Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Wingko Semarang, Program Pengendalian DBD di Kota Semarang

Meski sudah diluncurkan sejak bulan September kemarin, program Wingko Semarang kembali dikenalkan lewat kegiatan bertajuk Workshop Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia hari Kamis kemarin (8/12) di Oak Tree Emerald Semarang. Wingko, mirip sejenis makanan?

Bukan, bukan.. Wingko di sini adalah kepanjangan dari Wolbachia Ing Kota Semarang. Yaitu program yang memanfaatkan teknologi dalam pengendalian DBD atau Demam Berdarah di Kota Semarang melalui pelepasan nyamuk yang mengandung bateri Wolbachia.

Wolbhacia?

Bagi sebagian orang, seperti kami terutama, kata Wolbhicia rasanya masih asing. Lalu, sekarang malah jadi program Kota Semarang. Tentu, ini sangat beruntung buat kami bisa ikutan acara yang diinisiator Kementerian Kesehatan. Istilah baru dan juga berhubungan dengan Kota Semarang.

Jadi, Wolbhacia sendiri adalah bakteri yang terdapat dalam tubuh serangga. Mengutip laman sehatnegeriku.kemkes.go.id yang publish tahun 2019, menurut dr. Adi Utarini, Peneliti World Mosquito Program (WMP) :

Sebanyak 60% bakteri tersebut ada di jenis serangga seperti ngengat, lalat, capung, dan kupu2.” 

Jenisnya juga banyak dan memiliki peran yang bermacam-macam. Sedangkan yang dikembangkan menjadi program oleh Kota Semarang adalah untuk menghambat perkembangan virus dengue. Nanti wolbachia-nya diletakkan pada telur nyamuk dan ini efektif, termasuk untuk lingkungan.

Meski begitu, teknologi nyambuk ber-wolbachia hanya sebagai pelengkap. Tidak menggantikan program yang sudah berjalan. 

Dalam penerapannya, nyamuk yang sudah wolbachia apabila menghisap darah yang mengandung virus dengue, virus tersebut tidak dapat ber-replikasikan di dalam tubuh nyamuk. Jadinya virus dengue tidak dapat ditularkan ke orang lain.

Yang menariknya, nyamuk ber-wolbachia akan menurun ke nyamuk generasi berikutnya. Kalau nyamuk betina ber-wolbachia kawin dengan jantan tidak ber-wolbachia, seluruh telurnya akan ber-wolbachia. 

Sedangkan nyamuk jantan ber-wolbachia kawin dengan nyamuk betina tanpa wolbachia, telurnya tidak akan menetas. Kalaupun kedua jenis kelamin nyamuk ber-wolbachia, keturunannya juga akan ber-wolbachia. 

Wolbachia sendiri sudah dikembangkan jauh-jauh hari. Bila mengutip data dari persentasi tentang sejarah eksplorasi Wolbachia, ternyata sudah diidentifikasi sejak tahun 1924. 

Di Australia sudah dilakukan penyebaran pada tahun 2011. Sedangkan di Indonesia, pertama kali pada tahun 2014. Jadi, sudah banyak negara menerapkan Wolbachia.

Program Wingko Semarang

Ada peningkatan kasus DBD di Kota Semarang tahun 2022. Karena ini, Kota Semarang dijadikan Pilot Project teknologi nyamuk ber-Wolbachia oleh Kementerian Kesehatan.

Program ini terus disosialisasikan, terutama lewat Dinas Kesehatan Kota Semarang. Saat acara yang berlangsung hari Kamis, 8 Desember 2022, undangan yang hadir pun datang dari beragam organisasi. 

Mulai dari LPMK Kecamatan, Perguruan Tinggi, Dharma Wanita, Tokoh Agama, Organisasi Keagamaan, IIDI, Rotari, Pewarta, tim Wolbachia Semarang, hingga kalangan Blogger.

Dengan sosialisasi yang begitu gencar, diharapkan masyarakat mendukung program ini. Teknologi Wolbhacia terbukti efektif menurunkan kasus DBD sebesar 77% dan menurunkan kasus DBD yang dirawat di rumah sakit.

...

Sementara ini dulu perkenalan program Wingko Semarang. Masih banyak lagi informasi yang bakal kami bagikan seperti Peran Orang Tua Aush (OTA), penitipan ember dan lainnya.

Namun yang digarisbawahi, program ini sepenuhnya akan berjalan pada tahun 2023. Beberapa tahap sudah dilakukan seperti penerapan beberapa wilayah oleh tim Wingko Semarang. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📶 Kuota Jumbo 2026: Penyelamat Kantong atau Jebakan Masa Aktif?

🔵 Surprize! Akun Trakteer dotsemarang Akhirnya Bercentang Biru

🏮 224 Tahun Menjaga Tradisi: Hangatnya Kopi Arab di Masjid Layur Semarang

🚀 ASUS ROG Flow Z13-KJP: Tablet "Sultan" 128GB RAM yang Siap Diajak Gowes Keliling Semarang

Event Cosplay di Kota Semarang