Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Cegah Penyebaran Corona Lebih Meluas, Jalan Protokol Semarang Ditutup Sementara
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Sejak dimulai akhir bulan Maret, jalan utama Semarang seperti arah ke Simpang Lima tiap akhir pekan ditutup sementara. Masyarakat dihimbau untuk lebih baik berdiam diri di rumah atau stay at home. Dan kabar terbaru, jalan lainnya akan ditambah untuk hal yang sama.
Minggu pertama bulan April, kami ingin memastikan langsung bagaimana proses penutupan jalan yang dilakukan Pemkot Semarang lewat Dinas Perhubungan. Jalan yang kami pantau adalah jalan Ahmad Yani, dekat kantor Radio RRI. Ini adalah rute yang paling dekat dengan jarak tempat tinggal kami.
Mulai Jumat
Karena arah jalan yang ditutup sama seperti saat Car Free Day, kami berharap sesuatu yang berbeda. Jalan Ahmad Yani mulai sepi, meski begitu kendaraan masih saja lalu lalang. Hingga pukul 6 malam dari ketentuan yang diberlakukan akhirnya seorang petugas Dishub menutup jalan.
Jalan yang ditutup sementara pada waktu kami lihat dimulai hari Jumat malam dan kembali dibuka Senin jam 6 pagi. Itu artinya selama 2 hari, Sabtu dan Minggu, jalan ke Simpang Lima ditutup full.
Bila CFD hanya ditutup beberapa jam saja, kali ini berbeda. Membayangkan ditutup sehari saja sudah membuat khawatir. Namun kali ini selama 2 hari.
5 jalan protokol
Instagram @semarangpemkot
4 jalan protokol yang mengarah ke Simpang Lima ditutup. Dan satu jalan protokol yang biasanya digunakan untuk CFD, jalan Pemuda juga ditutup. Selengkapnya berikut ini ;
Jalan Pandanaran mulai Tugu Muda sampai Simpang Lima
Jalan Gajah Mada mulai Simpang Lima sampai Simpang Gendingan
Jalan Pahlawan mulai bundaran tugu tunas sampai Simpang Lima
Jalan Achmad Yani mulai simpang RRI sampai Simpang Lima
Jalan Pemuda mulai Mal Paragon sampai Tugu Muda
Surga para pesepeda
Sabtu pagi (18/4) kami masih terus memantau apa yang terjadi selama jalan ditutup total hari Sabtu dan Minggu. Dan kenyataannya yang kami lihat adalah orang-orang yang bersepeda seperti menemukan tempat yang menyenangkan.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
Simpang Lima yang sepi dari aktivitas orang-orang maupun berkendara terlihat senggang. Suasananya benar-benar dimanfaatkan para pesepeda mengayuh pedalnya dari yang santai hingga yang membuat jantung naik turun.
Kami tidak tahu seberapa aman bersepeda dan berolahraga, sebagian di lapangan Simpang Lima, di tengah wabah Corona saat ini. Yang jelas, orang-orang pada menggunakan masker dalam berkegiatan. Semoga kami bisa menemukan artikel bagus soal ini.
Penutupan Jalan Tahap II
Setelah mulai rutin menjalankan program penutupan jalan dampak Corona tahap pertama, Pemkot Semarang kembali mengupayakan penutupan jalan tahan kedua yang dimulai tanggal 20 April.
Ruas jalan yang ditutup diantaranya :
Jalan Dr. Wahidin (dari Simpang TL Kaliwiru sampai Simpang Sisingamaharaja)
Jalan Lamper Tengah (Dari Simpang Majapahit sampai Simpang Mrican).
Jalan Tanjung (dari Simpang Imam Bonjol sampa Simpang Pemuda).
Instagram @semarangpemkot
..
Penutupan jalan utama di Kota Semarang tahap pertama hanya dilakukan menjelang akhir pekan saja. Dimulai dari Jumat malam dan dibuka kembali Senin Pagi. Penutupan ini hanya sementara hingga Corona mereda.
Entah kapan itu mereda, kami harap itu segera. Dan masyarakat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Masih ingat dengan tulisan kami yang mengulas soal bonus Google AI Plus selama 6 bulan dari XL Axiata ? Promo itu didapat setelah kami membeli paket FlexMax 7GB 28 hari seharga 25 ribu rupiah pada bulan Juli kemarin. Nah, ada kejadian unik di bulan Oktober ini. Pas kami memutuskan untuk tidak mengaktifkan paket internet seluler XL, fitur Google AI Plus-nya malah ikut-ikutan nonaktif 😆 Kami tentu tak menduganya dan ini menjadi pengalaman menarik yang ingin kami bagikan di blog. Kan siapa tahu ada pembaca yang mengalami nasib serupa. Alasan kami tidak mengaktifkan paket internet apa pun dari XL Axiata kali ini sebenarnya sederhana: karena harga yang ditawarkan sering berubah-ubah. Sebelumnya, kami sempat mendapat harga yang pas di kantong. Namun, pada bulan berikutnya harga sudah berganti, dan bukannya konsisten, malah cenderung naik. Dari situlah, kami mencoba rehat sejenak dari langganan data. Tak disangka, ada "kejutan" kecil di balik keputusan kecil tersebut. Realita Ekosi...
Keramaian di lini masa media sosial seperti Threads dan X pada 27 Oktober kemarin menarik perhatian kami. Di antara deretan unggahan peringatan Hari Blogger Nasional , perbincangan tentang tiket bioskop seharga Rp25.000 bergulir begitu masif. Awalnya kami mengira ini sekadar aksi promo berkala dari penyedia layanan e-wallet atau aplikasi ticketing . Namun ketika mengetahui bahwa promo bertajuk Cinema Day ini diusung serentak oleh Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), kami menyadari ada strategi pemasaran menarik yang sedang dimainkan di industri hiburan layar lebar tanah air. Bukan Sekadar Diskon, Ini Soal "Aksi Kolektif" Selama ini, kita terbiasa melihat promo bioskop yang berjalan sendiri-sendiri. Cinepolis punya Tuesday Special , XXI bekerja sama dengan bank tertentu, atau CGV dengan membership card -nya. Strategi individual ini memang efektif menjaga loyalitas basis pengguna masing-masing, tetapi dampaknya terhadap kebiasaan pasar secara luas cenderung t...
Menutup bulan Oktober, perhelatan GIIAS 2026 rupanya masih bergulir. Usai menyapa Kota Semarang beberapa waktu lalu, rangkaian roadshow pameran otomotif berskala nasional ini melanjutkan perjalanannya hingga singgah di Kota Makassar. Informasi tersebut kami ketahui dari rilis pers yang rutin mendarat di kotak masuk surel kami. Dari sekian banyak catatan yang dibagikan, ada satu hal menarik yang menggelitik untuk diulas di blog menjelang akhir bulan ini: statistik jumlah pengunjung GIIAS Semarang yang ternyata masih betah bertahan di bawah angka 30 ribu. Jika ditarik sedikit ke belakang, pada penyelenggaraan tahun 2024 silam, total kunjungannya sempat menyentuh angka 30.070 orang. Namun, capaian tahun 2026 ini justru mengulang pola tahun sebelumnya. Rasanya seperti mengalami deja vu, di mana angkanya kembali tertahan di kisaran 28 ribuan. Konsisten di Angka 28 Ribuan Berdasarkan data resmi penyelenggara, GIIAS Semarang mencatatkan angka kunjungan sebanyak 28.876 orang selama lima hari p...
Comments
Post a Comment