Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 rilis di bioskop tanggap 8 Desember 2016. Membawa durasi 106 menit, film ini lanjutan dari film sebelumnya yaitu Bulan Terbelah di Langit Amerika. Berikut reviewnya.
Tidak heran film keduanya yang disutradarai Rizal Mantovani ini masih dikerubuti penonton di Semarang hingga hari ini (19/12). Kesuksesan film terdahulunya menjadi kunci bagaimana kursi-kursi di dalam teater 1 hingga bawah dipenuhi penonton. Terutama generasi muslim muda yang didominasi perempuan.
Cerita film
Saya masih ingat pengalaman teman saya yang sudah menonton film ini, ia kecewa dengan ceritanya yang tidak sesuai harapan. Karena hal tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk menontonnya sendiri. Hasilnya? Iya, benaran ternyata. Cerita filmnya terlalu banyak sehingga tidak fokus dengan cerita utamanya.
Film ini punya 3 cerita yang dikemas menjadi satu kesatuan. Ada Hanum (Acha Septriasa) dengan cerita mirip detektif yang ingin mengungkapkan sejarah dan harta karun yang berhubungan dengan Islam (judul). Ditemani sang suami, Rangga (Abimana), ia berada ditengah konflik antara menyelesaikan misi atau berdamai dengan suami.
Lalu, ada Azima (Rianti) yang dihadapkan pada masalah keluarga. Pertentangan keluarganya di awal film ini diputar bakalan lebih menarik dari cerita Hanum. Azhima yang tinggal bersama anaknya harus mendapatkan kata maaf dari ibunya.
Dan terakhir, cerita yang menghidupkan suasana yaitu kisah si Stefan (Nino) yang sedang berjuang untuk kembali mendapatkan cintanya dari Jasmine (Hannah Al Rashid). Lumayan buat ketawa.
Kesemua tokoh dipertemukan dalam 1 kota yaitu San Fransisco, mungkin yang suka cinta bisa mengikuti kisah si Stefan. Kalau penonton perempuan yang kali ini mendominasi kursi mungkin suka dengan kisah Azhima, dan yang penasaran kelanjutan film Bulan Terbelah di Langit Amerika, cerita Hanum dan suami menjawab semua rasa penasaran tersebut.
Semua cerita menghadirkan rasa haru, tawa, dan bahagia. Meski pada akhirnya juga, kisah Hanum tidak menemukan apa-apa dan menutup film dengan sebuah kalimat panjang tentang makna perjalanannya. Kecewa? Semoga saja tidak.
Pemain film
Selain dihuni pemain utama, seperti yang sudah disebut sebelumnya. Film Produksi MAX Pictures ini bertabur pemain baru. Ada yang dari dalam negeri dan luar negeri.
Paling menarik buat saya adalah anak Sarah Hussein yang diperankan oleh Hailey Franco. Siapa Hailey Franco? Saya yang tidak menonton edisi pertamanya memang kebingungan dengan sosok yang ternyata sudah ada sebelumnya. Hailey merupakan aktris asal Amerika.
Kejutan lain datang dari Boy William yang turut ambil bagian sebagai Peter. Lalu, pemain lainnya ada Ira Wibowo sebagai ibu, Yeslin Wang (istri Delon), dsb.
...
Setting Amerika yang kental tentu sudah menjadi nilai tambah film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2. Apalagi buat Anda yang sudah mengikuti dari yang pertama sampai masih bernama 99 Cahaya di Langit Eropa.
Akhirnya terjawab sudah pertanyaan saya mengapa film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 begitu menarik, terutama di Semarang. Film ini merupakan sekuel dari sebelumnya. Tema yang diangkat pun masih menjadi daya pikat, khususnya generasi muslim yang saat ini sedang tren. Terakhir, sang penulis masih Hanum Salsabiela Rais. Wajar penonton masih penuh sesak dan bakalan bertahan hingga Januari menurut saya.
Soal cerita yang tidak fokus pada tujuan Hanum, mungkin jawabannya pada penonton yang belum menyaksikan film-film sebelumnya. Sehingga kehilangan inti cerita karena terlalu fokus pada judul yang super dasyat. Dilema memang sih dengan harapan tinggi itu, tapi setidaknya saya senang dengan antusias penonton akhir tahun ini.
Kami baru sadar jika postingan tentang tarif bandara Ahmad Yani Internasional Semarang yang kami posting tahun 2020 dipublish bulan Januari. Dan bulan yang sama, Januari juga tahun ini , kami sedang berada di bandara. Sekalian saja jika begitu untuk update tarif parkir inap. Entah ini kebetulan atau momennya saja yang bertepatan. Gambar gedung parkir bandara Semarang di atas kami ambil tanggal 28 Januari 2022. Jumat pagi, kami sedang berada di sini yang masih terasa sepi. Kepagian? Tarif parkir inap Sambil nunggu orang-orang yang akan dijemput, kami masuk ke dalam sambil mencari tahu info tarif parkir. Kebenaran di sana ada meja informasi yang sedang ada si mbak-mbak yang bertugas. Untuk tarif parkir inap kendaraan roda empat, biayanya berkisar antara Rp120.000 hingga Rp130.000 untuk perharinya. Ini tarif terbaru yang kami tanyakan (2022). Bila membandingkan dengan postingan tahun 2020, tarifnya memang kurang lebih sama. Saat itu kami menuliskannya sekitar Rp150.000. Kalau mau men...
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Ada yang baru ngeh sekarang kalau ATM Motor di samping RRI Semarang kini sudah tidak berfungsi? Bahkan, ada pembatas yang membentang kokoh sehingga terlihat jelas kini fasilitas yang sempat jadi idola pemotor ini bisa dikatakan sudah tutup total. Kami sendiri juga tidak ngeh sudah sejak kapan ATM Motor di Jalan Ahmad Yani—tepatnya di depan pom bensin—ini mulai sepi dan jarang digunakan. Beberapa gambar dokumentasi yang kami taruh di halaman ini diambil awal bulan Juni kemarin. Apakah ini berarti sudah beberapa bulan sebelumnya fasilitas tersebut dibiarkan tanpa ada yang menggunakan? Primadona Pemotor di Jalur Protokol Bagi pengendara roda dua di Kota Semarang, bilik ikonik di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di halaman depan kantor RRI, pasti sudah sangat familier. ATM Sepeda Motor. Sebuah fasilitas drive-thru yang dulu sempat digadang-gadang sebagai puncak kepraktisan bagi para pemotor di Kota Atlas. Bayangkan saja, dulu kita bisa mengambil uang tunai tanpa perlu standar samping, tanpa rep...
Ada pemandangan berbeda yang kami lihat baru-baru ini ketimbang tahun lalu saat menyambangi Plasa Simpang Lima. Tepatnya di Pusat Jual Beli Laptop Semarang lantai 4, Plasa 2. Jika dulu suasananya padat dan riuh oleh aktivitas transaksi, sekarang terasa sedikit sepi. Menariknya, area atrium bawah yang dulu bagian tengahnya kosong melompong, kini justru berubah jadi padat. Sabtu kemarin, 4 Juli, kami sengaja mampir ke Plasa Simpang Lima. Tujuan awalnya sebenarnya sederhana, yakni berburu smartphone 5G untuk kebutuhan personal. Namun, alih-alih mendapatkan perangkat yang dicari, kami malah mendapatkan inspirasi menarik setelah melihat fenomena dan kondisi terbaru di pusat belanja IT legendaris ini. Sebuah cerita yang rasanya sangat sayang jika tidak dibawa ke blog. Plang nama merek-merek besar seperti ASUS, Lenovo, hingga MSI memang masih menempel anggun di pilar-pilar lantai 4. Namun, suasana sunyi di koridor atas tak bisa dipungkiri. Hanya tersisa beberapa toko saja yang tampak masih...
Comments
Post a Comment