Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Terjebak Nostalgia
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Terjebak Nostalgia rilis di bioskop tanggal 1 desember 2016. Membawa durasi waktu sekitar 95 menit, film sutradara Rako Prijanto ini memiliki Raisa sebagai pemeran utamanya yang diduetkan dengan aktor ganteng Chicco Jerikho.
Saya sengaja memutuskan nonton film yang dibintangi Raisa Andriana ketimbang film Cinta Laki-laki Biasa yang sebenarnya saya sudah menandai film ini untuk ditonton. Hadirnya Raisa adalah salah satu faktor utama yang membuat saya tertarik, apalagi ini debutnya di layar lebar.
Cerita
Selama nonton film ini suasana yang dibangun selalu menyenangkan. Saya pikir ceritanya akan mudah ditebak dengan awal ceritanya yang mirip-mirip film Drama Korea atau India.
Ternyata tidak, film yang mengambil syuting di Jabotabek dan New York ini ternyata penuh teka-teki. Rekan saya, kali ini saya berdua, bahkan sudah menebak ceritanya dan seolah biasa. Tapi buat saya tetap menarik.
Jatuh cinta, tema yang selalu menarik untuk diangkat. Dikemas dengan menarik, Raisa menemukan pujaan hatinya seorang pria yang pandai bermain piano. Hujan dan tampang lugu Raisa, membuat pertemuan awal mereka begitu manis.
Alur ceritanya terus maju dan bahkan terkesan cepat. Bila akhirnya pria yang menjadi kekasihnya Raisa, diperankan oleh Maruli Tampubolon, harus pergi ke New York, penonton masih diperlihatkan satu pria ganteng lain yaitu Chicco Jerikho yang berperan sebagai Reza.
Maruli yang berperan sebagai Sora ternyata dikabarkan menghilang oleh sebuah kecelakaan karna badai. Cinta yang sudah dipertontonkan dengan indah kepada penonton, membuat Raisa gagal move on.
Akhirnya, Raisa ditemani Reza mencari bukti kebenaran tentang keberadaan Sora yang selalu bermain teka-teki lewat surat. Mereka memutuskan pergi ke New York. Apakah benar Sora masih hidup, atau ada yang mengerjain Raisa dengan surat-surat yang dikirimkan kepadanya.
Bagi pengamat film, cerita ini seakan menjadi santapan empuk bagaimana ceritanya mudah ditebak. Saya pikir, penonton sangat senang dengan ceritanya. Apalagi gambar yang dihasilkan dengan kameranya, saya acungin jempol.
Sangat memanjakan penonton
Harus saya akui cerita yang dibuat memang berbeda dari kisah cinta yang ada. Tapi mungkin benar yang dikatakan rekan saya bahwa kekuatan ceritanya masih kurang.
Yang paling menarik dari film Terjebak Nostalgia selain kehadiran Raisa adalah gambar yang dihasilkan benar-benar memanjakan saya dan penonton.
Diluar akting Raisa yang setidaknya butuh waktu lagi untuk menjadi bintang film, wajah cantik dan suaranya yang indah turut dihadirkan dalam film.
Jujur, saya lebih suka melihat wajah cantik Raisa ketimbang aktingnya. Dan beruntung, duetnya bareng Chicko yang tak perlu diragukan lagi, membuat ceritanya lebih tertolong.
Setelah pesona Raisa dan pemain utama yang good looking, kota New York begitu indah di film ini. Spot-spot yang memang bagus tidak disia-siakan dengan hasil gambar yang juga bagus. Termasuk kamera drone yang kali ini di film Indonesia sangat puas dengan hasil gambarnya.
Romansa berkirm surat
Dengan rating usia penonton 13 tahun ke atas atau remaja, memadu kasih dengan berkirim surat sebenarnya cukup aneh di era sekarang.
Tapi, nuansa emosinya lebih dapat ketimbang berkirim pesan lewat media sosial. Ini juga membawa generasi milenial untuk kembali mengingat masa-masa remaja mereka dulu sebelum ada social chat seperti sekarang.
Pemain
Selain Raisa, Maruli dan Chicko yang menjadi pemeran di film ini, ada 2 artis senior yang turut bermain seperti Dewi Irawan dan Robby Sugara. Untuk Om Robby, lama sekali nggak ngeliat tampil di layar lebar.
Satu nama yang bakalan menjadi kunci dari cerita adalah Khiva Iskak. Ternyata, Khiva Iskak mengawali karir sebagai bintang iklan, kini mulai merambah ke dunia perfilman Indonesia. Khiva Iskak yang merupakan adik dari Gary Iskak. Sama seperti Raisa yang juga melakukan debut di layar lebar.
...
Penggemar Raisa tentu tak akan melewatkan film ini. Termasuk kaum Adam yang bakalan disuguhkan kecantikan Raisa, dan caranya bicara yang membuat kita jatuh cinta.
Selain Chicko yang tak perlu diragukan aktingnya, akting Maruli sebenarnya menarik, tapi sayang hanya sebentar. Saya suka adegan pertama pertemuan mereka.
Ceritanya sudah lumayan dan nggak bosenin karena memutar otak untuk menemukan jawaban. Bagi penonton tipe kritikus, tentu ini kurang.
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Ada pemandangan yang menarik perhatian di tengah kerumunan massa yang sudah menyemut menunggu dimulainya acara. Sebuah mobil pemadam kebakaran tampak bersiaga di tengah jalan. Tak lama kemudian, unit tersebut mulai menyemprotkan air ke aspal, seolah mengonfirmasi bahwa panas di Kota Semarang siang itu memang sudah di luar nalar. Minggu siang (26/4), kami memutuskan untuk meliput gelaran Pawai Ogoh-ogoh 2026 tepat di depan Balai Kota Semarang. Berbeda dengan tahun sebelumnya di mana kami mendokumentasikan acara dari atas Jembatan Pandanaran , kali ini kami ingin merasakan langsung atmosfer di jalur utama. Halaman ini belum sepenuhnya ingin menceritakan tentang kemeriahan pawainya. Kami masih menahan diri untuk mengulas hidangan utamanya. Namun, cerita di balik layar mengenai persiapan jalur ini rasanya cukup menarik untuk dibagikan terlebih dahulu. Fenomena "Satu Orang Satu Matahari" Jika sering berselancar di media sosial, khususnya Threads, jargon "satu orang satu ma...
Jujur saja, selama ini di meja kerja kami, ASUS adalah panglimanya untuk urusan ChromeOS . Kami pikir sudah tahu banyak, sampai akhirnya mata kami tertuju pada satu nama yang cukup menyita perhatian: Samsung Galaxy Chromebook Plus . Mari kita ulik lebih dalam mengapa perangkat ini terasa spesial. Jejak Veteran Sejak Tahun 2011 Sejak pertama kali masuk ke ekosistem Chromebook dalam dua tahun terakhir, sebenarnya nama Samsung bukanlah hal asing. Laptop-laptopnya sering wara-wiri di marketplace . Namun, gara-gara seri premiumnya— Galaxy Chromebook Plus —kami jadi penasaran untuk mengulik sejarahnya. Siapa sangka, Samsung ternyata adalah seorang veteran. Mereka sudah memulainya sejak tahun 2011, saat konsep laptop berbasis cloud masih dianggap aneh bagi banyak orang. Pengalaman belasan tahun inilah yang menjelaskan mengapa mereka begitu berani menyematkan layar AMOLED dan fitur AI yang matang di seri terbaru ini. Bukan sekadar ikut tren, tapi karena mereka memang sudah sangat berpengalam...
Sudah cukup lama sejak terakhir kali kami menyematkan label ' Boyolali ' di blog ini. Ingatan terakhir kami tentang Kota Susu ini masih tertuju pada sejuknya Ekowisata Taman Air Tlatar yang kami kunjungi pertengahan 2024 lalu. Ternyata, butuh waktu hampir dua tahun bagi kami untuk kembali mengulas cerita dari sana, meski kali ini sudut pandangnya bukan tentang wisata, melainkan tentang masa depan digital anak mudanya. Baru-baru ini, sebuah informasi datang ke grup media Semarang yang kami ikuti mengenai langkah baru XLSMART (entitas baru hasil integrasi XL Axiata dan Smartfren). Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, mereka menggelar Workshop Kelas Cerdas Digital di Boyolali. Menariknya, program ini membawa semangat " Teman Pintar "—sebuah inisiatif yang dulunya sangat lekat dengan komunitas Smartfren—yang kini jangkauannya terasa lebih luas dan masif pasca-merger. Bukan Sekadar Akses, Tapi Soal Kompetensi Bagi kami yang sudah belasan tahun berkeci...
Baru-baru ini, linimasa media sosial sedang ramai memperbincangkan pengumuman dari Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI). Isunya tidak jauh dari regulasi dan penataan platform informasi digital. Bagi sebagian orang, istilah Homeless Media mungkin terdengar baru, namun bagi kami, istilah ini membawa ingatan kembali ke suasana di UP PEAK Hotel bulan Januari lalu. Kami tidak menyangka presentasi dari Mbak Sinta Pramucitra, seorang praktisi Public Relations asal Kota Semarang yang menjadi pembicara saat itu, justru menjadi topik yang sangat relevan dan ramai diperbincangkan secara nasional sekarang. Apalagi slide yang dibawakan beliau membahas secara mendalam tentang 'Understanding Homeless Media: Dari Homeless ke Sustainable' . Saat itu, kami mulai memahami konsepnya, meski jujur saja, sebagai pengelola blog yang sudah eksis belasan tahun, posisi kami tidak berada di dalam kategori tersebut. Acara bertajuk meet up yang diselenggarakan di UP PEAK Hotel pada Selasa pagi (13/1) ...
Comments
Post a Comment