Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Penanaman Pertama, Upaya Jaya Metro Mengembangkan Branding Perumahan Siranda View Dengan Konsep Taman Buah
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Perkembangan terbaru dari perumahan Jaya Metro yang dilaunching bulan Mei tahun 2018, Siranda View Cluster, akhirnya terwujud dengan penanaman pertama bibit pohon buah yang menggandeng Hortimart lewat acara yang dilangsungkan hari Minggu pagi (24/2) di lokasi perumahan.
Pengembang perumahan yang sangat familiar buat kami, Jaya Metro, akhirnya kembali mengajak kami terlibat dalam kegiatan mereka. Ini merupakan acara pertama tahun 2019 yang kami ikuti.
Siranda View Cluster yang dari awal dibangun dengan tema buah mulai melakukan upaya pertamanya untuk memenuhi ciri khas perumahan mereka dengan nuansa unik di Kota Semarang.
Tiga bibit pohon dipilih dan juga langsung menggandeng Hortimart untuk membantu Jaya Metro dalam menentukan kualitas dalam pemilihan tanaman.
Pohon-pohon ini rencananya akan ditanam di lokasi strategis, seperti fasilitas umum dan tiap rumah akan diberikan bibit pohon ke depannya.
Bisa dibayangkan bila harapan itu terwujud, bukan saja perumahan Siranda View memberikan keuntungan kepada penghuninya, tapi juga masyarakat di luar perumahan yang tertarik untuk melihat langsung.
Talkshow
Event ceremony tanam pertama Siranda View juga dikemas dengan sesi talkshow. Dari info yang dibagikan, harapan kami acara talkshow diisi dari perwakilan Hortimart yang diwakili mbak Karin. Kami ingin mendengar mereka bicara dalam satu kesempatan tentang mereka.
Ternyata semua digabungkan. Perwakilan dari Jaya Metro yang dapat dilihat dari gambar, ada pak Yoel, Pak Rofiq, dan pak Wahyu. Berikut video highlight acaranya.
Selengkapnya bisa dilihat di Youtube dotsemarang
3 bibit pohon pertama
Waktu yang ditunggu akhirnya tiba, sesi penanaman yang lokasinya disebelah dengan tenda acara sudah dipersiapkan dengan matang.
Ada 3 lubang tanah yang dibuat untuk ditanam, yaitu rambutan Rapiah, Mangga Harum Manis dan Sirsak Madu. Pemilihan ketiga bibit pohon ini selain memiliki waktu tumbuh cepat, 2-3 tahun, khususnya Rambutan yang buahnya manis, ketiganya merupakan kategori kualitas unggulan.
Masa depan Siranda View Cluster
MC dan konsumen
Perumahan Siranda View berada di atas lahan kawasan seluas 10 hektar. Masih banyak area yang kedepannya akan dibangun Jaya Metro dan konsumen tidak perlu khawatir masa depan kawasan ini. Bahkan sudah dibocorkan bahwa akan ada perumahan dengan nama Siranda Cluster.
Perumahan Siranda yang mengusung konsep Cluster ini, tahun 2019 direncanakan akan dibangun tahap 3 dengan jumlah unit sebanyak 37 unit dengan tipe bangunan dua lantai. Luas bangunan sekitar 69 meter persegi dan luas tanah 96 meter persegi.
Perumahan yang berada di kawasan Bukit Kencana ini memiliki banyak hal menarik buat calon konsumennya. Salah satunya pemandangan City View dengan Brown Canyon yang pernah kami tulis sebelumnya di sini.
Di perumahan Siranda juga sudah mendapatkan akses Bus Trans Semarang atau BRT. Bus di sini punya jalur menarik yang langsung menuju bandara tanpa perlu penumpang berganti bis nantinya.
Hubungi Jaya Metro
Pembangunan perumahan Siranda View sudah memasuki tahap ketiga di tahun 2019. Dari total 150 unit bangunan, tahap pertama dan kedua yang dipasarkan sejak Mei 2018.
Banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan konsumen bila tertarik membeli rumah di sini. Seperti fasilitas kredit dengan DP 5% hingga cicilan 0% selama 6-12 bulan untuk tanda jadi dengan dua bank besar, Mandiri dan BNI.
Kantor pemasaran Jaya Metro berada di Ruko Pandanaran Hills Blok AC -09 yang ada di jalan Kompol R. Soekanto, Mangunharjo, Tembalang, Semarang 50272. Telpon (024) 76417777.
Kantor berikutnya, yakni berada di jalan Boulevard Bukit Kencana Jaya Ruko AD no 01-03 Bukit Kencana Jaya, Tembalang, Semarang 50271. Telpon (024) 747653.
Kami selalu menyukai cara-cara yang dilakukan tim Jaya Metro setiap menggelar acara. Selain kami yang jadi peserta, beberapa undangan lain turut hadir, seperti konsumen perumahan dan calon konsumen.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment