Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Hari Bumi Ke-50 dan Kampanye #semarangwegahnyampah
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Hari ini, 22 April 2020, diperingati Hari Bumi. Peringatan ini pertama kali pada tahun 1970 di tanggal yang sama. Di tengah pandemi Corona saat ini, momen peringatan ini tentu seperti menyebut selalu ada hikmah dibalik masalah.
Bumi saat ini sedang damai dan bergenerasi lebih baik. Tak ada campur tangan manusia karena semua disuruh berdiam di rumah. Ini adalah momen langka tentunya. Corona seakan memberi nilai di tengah kekacauan yang dibuatnya kepada manusia.
Memaknai peringatan
Perayaan 50 tahun ini tentu dapat kita maknai bersama-sama untuk lebih peduli tentang bumi yang kita tinggali. Seperti peduli terhadap lingkungan, mencintai diri sendiri dan rasa bersyukur karena masih diberi tinggal.
Kami jadi ingat dengan Sembutopia yang diinisiasi Kafi Kurnia sebagai founder dan CEO yang terus mengkampanyekan hidup sehat kepada seluruh masyarakat Indonesia. Beliau ingin membuat Indonesia semakin sehat.
Beliau mengajak kita untuk terus mencintai diri sendiri dengan mengkonsumsi makanan sehat yang dimulai dari buah dan sayur, serta terus berolahraga.
Sebagai pakar pemasaran, beliau tidak lelah mengkampanyekan program tersebut lewat kanal-kanal digital. Kini, Sembutopia yang merupakan sebuah platform yang konsen pada kesehatan, juga peduli terhadap kegiatan penyelamatan lingkungan.
Hari Bumi adalah momentum tepat untuk Sembutopia terus bersuara lewat kanal digital-digital yang digunakan. Kami harap dapat menjadi salah satu corong penyebarannya.
#semarangwegahnyampah
Bila Sembutopia lebih berbicara tentang mencintai diri sendiri dengan konsen kesehatan serta lingkungan, kami tertarik juga dengan kampanye yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang di akhir tahun 2019.
Pemerintah Kota Semarang mendeklarasikan bebas sampah tahun 2025. Program ini dicanangkan dalam rangka mewujudkan visi misi Semarang yang bebas sampah plastik di masa depan.
Minimarket sekarang tidak lagi menyertakan plastik dalam pembelajaan konsumennya. Orang-orang semakin sadar bahwa plastik sangat berbahaya bagi lingkungan, makhluk hidup lainnya dan tentu saja Bumi.
Kampanye bebas sampah ini tentu sejalan dengan tujuan Hari Bumi yang mengingingkan Bumi semakin lebih baik ke depannya.
Bumi dalam masa pemulihan
Pandemi Corona memang menjengkelkan. Orang-orang mulai dibatasi pergerakannya. Mulai dari ibadah hingga mudik momentum lebaran dilarang. Semua orang berjuang mengatasinya.
Peringatan ke-50 tahun Hari Bumi mendapatkan timbal balik dari Corona. Bagaikan mata uang yang memiliki 2 sisi, Corona bagi bumi adalah momentum untuk memulihkan diri.
Bumi yang kembali damai, bersinergi, lebih sehat, dan lebih tenang. Membayangkan ini, kami merasa seperti di padang rumput yang indah. Orang-orang melakukan aktivitas hanya sebatas kesenangan tanpa menyakini Bumi.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
...
Selamat Hari Bumi ke-50 tahun. Mari memaknai peringatan dari diri sendiri untuk lebih mencintai dengan cara menjaga kesehatan, mengkonsumi buah dan sayur dan terus bergerak agar tubuh tetap sehat.
Lewat Sembutopia, kami akan terus membantu mengingatkan masyarakat untuk hidup lebih sehat dan gemar makan buah serta berolahraga.
Dari Kota Semarang, tempat kami tinggal, pembatasan penggunaan plastik sudah dilakukan. Kami harapkan kesadaran ini dapat menyebar ke seluruh kota di Indonesia.
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Kehadiran Parjo (Pancong & Burjo) yang berkolaborasi dengan Padangju di Jalan Jolotundo sejak akhir Juni kemarin jelas bukan sekadar menambah daftar tempat nongkrong baru. Bagi kami yang gemar mengamati dinamika urban dan bisnis kuliner lokal di Kota Semarang, ekspansi brand besar dari Semarang Atas ini menjadi pemantik peta persaingan baru yang semakin sengit di kawasan sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Jolotundo beberapa tahun terakhir memang sedang seksi-seksinya bersolek menjadi hub kuliner baru. Sebelum Parjo datang membawa hiruk-pikuk meja biliar dan operasional 24 jamnya, koridor jalan ini sudah lebih dulu dihidupkan oleh beberapa kedai kopi lokal. Dua di antaranya yang cukup mencolok dan sempat kami ulas adalah Kopi Maju 57 dan Bale Kompi —kedai kopi baru yang baru saja kami tulis pada bulan Mei 2025 lalu. Pertanyaannya, bagaimana kehadiran raksasa baru dari Tembalang ini memengaruhi ekosistem tempat ngopi yang sudah mapan di sekitarnya? Guncangan Efek FOMO Jangk...
Smartphone merek asal Tiongkok ini sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana kami saat berniat memiliki ponsel 5G pertama. Namun karena satu dan lain hal, kami akhirnya tergoda untuk melakukan sedikit "perjudian." Apa yang sebenarnya membuat kami mendadak tertarik dengan itel P55 5G ini? Cerita bermula saat keberuntungan kami mendadak luntur di pertengahan tahun. Smartphone utama yang kami gunakan sehari-hari performa baterainya drop total. Bahkan, saking parahnya, bagian layarnya sampai terangkat (melendung). Padahal semenjak mempensiunkan ASUS Zenfone 5, kami sangat mengandalkan perangkat ini—yang kebetulan didapat dari kebaikan rekan-rekan komunitas bola kami (istilahnya, kami dipinjamkan perangkat untuk operasional). Karena perangkat yang kami gunakan, termasuk tablet, bukanlah barang baru, masalah umur memang tidak bisa bohong. Sadar bahwa menunggu perangkat ini benar-benar mati total akan memicu masalah besar bagi produktivitas blog, kami memutuskan untuk mempercepat ...
Bagi sebagian besar orang, laptop tipis dan ringan sering kali diidentikkan dengan barang ringkih yang harus diperlakukan super hati-hati. Tapi, pemandangan berbeda justru tersaji di acara ASUS Media Gathering Semarang kemarin. Pihak ASUS Indonesia langsung mematahkan stigma tersebut lewat sebuah eksperimen ekstrem yang sukses membuat para blogger dan jurnalis di ruangan menahan napas. Targetnya adalah ASUS ExpertBook Ultra , sebuah laptop bisnis premium yang tebalnya cuma sekitar 1 sentimeter dengan bobot di bawah 1 kilogram. Di atas meja, laptop dalam kondisi tertutup ini mulai ditumpuk lempengan besi barbel. Tidak main-main, angkanya merangkak naik dari 10 kg, 30 kg, 50 kg, hingga menyentuh angka 100 kilogram! Ruangan sempat riuh, bahkan ada celetukan miris karena khawatir bodi laptopnya akan langsung melengkung atau layarnya retak menjadi serpihan. Namun, momen magis terjadi saat barbel diturunkan satu per satu dan laptop perlahan dibuka. Clack! Layar laptop langsung menyala nor...
Nice info & keep posting
ReplyDelete