📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026
Mengawali lembaran tahun 2026, kami kembali mengulas lini laptop bisnis dari ASUS yang semakin menarik untuk diikuti. Setelah sebelumnya kami sempat membedah ketangguhan si "Badak" ExpertBook PM1, kini giliran sang bintang utama yang mencuri perhatian: ASUS ExpertBook PM3. Muncul pertanyaan menarik, apakah laptop rilisan akhir tahun lalu ini masih relevan untuk dipinang di tahun baru ini?
Jawabannya, sangat relevan. ASUS ExpertBook PM3 bukan sekadar laptop kantoran biasa, melainkan perangkat yang sudah menyandang predikat Copilot+ PC. Berbekal prosesor AMD Ryzen™ AI terbaru dengan kemampuan 50 TOPS, kami menilai laptop ini tidak akan ketinggalan zaman. Performanya masih sangat mumpuni untuk melahap berbagai fitur AI masa depan yang diprediksi akan semakin masif di sisa tahun 2026.
Kenapa Jadi Buah Bibir?
Kombinasi antara kecerdasan buatan (AI) dan durabilitas standar militer menjadi alasan kuat mengapa seri ini begitu populer. Jika sebelumnya kami sudah menunjukkan bagaimana PM1 melewati 5 tes ekstrem, maka ExpertBook PM3 pun demikian. Laptop ini dirancang untuk "bertahan hidup" dalam berbagai skenario kerja yang dinamis, mulai dari tumpahan air, guncangan (jatuh), tekanan beban, hingga suhu ekstrem. Ketangguhan engselnya pun sudah diuji untuk penggunaan jangka panjang.
Spesifikasi Teknis: Si Monster Berwajah Ramping
Dapur pacu PM3 didukung oleh NPU (Neural Processing Unit) dari keluarga AMD Ryzen™ AI 300 Series. Angka 50 TOPS yang diusungnya bukan sekadar angka di atas kertas, karena sudah melampaui standar minimal Copilot+ PC (40 TOPS). Untuk lebih detailnya, berikut kami sajikan tabel spesifikasi lengkapnya:
| Komponen | Spesifikasi Detail |
| Model | ASUS ExpertBook PM3 (PM3406CKA) |
| Prosesor | AMD Ryzen™ AI 300 Series (Hingga Ryzen™ AI 7 350) |
| NPU (AI Engine) | AMD XDNA™ hingga 50 TOPS |
| Memori (RAM) | Dual Slot DDR5 5600MHz (Upgradable hingga 64GB) |
| Penyimpanan | Dual Slot M.2 PCIe® 4.0 SSD (Upgradable hingga 3TB) |
| Layar | 14" WQXGA (2.5K), 16:10, 144Hz, 100% sRGB, Anti-glare |
| Grafis | AMD Radeon™ Graphics |
| Konektivitas | Wi-Fi 6E, Bluetooth® 5.3, RJ45 (LAN Port) |
| Port I/O | USB4®, USB 3.2 Gen 2 Type-A, HDMI 2.1 |
| Keamanan | Fingerprint Sensor, TPM 2.0, Physical Webcam Shield |
| Ketahanan | Sertifikasi Militer AS MIL-STD 810H |
| Bobot | 1,34 kg |
Angka 50 TOPS ini membuat urusan live captions, background blur saat rapat daring, hingga pembuatan ringkasan dokumen otomatis terasa sangat lincah. Ini adalah perangkat yang benar-benar future-proof untuk ekosistem AI 2-3 tahun ke depan.
Satu hal yang membuat kami terkesan adalah layarnya. Meskipun ini laptop bisnis, ASUS memberikan refresh rate 144Hz pada panel 14 inci WQXGA (2.5K). Di saat laptop bisnis lain masih terjebak di 60Hz, layar PM3 memberikan visual yang sangat halus. Bagi kami yang sering mantengin layar berjam-jam untuk scrolling dokumen panjang, fitur ini sangat membantu mengurangi kelelahan mata. Apalagi bobotnya hanya 1,34 kg, sangat bersahabat untuk mobilitas keliling Semarang atau saat harus work from anywhere.
Nilai Jual: "Dual Slot" adalah Kunci Kebebasan
Di tengah tren laptop modern yang RAM-nya "mati" karena disolder, PM3 justru tampil berani dengan memberikan kebebasan. Kami sangat mengapresiasi hadirnya Dual Slot RAM dan Dual Slot SSD.
Artinya, laptop ini bisa ditingkatkan hingga 64GB RAM dan 3TB SSD. ASUS seolah mendengarkan curhatan para praktisi IT; laptopnya ramping, tapi urusan upgrade tidak dibuat ribet. Ini adalah bentuk investasi jangka panjang yang nyata bagi operasional kantor maupun penggunaan pribadi.
Fitur Eksklusif: AI ExpertMeet
Untuk menunjang produktivitas, tersedia aplikasi eksklusif AI ExpertMeet. Fitur ini memungkinkan kami membuat transkrip rapat secara real-time, menerjemahkan bahasa secara instan, hingga memberikan watermark otomatis pada layar saat video call. Sebuah langkah proteksi cerdas agar rahasia perusahaan tidak mudah bocor melalui tangkapan layar.
Harga & Garansi: Kompetitif di Kelasnya
Melihat spesifikasi yang ditawarkan, kami sempat terkejut dengan banderol harganya. ASUS ExpertBook PM3 dipasarkan mulai dari kisaran Rp13,7 jutaan untuk varian Ryzen™ AI 5. Sementara untuk varian tertingginya, Ryzen™ AI 7, berada di angka Rp18 jutaan.
Memasuki tahun 2026, harga ini tergolong stabil dan sangat menarik. Memilih PM3 di saat modelnya sudah "matang" di pasaran seringkali memberikan value for money yang lebih tinggi dibandingkan mengejar model paling baru yang harganya masih melambung tinggi dengan peningkatan performa yang belum tentu signifikan.
Masih Layak di 2026?
Kesimpulannya, ASUS ExpertBook PM3 tetap menjadi pilihan yang sangat masuk akal di tahun 2026. Bukan sekadar mengikuti tren AI, tapi fleksibilitas upgrade-nya membuat laptop ini memiliki napas yang lebih panjang dibanding kompetitor.
Tahun ini, aplikasi AI dan software profesional dipastikan akan semakin rakus memori. Di saat laptop terbaru lainnya mungkin terbatas dengan kapasitas RAM permanen yang kecil, ExpertBook PM3 menang telak karena kami bisa membongkar dan meningkatkan kapasitasnya kapan saja saat dibutuhkan.
Tertarik menjadikan laptop ini sebagai rekan kerja baru di tahun 2026?
Artikel terkait :
Comments
Post a Comment