu artinya selama 2 hari, Sabtu dan Minggu, jalan ke Simpang Lima ditutup full.
Bila CFD hanya ditutup beberapa jam saja, kali ini berbeda. Membayangkan ditutup sehari saja sudah membuat khawatir. Namun kali ini selama 2 hari.
5 jalan protokol
Instagram @semarangpemkot
4 jalan protokol yang mengarah ke Simpang Lima ditutup. Dan satu jalan protokol yang biasanya digunakan untuk CFD, jalan Pemuda juga ditutup. Selengkapnya berikut ini ;
Jalan Pandanaran mulai Tugu Muda sampai Simpang Lima
Jalan Gajah Mada mulai Simpang Lima sampai Simpang Gendingan
Jalan Pahlawan mulai bundaran tugu tunas sampai Simpang Lima
Jalan Achmad Yani mulai simpang RRI sampai Simpang Lima
Jalan Pemuda mulai Mal Paragon sampai Tugu Muda
Surga para pesepeda
Sabtu pagi (18/4) kami masih terus memantau apa yang terjadi selama jalan ditutup total hari Sabtu dan Minggu. Dan kenyataannya yang kami lihat adalah orang-orang yang bersepeda seperti menemukan tempat yang menyenangkan.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
Simpang Lima yang sepi dari aktivitas orang-orang maupun berkendara terlihat senggang. Suasananya benar-benar dimanfaatkan para pesepeda mengayuh pedalnya dari yang santai hingga yang membuat jantung naik turun.
Kami tidak tahu seberapa aman bersepeda dan berolahraga, sebagian di lapangan Simpang Lima, di tengah wabah Corona saat ini. Yang jelas, orang-orang pada menggunakan masker dalam berkegiatan. Semoga kami bisa menemukan artikel bagus soal ini.
Penutupan Jalan Tahap II
Setelah mulai rutin menjalankan program penutupan jalan dampak Corona tahap pertama, Pemkot Semarang kembali mengupayakan penutupan jalan tahan kedua yang dimulai tanggal 20 April.
Ruas jalan yang ditutup diantaranya :
Jalan Dr. Wahidin (dari Simpang TL Kaliwiru sampai Simpang Sisingamaharaja)
Jalan Lamper Tengah (Dari Simpang Majapahit sampai Simpang Mrican).
Jalan Tanjung (dari Simpang Imam Bonjol sampa Simpang Pemuda).
Instagram @semarangpemkot
..
Penutupan jalan utama di Kota Semarang tahap pertama hanya dilakukan menjelang akhir pekan saja. Dimulai dari Jumat malam dan dibuka kembali Senin Pagi. Penutupan ini hanya sementara hingga Corona mereda.
Entah kapan itu mereda, kami harap itu segera. Dan masyarakat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Smartphone merek asal Tiongkok ini sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana kami saat berniat memiliki ponsel 5G pertama. Namun karena satu dan lain hal, kami akhirnya tergoda untuk melakukan sedikit "perjudian." Apa yang sebenarnya membuat kami mendadak tertarik dengan itel P55 5G ini? Cerita bermula saat keberuntungan kami mendadak luntur di pertengahan tahun. Smartphone utama yang kami gunakan sehari-hari performa baterainya drop total. Bahkan, saking parahnya, bagian layarnya sampai terangkat (melendung). Padahal semenjak mempensiunkan ASUS Zenfone 5, kami sangat mengandalkan perangkat ini—yang kebetulan didapat dari kebaikan rekan-rekan komunitas bola kami (istilahnya, kami dipinjamkan perangkat untuk operasional). Karena perangkat yang kami gunakan, termasuk tablet, bukanlah barang baru, masalah umur memang tidak bisa bohong. Sadar bahwa menunggu perangkat ini benar-benar mati total akan memicu masalah besar bagi produktivitas blog, kami memutuskan untuk mempercepat ...
Tren olahraga padel di Kota Semarang tampaknya masih belum terbendung. Kehadiran Gets Courts yang baru saja beroperasi di kawasan Jalan Soekarno Hatta menjadi babak baru yang sangat menarik. Pasalnya, dalang di balik berdirinya fasilitas olahraga ini adalah Gets Group—sebuah nama yang sudah sangat familier di telinga masyarakat melalui jaringan hotelnya di Kota Atlas. Kami sendiri baru menyadari jika pusat olahraga padel teranyar ini berada di bawah payung grup hotel tersebut setelah kami memperbarui konten portofolio visual kami baru-baru ini. Kebetulan, lokasinya juga tidak terlampau jauh dari Lapangan Mini Soccer Barito Semarang , kawasan yang beberapa kali sempat kami ulas di blog. Tepat pada tanggal 18 Juli kemarin, Gets Courts rupanya baru saja menggelar momen soft opening . Sayang sekali, kali ini kami tidak mendapatkan undangan resmi, sehingga tidak bisa mengintip langsung kemeriahan suasananya dari dalam area lapangan secara langsung. Melebarkan Sayap Bisnis ke Dunia Sport ...
Sulit berpaling ketika melihat nama Joko Anwar terpampang nyata di poster feed Instagram salah satu akun kompetisi film kampus di Semarang. Sayangnya, karena antusiasme yang luar biasa, kami gagal mengamankan kursi free entry yang disediakan panitia. Kehabisan tiket memang menyisakan sedikit penyesalan, namun energi dari gelaran tersebut justru menginspirasi kami untuk menuliskan catatan ini. Sebuah pertanyaan besar pun muncul ke permukaan: Apakah tahun 2026 ini akan menjadi tahun emas bagi kebangkitan sineas film di Kota Semarang? Kawah Candradimuka di Kampus Udinus Gairah sinema lokal ini ditiupkan oleh Parade Film Udinus #3 . Mengingat tanda tagar di belakang namanya, kompetisi film tahunan ini jelas bukan lagi sekadar acara kemarin sore. Karena kami tidak mendapatkan slot kursi penonton, tulisan ini tentu tidak akan mengulas secara teknis jalannya festival atau siapa saja daftar pemenangnya. Namun, magnet seorang Joko Anwar tidak bisa bohong. Kami bisa membayangkan betapa riu...
Comments
Post a Comment