Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 rilis di bioskop tanggap 8 Desember 2016. Membawa durasi 106 menit, film ini lanjutan dari film sebelumnya yaitu Bulan Terbelah di Langit Amerika. Berikut reviewnya.
Tidak heran film keduanya yang disutradarai Rizal Mantovani ini masih dikerubuti penonton di Semarang hingga hari ini (19/12). Kesuksesan film terdahulunya menjadi kunci bagaimana kursi-kursi di dalam teater 1 hingga bawah dipenuhi penonton. Terutama generasi muslim muda yang didominasi perempuan.
Cerita film
Saya masih ingat pengalaman teman saya yang sudah menonton film ini, ia kecewa dengan ceritanya yang tidak sesuai harapan. Karena hal tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk menontonnya sendiri. Hasilnya? Iya, benaran ternyata. Cerita filmnya terlalu banyak sehingga tidak fokus dengan cerita utamanya.
Film ini punya 3 cerita yang dikemas menjadi satu kesatuan. Ada Hanum (Acha Septriasa) dengan cerita mirip detektif yang ingin mengungkapkan sejarah dan harta karun yang berhubungan dengan Islam (judul). Ditemani sang suami, Rangga (Abimana), ia berada ditengah konflik antara menyelesaikan misi atau berdamai dengan suami.
Lalu, ada Azima (Rianti) yang dihadapkan pada masalah keluarga. Pertentangan keluarganya di awal film ini diputar bakalan lebih menarik dari cerita Hanum. Azhima yang tinggal bersama anaknya harus mendapatkan kata maaf dari ibunya.
Dan terakhir, cerita yang menghidupkan suasana yaitu kisah si Stefan (Nino) yang sedang berjuang untuk kembali mendapatkan cintanya dari Jasmine (Hannah Al Rashid). Lumayan buat ketawa.
Kesemua tokoh dipertemukan dalam 1 kota yaitu San Fransisco, mungkin yang suka cinta bisa mengikuti kisah si Stefan. Kalau penonton perempuan yang kali ini mendominasi kursi mungkin suka dengan kisah Azhima, dan yang penasaran kelanjutan film Bulan Terbelah di Langit Amerika, cerita Hanum dan suami menjawab semua rasa penasaran tersebut.
Semua cerita menghadirkan rasa haru, tawa, dan bahagia. Meski pada akhirnya juga, kisah Hanum tidak menemukan apa-apa dan menutup film dengan sebuah kalimat panjang tentang makna perjalanannya. Kecewa? Semoga saja tidak.
Pemain film
Selain dihuni pemain utama, seperti yang sudah disebut sebelumnya. Film Produksi MAX Pictures ini bertabur pemain baru. Ada yang dari dalam negeri dan luar negeri.
Paling menarik buat saya adalah anak Sarah Hussein yang diperankan oleh Hailey Franco. Siapa Hailey Franco? Saya yang tidak menonton edisi pertamanya memang kebingungan dengan sosok yang ternyata sudah ada sebelumnya. Hailey merupakan aktris asal Amerika.
Kejutan lain datang dari Boy William yang turut ambil bagian sebagai Peter. Lalu, pemain lainnya ada Ira Wibowo sebagai ibu, Yeslin Wang (istri Delon), dsb.
...
Setting Amerika yang kental tentu sudah menjadi nilai tambah film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2. Apalagi buat Anda yang sudah mengikuti dari yang pertama sampai masih bernama 99 Cahaya di Langit Eropa.
Akhirnya terjawab sudah pertanyaan saya mengapa film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 begitu menarik, terutama di Semarang. Film ini merupakan sekuel dari sebelumnya. Tema yang diangkat pun masih menjadi daya pikat, khususnya generasi muslim yang saat ini sedang tren. Terakhir, sang penulis masih Hanum Salsabiela Rais. Wajar penonton masih penuh sesak dan bakalan bertahan hingga Januari menurut saya.
Soal cerita yang tidak fokus pada tujuan Hanum, mungkin jawabannya pada penonton yang belum menyaksikan film-film sebelumnya. Sehingga kehilangan inti cerita karena terlalu fokus pada judul yang super dasyat. Dilema memang sih dengan harapan tinggi itu, tapi setidaknya saya senang dengan antusias penonton akhir tahun ini.
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Ada yang menarik perhatian kami selama dua minggu terakhir ini setiap kali bersepeda ( gowes ) ke kawasan Simpang Lima saat menikmati Car Free Day (CFD) . Sebuah baliho raksasa berwarna kuning cerah terpasang mencolok di JPO, menginfokan sebuah acara bertajuk BYD Tech Culture Fest 2026 . Karena penasaran dan dinilai sangat bermanfaat bagi warga kota, kami memutuskan untuk membagikannya di blog ini . Disclaimer sejak awal, halaman ini murni informasi agenda kota dan bukan merupakan konten kerja sama ataupun promosi berbayar . Festival teknologi otomotif yang cukup menyita perhatian ini dijadwalkan berlangsung pada 17-21 Juni 2026 mendatang . Menampilkan karakter Minions yang menggemaskan pada visual promosinya serta membawa embel-embel teknologi masa depan, acara ini tentu menjadi salah satu agenda yang patut ditandai di kalender bulan Juni . Menempati Lahan Eks E-Plaza Simpang Lima Lokasi acara yang tertera di dalam baliho juga terbilang sangat strategis, yaitu di area terbuka Lahan...
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau AI berjalan begitu cepat. Sadar akan kebutuhan dunia kerja yang makin dinamis, ASUS Indonesia resmi mengumumkan integrasi arsitektur AI hybrid ke seluruh lini perangkat komersial mereka. Langkah ini mempertegas komitmen mereka dalam menghadirkan ekosistem PC AI yang solutif untuk skala bisnis. Kabar ini disampaikan melalui rilis resmi bertajuk Press Release 'ASUS Integrasikan Arsitektur AI Hybrid di Seluruh Perangkat Komersial' yang kami terima akhir bulan Mei kemarin (29/5). Mulai sekarang, teknologi cerdas tersebut sudah bisa dinikmati di laptop ASUS ExpertBook, desktop ASUS ExpertCenter, hingga PC mini ASUS NUC. Langkah ini semacam jadi jawaban ASUS untuk membantu perusahaan menyeimbangkan antara performa kerja yang tinggi dan efisiensi biaya saat menerapkan aplikasi AI generatif. Kenapa Harus AI Hybrid? Selama ini, banyak perusahaan mengandalkan sistem berbasis cloud murni untuk menjalankan program AI ...
Hari ini, tanggal 3 Juni 2026, linimasa media sosial mendadak dipenuhi oleh unggahan tentang World Bicycle Day atau Hari Bersepeda Sedunia . Uniknya, informasi ini justru pertama kali kami temukan saat sedang asyik berselancar di Threads—platform yang belakangan ini terasa lebih acak, organik, tapi punya rasa lokal yang sangat kuat. Beda cerita dengan linimasa X (Twitter) kami yang sudah telanjur "terpolusi" secara positif oleh obrolan dunia bola, sehingga kabar-kabar seputar lifestyle dan hari peringatan global seperti ini sukses tenggelam tanpa jejak. Kemana Saja Kami Selama 14 Tahun Ini? Membaca riuhnya ucapan selamat di media sosial, jujur saja, ada rasa terkejut yang menggelitik. Bagaimana tidak? Kami sudah aktif mengayuh pedal menyusuri jalanan dan berbagai sudut kota selama 14 tahun terakhir. Bagi kami, sepeda bukan lagi sekadar alat olahraga atau rekreasi di akhir pekan, melainkan teman setia mobilitas harian dan saksi bisu perkembangan infrastruktur jalanan yang ka...
Sudah cukup lama rasanya kami tidak merasakan atmosfer Sholat Iduladha di Kawasan Simpang Lima Semarang. Beruntung, momen lebaran kali ini diberkahi cuaca yang sangat cerah, mirip sekali dengan suasana syahdu yang kami rasakan saat Sholat Idulfitri di Museum Ranggawarsita kemarin. Dari sekian banyak daftar rekomendasi tempat Sholat Iduladha 2026 di Kota Semarang yang postingannya sudah kami rilis sebelumnya, pilihan kami akhirnya jatuh ke jantung kota. Selain rindu dengan kekhusyukan masif di sini, kami juga membawa rasa penasaran yang sempat ramai di media sosial saat pelaksanaan Sholat Idulfitri lalu. Misi Khusus di Jantung Kota Semarang Jujur saja, kedatangan kami kali ini membawa misi khusus untuk konfirmasi langsung di lapangan. Kami ingin melihat seberapa jauh perbedaan pengalaman ibadah yang dulu pernah kami rasakan dengan kondisi riil saat ini. Bagi yang aktif memantau lini masa, pasti ingat sempat ada perbincangan hangat mengenai gesekan ruang publik saat Sholat Idulfitri di...
Comments
Post a Comment