Memasuki bulan Agustus, atmosfer di sudut-sudut Kota Semarang mulai terasa berbeda. Kibaran bendera merah putih, umbul-umbul yang mulai menghiasi jalanan protokol, hingga gapura kampung yang bersolek cantik menandai dimulainya bulan kemerdekaan. Semarak Agustus selalu menjadi daya pikat tersendiri yang dinanti setiap tahunnya. Sebagai blog yang terus memantau pergerakan aktivitas lokal, kami pun tidak sabar membagikan daftar acara menarik apa saja yang bakal memeriahkan kota sepanjang bulan ini. Salah satu magnet utama yang paling ditunggu-tunggu adalah perayaan tahunan kirab budaya yang berpusat di Sam Poo Kong. Event akulturasi budaya berskala besar tersebut dipastikan akan menjadi daya tarik utama, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Atlas. Bagi yang sedang menyusun rencana akhir pekan atau mencari hiburan di sela-sela aktivitas harian, berikut adalah kalender agenda, acara, festival kuliner, dan kegiatan komunitas di Kota Semarang sepanjang bulan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 rilis di bioskop tanggap 8 Desember 2016. Membawa durasi 106 menit, film ini lanjutan dari film sebelumnya yaitu Bulan Terbelah di Langit Amerika. Berikut reviewnya.
Tidak heran film keduanya yang disutradarai Rizal Mantovani ini masih dikerubuti penonton di Semarang hingga hari ini (19/12). Kesuksesan film terdahulunya menjadi kunci bagaimana kursi-kursi di dalam teater 1 hingga bawah dipenuhi penonton. Terutama generasi muslim muda yang didominasi perempuan.
Cerita film
Saya masih ingat pengalaman teman saya yang sudah menonton film ini, ia kecewa dengan ceritanya yang tidak sesuai harapan. Karena hal tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk menontonnya sendiri. Hasilnya? Iya, benaran ternyata. Cerita filmnya terlalu banyak sehingga tidak fokus dengan cerita utamanya.
Film ini punya 3 cerita yang dikemas menjadi satu kesatuan. Ada Hanum (Acha Septriasa) dengan cerita mirip detektif yang ingin mengungkapkan sejarah dan harta karun yang berhubungan dengan Islam (judul). Ditemani sang suami, Rangga (Abimana), ia berada ditengah konflik antara menyelesaikan misi atau berdamai dengan suami.
Lalu, ada Azima (Rianti) yang dihadapkan pada masalah keluarga. Pertentangan keluarganya di awal film ini diputar bakalan lebih menarik dari cerita Hanum. Azhima yang tinggal bersama anaknya harus mendapatkan kata maaf dari ibunya.
Dan terakhir, cerita yang menghidupkan suasana yaitu kisah si Stefan (Nino) yang sedang berjuang untuk kembali mendapatkan cintanya dari Jasmine (Hannah Al Rashid). Lumayan buat ketawa.
Kesemua tokoh dipertemukan dalam 1 kota yaitu San Fransisco, mungkin yang suka cinta bisa mengikuti kisah si Stefan. Kalau penonton perempuan yang kali ini mendominasi kursi mungkin suka dengan kisah Azhima, dan yang penasaran kelanjutan film Bulan Terbelah di Langit Amerika, cerita Hanum dan suami menjawab semua rasa penasaran tersebut.
Semua cerita menghadirkan rasa haru, tawa, dan bahagia. Meski pada akhirnya juga, kisah Hanum tidak menemukan apa-apa dan menutup film dengan sebuah kalimat panjang tentang makna perjalanannya. Kecewa? Semoga saja tidak.
Pemain film
Selain dihuni pemain utama, seperti yang sudah disebut sebelumnya. Film Produksi MAX Pictures ini bertabur pemain baru. Ada yang dari dalam negeri dan luar negeri.
Paling menarik buat saya adalah anak Sarah Hussein yang diperankan oleh Hailey Franco. Siapa Hailey Franco? Saya yang tidak menonton edisi pertamanya memang kebingungan dengan sosok yang ternyata sudah ada sebelumnya. Hailey merupakan aktris asal Amerika.
Kejutan lain datang dari Boy William yang turut ambil bagian sebagai Peter. Lalu, pemain lainnya ada Ira Wibowo sebagai ibu, Yeslin Wang (istri Delon), dsb.
...
Setting Amerika yang kental tentu sudah menjadi nilai tambah film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2. Apalagi buat Anda yang sudah mengikuti dari yang pertama sampai masih bernama 99 Cahaya di Langit Eropa.
Akhirnya terjawab sudah pertanyaan saya mengapa film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 begitu menarik, terutama di Semarang. Film ini merupakan sekuel dari sebelumnya. Tema yang diangkat pun masih menjadi daya pikat, khususnya generasi muslim yang saat ini sedang tren. Terakhir, sang penulis masih Hanum Salsabiela Rais. Wajar penonton masih penuh sesak dan bakalan bertahan hingga Januari menurut saya.
Soal cerita yang tidak fokus pada tujuan Hanum, mungkin jawabannya pada penonton yang belum menyaksikan film-film sebelumnya. Sehingga kehilangan inti cerita karena terlalu fokus pada judul yang super dasyat. Dilema memang sih dengan harapan tinggi itu, tapi setidaknya saya senang dengan antusias penonton akhir tahun ini.
Bagi sebagian besar pengamat dunia maya atau pegiat media lokal, musim pameran otomotif skala nasional di daerah selalu membawa euforia tersendiri. Deretan mobil listrik terbaru, panggung megah, hingga gemerlap peluncuran produk baru seolah menjadi magnet tahunan. Namun, di balik kemegahan pameran yang dihelat di gedung-gedung megah seperti Muladi Dome, ada realitas lain yang sering luput dari pandangan: benturan antara birokrasi korporat dengan napas ekosistem kreator independen. Baru-baru ini, email masuk membawa pengingat tahunan itu—pendaftaran ID Media GIIAS Semarang 2026 telah dibuka. Dan seperti dugaan, persyaratannya tetap berdiri kokoh sebagai tembok pemisah yang tidak ramah bagi penulis blog mandiri. Tembok Birokrasi Bernama "Susunan Redaksi" Membaca kembali lembar persyaratan registrasinya terasa seperti deja vu dari tahun-tahun sebelumnya. Ketika sebuah ajang pameran otomotif nasional mensyaratkan pelampiran masthead atau susunan redaksi formal, otomatis format ...
Di tengah era banjir informasi seperti sekarang, kampanye melawan hoaks murni mungkin sudah sering kita dengar . Namun, belakangan muncul bentuk penyesatan informasi yang jauh lebih halus dan berbahaya: misleading content (konten menyesatkan). Jika hoaks murni umumnya berisi 100% berita bohong atau fabrikasi tanpa dasar, misleading content justru berdiri di area abu-abu . Ia hadir dengan formula 50% fakta asli + 50% manipulasi framing . Karena membawa potongan fakta atau kenyataan di awalnya, pagar kewaspadaan publik lebih mudah jebol dan menganggap narasi tersebut sebagai kebenaran utuh. Mengapa Misleading Content Sangat Efektif Menjebak? Ada alasan mengapa konten menyesatkan menyebar sangat cepat di media sosial . Penyebarannya memanfaatkan tiga kombinasi utama: Algoritma Platform + Reaksi Emosional + Kecenderungan Psikologis 1. Algoritma Pengincar Engagement : Platform media sosial dirancang untuk memprioritaskan konten yang memicu interaksi tinggi tanpa mempedulikan akurasi rea...
Kami tidak menyangka bisa masuk ke dalam tempatnya juga setelah bulan April lalu hanya bisa mendokumentasikan bagian luarnya lewat tulisan di blog. Seperti apa pengalaman kami di PlayFix dan iFixied Semarang ini? Rasa penasaran tersebut akhirnya terjawab saat berkunjung langsung ke dalam untuk memperbaiki perangkat seperti tablet Samsung dan iPhone 5S di bulan Juli kemarin. Pengalaman langsung ini memberikan gambaran utuh mengenai kualitas layanan yang ditawarkan. Suasana Ruang Tunggu dan Alur Layanan Begitu melangkah melewati pintu kaca, interior yang disuguhkan jauh dari kesan sumpek seperti tempat servis konvensional. Ruangan didominasi warna hitam dan putih minimalis dengan hiasan dinding bertema sirkuit elektronik. Sistem antrean menggunakan nomor tiket fisik yang terintegrasi dengan layar monitor informasi, didukung kursi tunggu panjang yang empuk. Suasana tersebut terasa mirip dengan ruang tunggu diler mobil resmi atau perusahaan operator telekomunikasi. Catatan Kejujuran Serv...
Sebagai pengguna Chromebook , kami sedikit kaget saat membaca kabar di salah satu media online baru-baru ini. Narasi yang diangkat seolah memberi sinyal bahwa nasib Chromebook bakal segera berakhir setelah Google mengumumkan perangkat baru bernama Googlebook. Bikin penasaran, sebenarnya apa sih yang sedang disiapkan Google? Seliweran artikel bertebaran dengan judul dramatis yang mengesankan "kematian" Chromebook sudah di depan mata. Namun, apakah Chromebook memang benar-benar langsung disuntik mati dan digantikan total oleh Googlebook? Ini kali pertama kami mengulas topik seputar Googlebook di blog. Kalau dibedah lebih tenang tanpa keriuhan judul yang sekadar mengejar clicks , fakta di baliknya justru jauh lebih menarik dari sekadar drama pergantian nama. Bukan Menggantikan, Tapi Evolusi Ekosistem Googlebook jelas bukan sekadar rumor kosong, melainkan langkah strategis Google dalam merombak fondasi sistem operasi laptop mereka. Selama ini, Chromebook berjalan di atas ChromeOS...
Sempat menuliskan agendanya di awal bulan , Sabtu pagi (15/8/2026) kami memutuskan turun ke jalan untuk memantau langsung Festival Arak-Arakan Budaya Peringatan Kedatangan ke-621 Laksamana Cheng Ho. Spot yang kami pilih tidak jauh-jauh: trotoar bundaran di depan Lawang Sewu. Setelah tahun lalu absen menyaksikan arak-arakan, tahun ini kami kembali merapat. Namun, kami memilih tidak meluncur hingga ke pusat perayaan di Klenteng Agung Sam Poo Kong. Padahal, panitia acara kali ini menerapkan kebijakan menarik dengan membuka gerbang Sam Poo Kong secara gratis untuk umum pada jam-jam tertentu. Meski ada akses gratis, kayuhan sepeda dari Lawang Sewu menuju kawasan Simongan terasa cukup lumayan jika harus dipaksakan pagi itu. Keputusan ngetrip tipis-tipis di kawasan Tugu Muda ini bukan tanpa alasan. Selain baru pertama kalinya merasakan sensasi menonton kirab dari titik ini, kawasan Tugu Muda selalu menawarkan sudut visual yang ikonik sekaligus dinamika lapangan yang menarik. Ketika Kirab Har...
Comments
Post a Comment