Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Berburu Jajanan di CFD Semarang

Kawasan Pleburan di jalan Imam Barjo menjadi tempat paling menarik untuk dikunjungi usai berolahraga saat Car Free Day di Simpang Lima. Alasannya? Di sini banyak stan kuliner mulai dari makan berat hingga jajanan tradisional. Mari berburu jajanan terlebih dahulu.

Langkah kami berhenti di stan Pukis & Carabikang Surabaya yang menjual berbagai jenis jajanan seperti yang kamu lihat di dalam gambar, Minggu (19/11). Ada pukis, kue lumpur, carabikang hingga siomay.

Yang membuat akhirnya tertarik karena mereka menjualnya dengan beragam warna yang mencolok. Dari carabikang yang merupakan kue dengan bentuk mekar dengan warnanya yang beda-beda, hingga pukis pun juga memiliki warna-warni yang jarang kami lihat.

Bisa bayar non tunai (QRIS)

Stan mereka juga tidak hanya ada satu, seakan memberi sugesti kepada kami yang akhirnya terjerat untuk membeli. Kami pikir hanya akan melewati saja, eh beberapa langkah di depan, ada lagi stannya. Karena belum pernah nyoba, mau tidak mau akhirnya beli juga.

Harga satuan jajanannya adalah 6 ribu rupiah. Bisa dibilang mahal untuk kami yang biasa beli di sekitar tempat tinggal kami. Namun dilihat dari kepadatan isi dan kemasannya yang menarik, termasuk lokasinya,  mau tidak mau harus menyerah dengan argumen sendiri.

Beruntung, penjual di sini sudah menerapkan pembayaran non tunai. Papan dengan desain gambar QRIS digantung di sela-sela tiang tenda. Syukurlah jika begitu, karena kami hanya bawa uang pas.

Penerapan QRIS di Car Free Day (CFD) merupakan solusi hebat di tengah kampanye Bank BI dan Pemkot Semarang yang ingin semua pemilik bisnis memasangnya.

...

Usai membayar, langkah kami berlanjut memburu jajanan lainnya. Masih ada apa lagi kira-kira? 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

🏥 Sisi Lain Grand Opening Cardea Semarang: Menikmati Menu Hotel di Kawasan Jangli

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026