📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026
Pertanyaan yang selalu muncul tiap tahun saat memasuki bulan suci: Apakah CFD Semarang tetap ada selama puasa? Kami tahu jawabannya hampir pasti nihil. Namun, ingatan kami sempat melayang pada momen di mana aspal Simpang Lima tetap dibuka untuk warga meski di tengah bulan Ramadan. Penasaran kapan itu terjadi?
Semarang tanpa Car Free Day (CFD) di hari Minggu pagi memang menciptakan atmosfer yang berbeda. Biasanya, kawasan Simpang Lima hingga Jalan Pahlawan sudah riuh rendah sejak matahari belum tinggi—mulai dari pelari yang serius, komunitas sepeda, hingga mereka yang sekadar berburu kuliner pagi.
Kami sempat mencoba mengubek-ubek arsip untuk memastikan apakah CFD pernah benar-benar tetap berjalan saat puasa. Sayangnya, di catatan utama kami tidak menemukannya. Namun, penelusuran berlanjut ke blog galeri foto kami, dan ketemu! Ternyata pada Maret 2023, aktivitas di jantung kota ini terpantau masih bergulir. Nah, apa kami bilang?! Kenangan visual memang tidak pernah bohong.
Untuk tahun ini, Pemerintah Kota Semarang melalui kanal media sosial resminya telah mengonfirmasi bahwa aktivitas CFD diliburkan sementara. Terhitung mulai tanggal 22 Februari 2026, kawasan Car Free Day resmi beristirahat.
Bagi yang sudah rindu suasana jalanan tanpa kendaraan, harap bersabar. Berdasarkan informasi yang kami himpun, CFD Semarang direncanakan akan kembali aktif pada tanggal 29 Maret 2026, atau tepat setelah momen libur lebaran usai.
Momen libur ini sebenarnya bisa dipandang secara apresiatif. Tanpa kerumunan besar, suasana pagi di pusat kota Semarang terasa lebih tenang dan syahdu, memberikan ruang bagi warga untuk lebih fokus pada kekhusyukan ibadah.
Sisi positif lainnya juga dirasakan oleh para petugas lapangan. Rekan-rekan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan yang biasanya sudah siaga sejak subuh, kini memiliki waktu ekstra untuk beristirahat atau berkumpul bersama keluarga sebelum kembali bertugas menjaga titik-titik kepadatan lainnya di sore hari.
Lagi pula, energi keriuhan CFD seolah hanya bergeser waktu saja. Alih-alih pagi hari, keramaian kini berpindah ke sore hari di titik-titik perburuan takjil yang tersebar merata di sudut kota.
Liburnya CFD bukan berarti alasan untuk berhenti bergerak. Saat kami menyambangi kawasan Simpang Lima hari Minggu kemarin, nyatanya masih ada sebagian warga yang tetap berolahraga. Ada yang lari santai mengitari Lapangan Pancasila, ada pula yang tetap gowes tipis-tipis.
Warga Semarang sebenarnya masih bisa memanfaatkan trotoar lebar di sepanjang jalan protokol yang kini sudah jauh lebih rapi untuk sekadar jalan santai sebelum memulai aktivitas harian.
Bagaimana denganmu? Apakah tetap konsisten berkeringat di hari Minggu pagi, atau memilih menahan diri demi menjaga ritme ibadah puasa?
Artikel terkait :
Comments
Post a Comment