Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Cek Toko Sebelah
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Cek Toko Sebelah (CTS) rilis tanggal 28 desember 2016. Film kedua Ernest Prakasa sebagai sutradara dan sekaligus pemain. CTS sendiri bergenre komedi dengan membawa durasi 104 menit. Berikut review filmnya.
Film produksi Starvision ini rilis lebih awal dari hari biasanya hari kamis, yaitu hari rabu. Spesial sih kalau boleh bilang mengingat hari kamis sangat identik untuk jadwal film Indonesia yang baru tayang.
Film CTS juga menuai sukses bersama film karya Raditya Dika, Hangout di Semarang. Ini bisa dilihat dari antrian panjang saat pertama kali dirilis. Bahkan setelah rilis, pihak bioskop menambah teaternya. Sama seperti Hangout yang mendapat jatah 2 teater.
Cerita
Ernest yang berperan sebagai pemain dan sutradara plus penulis cerita lewat film ini membawa penonton melihat sebuah kisah sederhana yang dibalut cinta dan kasih sayang sebuah keluarga.
Karena begitu ringan, bumbu-bumbu tawa yang dihadirkan dengan mengajak para pemain berlatar komika membuat saya dan penonton di sebelah saya tertawa tanpa henti. Ernest mampu menghadirkan sisi paling menarik dari mereka, meski saya tahu mereka memang lucu saat sudah berstand up ria.
Ernest yang berperang sebagai Erwin tidak sendiri menjadi anak dari pemilik toko yang menjadi ayahnya. Ada Dion Wiyoko yang menjadi kakaknya berperan sebagai Yohan. Keduanya berseteru saat sang ayah memberikan toko pada Erwin.
Disaat karir Erwin sedang bagus-bagusnya, perasaan tanggung jawab dan ingin bekerja menjadi dilewa buatnya. Sisi lain buat Yohan yang sudah beristri, menganggap toko lebih baik dia yang mengurusnya. Kemelut yang sebenarnya tidak begitu besar yang dimasukkan.
Pada akhirnya, keduanya bekerjasama menyelesaikan konflik yang bukan berasal dari keduanya. Ada Tora yang menjadi masalah ketika si ayah menyepakati toko akan dijual karna sudah merasa lelah.
Saat semua cerita sudah mengalir seperti air sungai yang menuju laut, film ini ditutup dengan kisah bahagia. Tebak, Erwin apakah menjaga toko atau tidak? Betul sekali, Erwin tetap melanjutkan pekerjaannya dan Yohan yang akhirnya membuat toko berkembang pesat. Dari yang hanya kelontongan berubah menjadi sesuatu yang lebih diterima semua orang.
Kekuatan para pemain
Hadirnya rumor Kaesang ikut main sebelum film ini dirilis, sudah sangat memberi efek dan rasa penasaran buat saya sendiri. Kira-kira mendapatkan jatah peran seperti apa? Hmm..ternyata menjadi supir taksi. Meski situasinya serius dalam ceritanya, Kaesang sudah memberi tawa dengan durasinya yang sangat singkat tersebut.
Ernest kembali membawa banyak komika di gerbangnya (baca filmnya). Kesemuanya memiliki peran masing-masing dan itu terlihat sangat bagus. Andai mereka tidak ikut, saya pikir ceritanya bakalan sangat boring.
Orang pertama yang paling menarik soal perannya adalah Chew Kin Wah yang berperan sebagai ayah. Saya baru sadar aktor dari Malaysia ini sebelumnya sudah menghiasi film My Stupid Boss. Di film selanjutnya ini, ia bermain sangat baik.
Selanjtunya, ada sosok Dion Wiyoko yang tak perlu ditanya bagaimana ia berperan. Di film CTS, Dion adalah karakter yang sangat berpengalaman dan mampu menjawab perannya dengan sangat baik.
Untuk pemain perempuannya, ada beberapa nama. Tapi yang cukup menyita perhatian adalah Adinia Wirasti yang menjadi istri Yohan. Bukan karena aktingnya yang ingin saya puji, tapi kecantikannya yang membuat saya suka mengingat ia sangat jarang bermain dan katanya selektif terhadap peran.
Soal Gisel yang sepertinya debut pertamanya, sudah cukup baik. Dan jadi pasangan yang cocok buat Erwin yang terkadang mereka saling mendukung tapi juga berantem.
Pemain Cek Toko Sebelah
Sepertinya ada 20 komika yang diajak di film CTS. Nama-nama seperti Dodit Mulyanto atau Abdur Arsyad tentu sudah lumayan sering main film.
Hadirnya nama Tora Sudiro sebenarnya sudah menarik. Nama-nama lain yang sudah familiar seperti Yeyen Lidya, Asri Welas, dan Nino Fernandez (sebentar). Untuk detail lengkap para pemainnya, kamu bisa lihat di sini.
...
Seperti tahun sebelumnya, Ernest masih konsisten merilis filmnya di akhir tahun. Bersama Raditya Dika, keduanya selalu berhasil membuat film-film dari luar tidak bisa masuk. Beberapa film Indonesia yang bertahan juga mampu memberi dampak positif, khususnya di Semarang.
Film Cek Toko Sebelah bukan saja memberi tawa, kesederhanaan ceritanya yang terjadi disekitar ternyata sangat seksi untuk diangkat dalam sebuah film. Dikemas dengan kasih sayang antar keluarga, pasangan dan bisnis, semoga film CTS menyusul film Hangout yang sudah mendapat 1 juta penonton sebelum tahun baru.
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Ada pemandangan yang menarik perhatian di tengah kerumunan massa yang sudah menyemut menunggu dimulainya acara. Sebuah mobil pemadam kebakaran tampak bersiaga di tengah jalan. Tak lama kemudian, unit tersebut mulai menyemprotkan air ke aspal, seolah mengonfirmasi bahwa panas di Kota Semarang siang itu memang sudah di luar nalar. Minggu siang (26/4), kami memutuskan untuk meliput gelaran Pawai Ogoh-ogoh 2026 tepat di depan Balai Kota Semarang. Berbeda dengan tahun sebelumnya di mana kami mendokumentasikan acara dari atas Jembatan Pandanaran , kali ini kami ingin merasakan langsung atmosfer di jalur utama. Halaman ini belum sepenuhnya ingin menceritakan tentang kemeriahan pawainya. Kami masih menahan diri untuk mengulas hidangan utamanya. Namun, cerita di balik layar mengenai persiapan jalur ini rasanya cukup menarik untuk dibagikan terlebih dahulu. Fenomena "Satu Orang Satu Matahari" Jika sering berselancar di media sosial, khususnya Threads, jargon "satu orang satu ma...
Jujur saja, selama ini di meja kerja kami, ASUS adalah panglimanya untuk urusan ChromeOS . Kami pikir sudah tahu banyak, sampai akhirnya mata kami tertuju pada satu nama yang cukup menyita perhatian: Samsung Galaxy Chromebook Plus . Mari kita ulik lebih dalam mengapa perangkat ini terasa spesial. Jejak Veteran Sejak Tahun 2011 Sejak pertama kali masuk ke ekosistem Chromebook dalam dua tahun terakhir, sebenarnya nama Samsung bukanlah hal asing. Laptop-laptopnya sering wara-wiri di marketplace . Namun, gara-gara seri premiumnya— Galaxy Chromebook Plus —kami jadi penasaran untuk mengulik sejarahnya. Siapa sangka, Samsung ternyata adalah seorang veteran. Mereka sudah memulainya sejak tahun 2011, saat konsep laptop berbasis cloud masih dianggap aneh bagi banyak orang. Pengalaman belasan tahun inilah yang menjelaskan mengapa mereka begitu berani menyematkan layar AMOLED dan fitur AI yang matang di seri terbaru ini. Bukan sekadar ikut tren, tapi karena mereka memang sudah sangat berpengalam...
Sudah cukup lama sejak terakhir kali kami menyematkan label ' Boyolali ' di blog ini. Ingatan terakhir kami tentang Kota Susu ini masih tertuju pada sejuknya Ekowisata Taman Air Tlatar yang kami kunjungi pertengahan 2024 lalu. Ternyata, butuh waktu hampir dua tahun bagi kami untuk kembali mengulas cerita dari sana, meski kali ini sudut pandangnya bukan tentang wisata, melainkan tentang masa depan digital anak mudanya. Baru-baru ini, sebuah informasi datang ke grup media Semarang yang kami ikuti mengenai langkah baru XLSMART (entitas baru hasil integrasi XL Axiata dan Smartfren). Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, mereka menggelar Workshop Kelas Cerdas Digital di Boyolali. Menariknya, program ini membawa semangat " Teman Pintar "—sebuah inisiatif yang dulunya sangat lekat dengan komunitas Smartfren—yang kini jangkauannya terasa lebih luas dan masif pasca-merger. Bukan Sekadar Akses, Tapi Soal Kompetensi Bagi kami yang sudah belasan tahun berkeci...
Baru-baru ini, linimasa media sosial sedang ramai memperbincangkan pengumuman dari Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI). Isunya tidak jauh dari regulasi dan penataan platform informasi digital. Bagi sebagian orang, istilah Homeless Media mungkin terdengar baru, namun bagi kami, istilah ini membawa ingatan kembali ke suasana di UP PEAK Hotel bulan Januari lalu. Kami tidak menyangka presentasi dari Mbak Sinta Pramucitra, seorang praktisi Public Relations asal Kota Semarang yang menjadi pembicara saat itu, justru menjadi topik yang sangat relevan dan ramai diperbincangkan secara nasional sekarang. Apalagi slide yang dibawakan beliau membahas secara mendalam tentang 'Understanding Homeless Media: Dari Homeless ke Sustainable' . Saat itu, kami mulai memahami konsepnya, meski jujur saja, sebagai pengelola blog yang sudah eksis belasan tahun, posisi kami tidak berada di dalam kategori tersebut. Acara bertajuk meet up yang diselenggarakan di UP PEAK Hotel pada Selasa pagi (13/1) ...
Comments
Post a Comment