Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Wingko Semarang, Program Pengendalian DBD di Kota Semarang

Meski sudah diluncurkan sejak bulan September kemarin, program Wingko Semarang kembali dikenalkan lewat kegiatan bertajuk Workshop Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia hari Kamis kemarin (8/12) di Oak Tree Emerald Semarang. Wingko, mirip sejenis makanan?

Bukan, bukan.. Wingko di sini adalah kepanjangan dari Wolbachia Ing Kota Semarang. Yaitu program yang memanfaatkan teknologi dalam pengendalian DBD atau Demam Berdarah di Kota Semarang melalui pelepasan nyamuk yang mengandung bateri Wolbachia.

Wolbhacia?

Bagi sebagian orang, seperti kami terutama, kata Wolbhicia rasanya masih asing. Lalu, sekarang malah jadi program Kota Semarang. Tentu, ini sangat beruntung buat kami bisa ikutan acara yang diinisiator Kementerian Kesehatan. Istilah baru dan juga berhubungan dengan Kota Semarang.

Jadi, Wolbhacia sendiri adalah bakteri yang terdapat dalam tubuh serangga. Mengutip laman sehatnegeriku.kemkes.go.id yang publish tahun 2019, menurut dr. Adi Utarini, Peneliti World Mosquito Program (WMP) :

Sebanyak 60% bakteri tersebut ada di jenis serangga seperti ngengat, lalat, capung, dan kupu2.” 

Jenisnya juga banyak dan memiliki peran yang bermacam-macam. Sedangkan yang dikembangkan menjadi program oleh Kota Semarang adalah untuk menghambat perkembangan virus dengue. Nanti wolbachia-nya diletakkan pada telur nyamuk dan ini efektif, termasuk untuk lingkungan.

Meski begitu, teknologi nyambuk ber-wolbachia hanya sebagai pelengkap. Tidak menggantikan program yang sudah berjalan. 

Dalam penerapannya, nyamuk yang sudah wolbachia apabila menghisap darah yang mengandung virus dengue, virus tersebut tidak dapat ber-replikasikan di dalam tubuh nyamuk. Jadinya virus dengue tidak dapat ditularkan ke orang lain.

Yang menariknya, nyamuk ber-wolbachia akan menurun ke nyamuk generasi berikutnya. Kalau nyamuk betina ber-wolbachia kawin dengan jantan tidak ber-wolbachia, seluruh telurnya akan ber-wolbachia. 

Sedangkan nyamuk jantan ber-wolbachia kawin dengan nyamuk betina tanpa wolbachia, telurnya tidak akan menetas. Kalaupun kedua jenis kelamin nyamuk ber-wolbachia, keturunannya juga akan ber-wolbachia. 

Wolbachia sendiri sudah dikembangkan jauh-jauh hari. Bila mengutip data dari persentasi tentang sejarah eksplorasi Wolbachia, ternyata sudah diidentifikasi sejak tahun 1924. 

Di Australia sudah dilakukan penyebaran pada tahun 2011. Sedangkan di Indonesia, pertama kali pada tahun 2014. Jadi, sudah banyak negara menerapkan Wolbachia.

Program Wingko Semarang

Ada peningkatan kasus DBD di Kota Semarang tahun 2022. Karena ini, Kota Semarang dijadikan Pilot Project teknologi nyamuk ber-Wolbachia oleh Kementerian Kesehatan.

Program ini terus disosialisasikan, terutama lewat Dinas Kesehatan Kota Semarang. Saat acara yang berlangsung hari Kamis, 8 Desember 2022, undangan yang hadir pun datang dari beragam organisasi. 

Mulai dari LPMK Kecamatan, Perguruan Tinggi, Dharma Wanita, Tokoh Agama, Organisasi Keagamaan, IIDI, Rotari, Pewarta, tim Wolbachia Semarang, hingga kalangan Blogger.

Dengan sosialisasi yang begitu gencar, diharapkan masyarakat mendukung program ini. Teknologi Wolbhacia terbukti efektif menurunkan kasus DBD sebesar 77% dan menurunkan kasus DBD yang dirawat di rumah sakit.

...

Sementara ini dulu perkenalan program Wingko Semarang. Masih banyak lagi informasi yang bakal kami bagikan seperti Peran Orang Tua Aush (OTA), penitipan ember dan lainnya.

Namun yang digarisbawahi, program ini sepenuhnya akan berjalan pada tahun 2023. Beberapa tahap sudah dilakukan seperti penerapan beberapa wilayah oleh tim Wingko Semarang. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

📱 Dilema Resolusi 5G di Semarang dan Kabar Vakumnya ASUS Smartphone Tahun 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren