Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 rilis di bioskop tanggap 8 Desember 2016. Membawa durasi 106 menit, film ini lanjutan dari film sebelumnya yaitu Bulan Terbelah di Langit Amerika. Berikut reviewnya.
Tidak heran film keduanya yang disutradarai Rizal Mantovani ini masih dikerubuti penonton di Semarang hingga hari ini (19/12). Kesuksesan film terdahulunya menjadi kunci bagaimana kursi-kursi di dalam teater 1 hingga bawah dipenuhi penonton. Terutama generasi muslim muda yang didominasi perempuan.
Cerita film
Saya masih ingat pengalaman teman saya yang sudah menonton film ini, ia kecewa dengan ceritanya yang tidak sesuai harapan. Karena hal tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk menontonnya sendiri. Hasilnya? Iya, benaran ternyata. Cerita filmnya terlalu banyak sehingga tidak fokus dengan cerita utamanya.
Film ini punya 3 cerita yang dikemas menjadi satu kesatuan. Ada Hanum (Acha Septriasa) dengan cerita mirip detektif yang ingin mengungkapkan sejarah dan harta karun yang berhubungan dengan Islam (judul). Ditemani sang suami, Rangga (Abimana), ia berada ditengah konflik antara menyelesaikan misi atau berdamai dengan suami.
Lalu, ada Azima (Rianti) yang dihadapkan pada masalah keluarga. Pertentangan keluarganya di awal film ini diputar bakalan lebih menarik dari cerita Hanum. Azhima yang tinggal bersama anaknya harus mendapatkan kata maaf dari ibunya.
Dan terakhir, cerita yang menghidupkan suasana yaitu kisah si Stefan (Nino) yang sedang berjuang untuk kembali mendapatkan cintanya dari Jasmine (Hannah Al Rashid). Lumayan buat ketawa.
Kesemua tokoh dipertemukan dalam 1 kota yaitu San Fransisco, mungkin yang suka cinta bisa mengikuti kisah si Stefan. Kalau penonton perempuan yang kali ini mendominasi kursi mungkin suka dengan kisah Azhima, dan yang penasaran kelanjutan film Bulan Terbelah di Langit Amerika, cerita Hanum dan suami menjawab semua rasa penasaran tersebut.
Semua cerita menghadirkan rasa haru, tawa, dan bahagia. Meski pada akhirnya juga, kisah Hanum tidak menemukan apa-apa dan menutup film dengan sebuah kalimat panjang tentang makna perjalanannya. Kecewa? Semoga saja tidak.
Pemain film
Selain dihuni pemain utama, seperti yang sudah disebut sebelumnya. Film Produksi MAX Pictures ini bertabur pemain baru. Ada yang dari dalam negeri dan luar negeri.
Paling menarik buat saya adalah anak Sarah Hussein yang diperankan oleh Hailey Franco. Siapa Hailey Franco? Saya yang tidak menonton edisi pertamanya memang kebingungan dengan sosok yang ternyata sudah ada sebelumnya. Hailey merupakan aktris asal Amerika.
Kejutan lain datang dari Boy William yang turut ambil bagian sebagai Peter. Lalu, pemain lainnya ada Ira Wibowo sebagai ibu, Yeslin Wang (istri Delon), dsb.
...
Setting Amerika yang kental tentu sudah menjadi nilai tambah film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2. Apalagi buat Anda yang sudah mengikuti dari yang pertama sampai masih bernama 99 Cahaya di Langit Eropa.
Akhirnya terjawab sudah pertanyaan saya mengapa film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 begitu menarik, terutama di Semarang. Film ini merupakan sekuel dari sebelumnya. Tema yang diangkat pun masih menjadi daya pikat, khususnya generasi muslim yang saat ini sedang tren. Terakhir, sang penulis masih Hanum Salsabiela Rais. Wajar penonton masih penuh sesak dan bakalan bertahan hingga Januari menurut saya.
Soal cerita yang tidak fokus pada tujuan Hanum, mungkin jawabannya pada penonton yang belum menyaksikan film-film sebelumnya. Sehingga kehilangan inti cerita karena terlalu fokus pada judul yang super dasyat. Dilema memang sih dengan harapan tinggi itu, tapi setidaknya saya senang dengan antusias penonton akhir tahun ini.
Tentu senang sekali ketika kembali menerima undangan dari Hotel Horison Nindya Semarang untuk prosesi launching menu baru buka puasa tahun 2026. Buat yang masih bingung cari tempat bukber di area Semarang Timur, sepertinya tulisan ini datang di waktu yang tepat. Jalan Majapahit sore itu seperti biasa: padat dan dinamis. Namun, ada yang berbeda dengan cara kami menikmatinya kali ini. Bukan dari balik kaca mobil atau helm motor, melainkan dari atas sadel sepeda. Ya, kami memutuskan untuk gowes dari rumah menuju Hotel Horison Nindya Semarang demi memenuhi undangan pada hari Jumat, 13 Februari 2026 kemarin. Ini adalah tahun kedua kami diundang secara resmi, meski jika ditotal, ini adalah kali ketiga kami menginjakkan kaki di sini untuk urusan kuliner Ramadan. Ada semacam ikatan emosional (dan keringat yang bercucuran) saat akhirnya sampai di lobi hotel. Pasar Ambyar yang Bikin Penasaran Tahun ini, Horison Nindya mengusung tema yang cukup unik: Pasar Ambyar Nusantara . Begitu masuk ke Sant...
Hari ini kami sudah mendapatkan jadwal Jateng Fair 2018 yang akan berlangsung dari tanggal 17 Agustus hingga 9 september di kawasan PRPP, seperti biasanya. Tahun ini tema yang diusung adalah 'Magical Dieng'. Kepastian informasi ini kami dapatkan lewat Instagram akun Jateng fair. Nella Kharisma akan membuka perhelatan tahunan ini. Lalu masih ada Via Vallen yang akan tampil di akhir Agustus. Untuk pembukaan Jateng Fair 2018 sendiri akan digelar pada tanggal 20 Agustus, mengutip dari Solopos.com (1/8), acara pembukaan akan dimeriahkan penampilan Mel Shandy, rocket kawakan bersama grup musik keroncong asal semarang, Cong Rock. Salah satu hiburan yang baru kami dengar dan akan dihadirkan adalah Doraemon Show. Ini semacam boneka, nantinya ada Doraemon dan Nobita. Instagram @jatengfair Jam mulai buka Dalam postingan tahun 2017, kami membaca komentar pengunjung blog kami yang bertanya tentang jam berapa acara dimulai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jamnya masih ...
Kami sangat antusias ketika informasi acara ini mampir di lini masa Instagram. Awalnya, kami tidak menyadari jika tanggal pelaksanaannya, 9 Februari , bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) . Sebuah kebetulan yang manis, bukan? Dengan tajuk 'Jejak Sejarah Pers di Pecinan Semarang' , mari ikuti rangkuman perjalanannya. Kesibukan kami kembali padat di awal Februari usai rentetan agenda di bulan Januari. Apalagi acara kali ini berlabel gratis namun kuotanya sangat terbatas. Sempat kami simpan saja informasinya, eh, malam harinya rekan sesama blogger menyodorkan formulir pendaftaran. Tanpa pikir panjang, langsung gaskan daftar saat itu juga. Ditemani Gerimis di Kepodang Seperti biasa, akses menuju lokasi di Jalan Kepodang, Kota Lama, yakni Rumah PoHan , kami tempuh dengan bersepeda. Kami tak menyangka pagi itu, Senin 9 Februari 2026, Semarang menyapa dengan gerimis yang mengundang. Namun, semangat kami tidak surut, apalagi setelah menyadari kaitan acara ini dengan HP...
Kami tidak menyangka harus kembali memacu tenaga ekstra hanya untuk melihat keriuhan di Mal 23 Semarang . Terik matahari yang menyengat siang itu seolah tidak menyurutkan kayuhan pedal sepeda kami yang meluncur dari kawasan Gajah Raya menuju POJ City di pesisir utara. Semua ini demi mengintip seberapa "pecah" agenda Semarang’s Finest Automotive Meetup: 23 Sunset Drive yang digelar 31 Januari 2026 kemarin. Misi Khusus Menembus Pesisir Ketertarikan kami bermula saat poster Sunset Meetup ini mampir di beranda media sosial. Ada yang menarik dari sisi teknis; penyelenggara sudah menerapkan registrasi via scan QR Code yang simpel. Sebuah sentuhan digital yang apik untuk sebuah gelaran komunitas. Namun, kami membawa misi khusus. Mal 23 Semarang adalah magnetnya. Lokasi yang bagi kami "pengguna pedal" terasa sangat jauh dari pusat kota ini, justru memiliki nilai berita yang tinggi untuk dibawa ke blog dotsemarang . Dan syukurlah, misi itu sukses. Kami bahkan sempat meng...
Pertanyaan yang selalu muncul tiap tahun saat memasuki bulan suci: Apakah CFD Semarang tetap ada selama puasa? Kami tahu jawabannya hampir pasti nihil. Namun, ingatan kami sempat melayang pada momen di mana aspal Simpang Lima tetap dibuka untuk warga meski di tengah bulan Ramadan. Penasaran kapan itu terjadi? Mengulik Arsip CFD di Bulan Puasa Semarang tanpa Car Free Day (CFD) di hari Minggu pagi memang menciptakan atmosfer yang berbeda. Biasanya, kawasan Simpang Lima hingga Jalan Pahlawan sudah riuh rendah sejak matahari belum tinggi—mulai dari pelari yang serius, komunitas sepeda, hingga mereka yang sekadar berburu kuliner pagi. Kami sempat mencoba mengubek-ubek arsip untuk memastikan apakah CFD pernah benar-benar tetap berjalan saat puasa. Sayangnya, di catatan utama kami tidak menemukannya. Namun, penelusuran berlanjut ke blog galeri foto kami, dan ketemu! Ternyata pada Maret 2023 , aktivitas di jantung kota ini terpantau masih bergulir. Nah, apa kami bilang?! Kenangan visual mem...
Comments
Post a Comment