Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Hari Bumi Ke-50 dan Kampanye #semarangwegahnyampah
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Hari ini, 22 April 2020, diperingati Hari Bumi. Peringatan ini pertama kali pada tahun 1970 di tanggal yang sama. Di tengah pandemi Corona saat ini, momen peringatan ini tentu seperti menyebut selalu ada hikmah dibalik masalah.
Bumi saat ini sedang damai dan bergenerasi lebih baik. Tak ada campur tangan manusia karena semua disuruh berdiam di rumah. Ini adalah momen langka tentunya. Corona seakan memberi nilai di tengah kekacauan yang dibuatnya kepada manusia.
Memaknai peringatan
Perayaan 50 tahun ini tentu dapat kita maknai bersama-sama untuk lebih peduli tentang bumi yang kita tinggali. Seperti peduli terhadap lingkungan, mencintai diri sendiri dan rasa bersyukur karena masih diberi tinggal.
Kami jadi ingat dengan Sembutopia yang diinisiasi Kafi Kurnia sebagai founder dan CEO yang terus mengkampanyekan hidup sehat kepada seluruh masyarakat Indonesia. Beliau ingin membuat Indonesia semakin sehat.
Beliau mengajak kita untuk terus mencintai diri sendiri dengan mengkonsumsi makanan sehat yang dimulai dari buah dan sayur, serta terus berolahraga.
Sebagai pakar pemasaran, beliau tidak lelah mengkampanyekan program tersebut lewat kanal-kanal digital. Kini, Sembutopia yang merupakan sebuah platform yang konsen pada kesehatan, juga peduli terhadap kegiatan penyelamatan lingkungan.
Hari Bumi adalah momentum tepat untuk Sembutopia terus bersuara lewat kanal digital-digital yang digunakan. Kami harap dapat menjadi salah satu corong penyebarannya.
#semarangwegahnyampah
Bila Sembutopia lebih berbicara tentang mencintai diri sendiri dengan konsen kesehatan serta lingkungan, kami tertarik juga dengan kampanye yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang di akhir tahun 2019.
Pemerintah Kota Semarang mendeklarasikan bebas sampah tahun 2025. Program ini dicanangkan dalam rangka mewujudkan visi misi Semarang yang bebas sampah plastik di masa depan.
Minimarket sekarang tidak lagi menyertakan plastik dalam pembelajaan konsumennya. Orang-orang semakin sadar bahwa plastik sangat berbahaya bagi lingkungan, makhluk hidup lainnya dan tentu saja Bumi.
Kampanye bebas sampah ini tentu sejalan dengan tujuan Hari Bumi yang mengingingkan Bumi semakin lebih baik ke depannya.
Bumi dalam masa pemulihan
Pandemi Corona memang menjengkelkan. Orang-orang mulai dibatasi pergerakannya. Mulai dari ibadah hingga mudik momentum lebaran dilarang. Semua orang berjuang mengatasinya.
Peringatan ke-50 tahun Hari Bumi mendapatkan timbal balik dari Corona. Bagaikan mata uang yang memiliki 2 sisi, Corona bagi bumi adalah momentum untuk memulihkan diri.
Bumi yang kembali damai, bersinergi, lebih sehat, dan lebih tenang. Membayangkan ini, kami merasa seperti di padang rumput yang indah. Orang-orang melakukan aktivitas hanya sebatas kesenangan tanpa menyakini Bumi.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
...
Selamat Hari Bumi ke-50 tahun. Mari memaknai peringatan dari diri sendiri untuk lebih mencintai dengan cara menjaga kesehatan, mengkonsumi buah dan sayur dan terus bergerak agar tubuh tetap sehat.
Lewat Sembutopia, kami akan terus membantu mengingatkan masyarakat untuk hidup lebih sehat dan gemar makan buah serta berolahraga.
Dari Kota Semarang, tempat kami tinggal, pembatasan penggunaan plastik sudah dilakukan. Kami harapkan kesadaran ini dapat menyebar ke seluruh kota di Indonesia.
Selama ini, pemanfaatan AI seringkali diasosiasikan dengan hal-hal yang sifatnya kreatif atau hiburan semata. Namun, ASUS dengan lini bisnisnya mulai membuktikan narasi yang berbeda. AI kini bergeser menjadi instrumen utilitas murni untuk mendongkrak efisiensi operasional. Kami berkenalan dengan AI ExpertMeet saat bulan Juni kemarin di ajang media gathering yang diadakan ASUS di Kota Semarang. Kehadiran ASUS Indonesia di ibis Styles Semarang Simpang Lima kala itu membawa angin segar bagi ekosistem kreator lokal. Fitur AI ini satu paket dengan laptop seri komersial terbaru milik ASUS yang sudah mendukung teknologi AI, seperti: ASUS ExpertBook Ultra ASUS ExpertBook Seri P (seperti P5405CSA, P3, P1) ASUS ExpertBook Seri B (seperti B1403CVA, B9406CAA) Dalam presentasinya, AI ExpertMeet ini terbukti andal membantu mencatat, menerjemahkan, dan merangkum hasil rapat secara otomatis agar kerja menjadi lebih cepat dan efisien. Hebatnya lagi, fitur AI ini berjalan langsung menggunakan cip khusu...
Niat awalnya sebenarnya cuma mau mengecek info operasional terkait penutupan sementara area Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang pertengahan Juli kemarin. Tapi saat tiba di lokasi, perhatian kami justru teralih pada hal lain yang selama ini terlewatkan: keberadaan akses Wi-Fi gratis milik Pemkot Semarang. Minggu pagi (19/7), usai melipir sejenak menikmati suasana Car Free Day (CFD) di Simpang Lima, setang sepeda langsung kami arahkan menuju kawasan GOR Tri Lomba Juang. Begitu sampai dan merogoh gawai untuk memastikan kabar penutupan kawasan tersebut, kami baru menyadari smartphone sudah otomatis terhubung ke jaringan internet nirkabel. Jaringannya tampaknya terintegrasi dengan akses Wi-Fi publik di Simpang Lima, sehingga gawai yang pernah terkoneksi akan langsung masuk tanpa perlu repot melakukan login ulang. Spot Duduk yang Nyaman dan Teduh Sambil bersiap mengetes kualitas koneksinya, kami mengamati suasana sekitar selasar. Terlihat beberapa pengunjung sedang asyik duduk santai...
Fenomena ini sejatinya adalah strategi influencer marketing lapis kedua yang digerakkan oleh agensi. Alih-alih menggelontorkan anggaran besar hanya untuk segelintir mega-influencer , mereka memilih menebar jala ke banyak akun kreator melalui sistem crowdsourcing . Syaratnya pun bervariasi, biasanya menyasar akun-akun dengan minimal followers di angka tertentu, misalnya 1.000 pengikut. Dengan mengerahkan puluhan hingga ratusan kreator secara serentak beberapa hari sebelum film rilis, terciptalah ilusi masif bahwa film tersebut sedang menjadi pusat perbincangan. Dari sudut pandang pemasaran, model ini memang sangat efektif mendongkrak awareness dalam waktu singkat. Begitu kami mencoba masuk ke dalamnya, kami biasanya ditarik ke dalam grup koordinasi—yang belakangan kami sadari isinya bukan cuma soal film, tapi juga berbagai penawaran kampanye lain dengan pola serupa. Dari pengalaman pribadi kemarin, perjalanannya ternyata cukup menguras energi hingga akhirnya kami memilih mundur karen...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Sebagai pengelola blog yang porsinya lebih sering berkelana menyoroti dinamika ruang kota ketimbang mendalami isi piring, urusan kuliner terkadang jadi ranah yang penuh kejutan bagi kami. Seperti Nasi Glewo yang sempat kami ulas sebelumnya, perkenalan kami dengan Petis Kangkung juga berawal dari lini masa media sosial beberapa bulan lalu. Rasa penasaran itu akhirnya membimbing kami secara tidak sengaja ke sebuah kios kecil di Jalan Jolotundo: Warung Pecel & Gudangan Bu Joko . Siapa sangka, di balik kesederhanaan warungnya, tersimpan salah satu kuliner legendaris khas Semarang yang masih eksis merawat lidah warganya. Kejutan Rasa dan Sensasi Pedas yang "Nempel" Porsi petis kangkung yang dihidangkan tampak sederhana di atas piring lidi beralaskan kertas minyak. Kangkung rebus yang masih bertekstur renyah dipadu tauge segar, lalu diguyur bumbu petis udang khas Semarang yang pekat, gurih, dan manis. Namun, ada pelajaran berharga ketika memesan menu ini: jangan anggap remeh p...
Nice info & keep posting
ReplyDelete