Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Hari Bumi Ke-50 dan Kampanye #semarangwegahnyampah
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Hari ini, 22 April 2020, diperingati Hari Bumi. Peringatan ini pertama kali pada tahun 1970 di tanggal yang sama. Di tengah pandemi Corona saat ini, momen peringatan ini tentu seperti menyebut selalu ada hikmah dibalik masalah.
Bumi saat ini sedang damai dan bergenerasi lebih baik. Tak ada campur tangan manusia karena semua disuruh berdiam di rumah. Ini adalah momen langka tentunya. Corona seakan memberi nilai di tengah kekacauan yang dibuatnya kepada manusia.
Memaknai peringatan
Perayaan 50 tahun ini tentu dapat kita maknai bersama-sama untuk lebih peduli tentang bumi yang kita tinggali. Seperti peduli terhadap lingkungan, mencintai diri sendiri dan rasa bersyukur karena masih diberi tinggal.
Kami jadi ingat dengan Sembutopia yang diinisiasi Kafi Kurnia sebagai founder dan CEO yang terus mengkampanyekan hidup sehat kepada seluruh masyarakat Indonesia. Beliau ingin membuat Indonesia semakin sehat.
Beliau mengajak kita untuk terus mencintai diri sendiri dengan mengkonsumsi makanan sehat yang dimulai dari buah dan sayur, serta terus berolahraga.
Sebagai pakar pemasaran, beliau tidak lelah mengkampanyekan program tersebut lewat kanal-kanal digital. Kini, Sembutopia yang merupakan sebuah platform yang konsen pada kesehatan, juga peduli terhadap kegiatan penyelamatan lingkungan.
Hari Bumi adalah momentum tepat untuk Sembutopia terus bersuara lewat kanal digital-digital yang digunakan. Kami harap dapat menjadi salah satu corong penyebarannya.
#semarangwegahnyampah
Bila Sembutopia lebih berbicara tentang mencintai diri sendiri dengan konsen kesehatan serta lingkungan, kami tertarik juga dengan kampanye yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang di akhir tahun 2019.
Pemerintah Kota Semarang mendeklarasikan bebas sampah tahun 2025. Program ini dicanangkan dalam rangka mewujudkan visi misi Semarang yang bebas sampah plastik di masa depan.
Minimarket sekarang tidak lagi menyertakan plastik dalam pembelajaan konsumennya. Orang-orang semakin sadar bahwa plastik sangat berbahaya bagi lingkungan, makhluk hidup lainnya dan tentu saja Bumi.
Kampanye bebas sampah ini tentu sejalan dengan tujuan Hari Bumi yang mengingingkan Bumi semakin lebih baik ke depannya.
Bumi dalam masa pemulihan
Pandemi Corona memang menjengkelkan. Orang-orang mulai dibatasi pergerakannya. Mulai dari ibadah hingga mudik momentum lebaran dilarang. Semua orang berjuang mengatasinya.
Peringatan ke-50 tahun Hari Bumi mendapatkan timbal balik dari Corona. Bagaikan mata uang yang memiliki 2 sisi, Corona bagi bumi adalah momentum untuk memulihkan diri.
Bumi yang kembali damai, bersinergi, lebih sehat, dan lebih tenang. Membayangkan ini, kami merasa seperti di padang rumput yang indah. Orang-orang melakukan aktivitas hanya sebatas kesenangan tanpa menyakini Bumi.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
...
Selamat Hari Bumi ke-50 tahun. Mari memaknai peringatan dari diri sendiri untuk lebih mencintai dengan cara menjaga kesehatan, mengkonsumi buah dan sayur dan terus bergerak agar tubuh tetap sehat.
Lewat Sembutopia, kami akan terus membantu mengingatkan masyarakat untuk hidup lebih sehat dan gemar makan buah serta berolahraga.
Dari Kota Semarang, tempat kami tinggal, pembatasan penggunaan plastik sudah dilakukan. Kami harapkan kesadaran ini dapat menyebar ke seluruh kota di Indonesia.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Nice info & keep posting
ReplyDelete