Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

⚽ Laparaga Futsal Bandarharjo: Menjajal Atmosfer Baru Eks Gudang di Awal Tahun 2026

Akhirnya kami merasakan langsung pengalaman bermain futsal di Laparaga Bandarharjo pada awal tahun 2026. Ini merupakan kunjungan kedua kami, setelah sebelumnya pada November lalu sempat mampir untuk menengok proses pengerjaannya. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Undangan Mendadak di Senin Pagi 

Sebuah pesan singkat mampir pada Senin pagi (5/1), mengajak kami untuk bermain malam harinya. Karena rasa penasaran yang besar dan ajakan dari rekan main yang sudah familiar, kami pun memutuskan untuk bergabung.

Suasana dan Akses: Wajah Baru Eks Gudang 

Sore itu, langit Kota Semarang tampak cerah mengiringi perjalanan kami. Memasuki lokasi, bangunan eks gudang ini terasa sangat luas. Saat kami tiba, ruangan masih agak gelap karena lampu lapangan belum sepenuhnya dinyalakan.

Berbeda dengan kunjungan pertama saat lapangan masih dalam tahap pengerjaan, kini dua lapangan sudah siap digunakan. Memandang hamparan lapangan yang luas ini sempat memicu sedikit rasa was-was karena merupakan pengalaman pertama kami merumput di sini.

Bicara akses, lokasinya sebenarnya cukup mudah dijangkau. Jalanannya lebar sehingga kendaraan roda empat pun bisa lewat dengan leluasa. Area parkir yang tersedia juga tergolong besar untuk ukuran lapangan futsal di kawasan pemukiman.

Reinkarnasi Metro Kertajaya 

Bagi yang sering bermain di lapangan futsal Metro Kertajaya (Jalan Sriwijaya), suasana di sini mungkin akan terasa sangat familiar. Kabarnya, fasilitas dari sana memang dipindahkan ke Bandarharjo. Mulai dari jaring-jaring hingga kipas angin besarnya memberikan aura nostalgia.

Namun, ada detail yang berbeda pada sisi lapangan. Sebagian sisi menggunakan tembok, mengingatkan kami pada cabang Laparaga di Puspowarno. Jika bola membentur tembok, akan terdengar suara keras dan pantulan bolanya menjadi tantangan tersendiri bagi pemain.

Untuk penerangan, kualitasnya sudah sangat oke. Aura gelap yang awalnya kami khawatirkan langsung sirna seketika saat lampu dinyalakan. Sirkulasi udaranya pun terasa lebih baik dibandingkan lokasi lama. Keberadaan jendela-jendela besar di dinding membuat aliran udara masuk dengan lancar. Bahkan, bunyi kipas angin dinding yang kencang sempat kami kira suara hujan saat pertama kali dinyalakan.

Fasilitas Tempat Duduk yang Nyaman 

Satu hal yang mencolok adalah area tunggu. Fasilitas tempat duduk ditaruh di tengah, di antara kedua lapangan. Model kursinya mirip dengan yang ada di halte bus atau bandara.

Kapasitasnya cukup banyak dan tersedia ruang kosong yang lega di antara tempat duduk lapangan satu dan lainnya. Suasananya jadi sangat hidup; banyak rekan kami yang datang meski hanya untuk sekadar mengobrol tanpa ikut bermain.

Tersedia Air Mineral 

Ada cerita menarik soal persiapan. Salah satu rekan kami yang langsung datang selepas kerja sempat bingung mencari air minum hingga harus menitip ke rekan lain. Namun, begitu lampu menyala, pandangan kami tertuju pada kulkas di dekat meja resepsionis. 

Ternyata, pengelola menyediakan air mineral di sana. Jadi, bagi yang lupa membawa bekal minum, tak perlu khawatir.

Adaptasi dari Mini Soccer ke Futsal 

Kembali ke lapangan futsal setelah vakum beberapa bulan ternyata cukup menantang. Atmosfernya sangat berbeda dengan mini soccer. Sebagai kiper, kami merasakan langsung betapa cepatnya transisi permainan; baru saja kick-off, lawan sudah berada di depan gawang.

Minimnya ruang membuat intensitas permainan jadi tinggi. Mungkin karena terlalu bersemangat atau faktor adaptasi, beberapa rekan sempat mengalami benturan dan cedera ringan. Rupanya, butuh waktu untuk mengembalikan insting futsal setelah lama terbiasa dengan ritme mini soccer yang lebih santai.

Catatan Fasilitas: Toilet dan Ruang Ganti 

Sejauh pengamatan kami, terdapat satu toilet yang berlokasi di dekat pos sekuriti sebelum masuk ke area utama. Kami belum sempat mengeksplorasi lebih jauh apakah ada toilet tambahan di bagian dalam. Untuk ruang ganti, selayaknya lapangan futsal pada umumnya, kami lebih sering mengganti pakaian langsung di area tempat duduk yang tersedia.

...

Bermain di malam hari di kawasan Bandarharjo memberikan kesan tersendiri. Meski lokasinya dekat dengan Stasiun Tawang dan Kota Lama, posisinya yang masuk ke area pemukiman menuntut kita untuk berkendara lebih pelan dan tetap waspada.

Kondisi lapangan yang masih baru tentu sangat nyaman digunakan. Meskipun ada sedikit bagian lantai yang mulai menonjol di beberapa titik, secara keseluruhan semuanya masih dalam kondisi prima.

Bagi kamu yang rindu bermain futsal dan mencari alternatif lapangan di area Semarang bawah atau sekitar Kota Lama, Laparaga Bandarharjo adalah pilihan yang tepat.

Pernah mencoba bermain di sini? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar!

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

🥣 Menghidupkan Kembali Nasi Glewo, Kuliner Langka Semarang di Pasar Ambyar Horison Nindya

🚲 Car Free Day Semarang Libur Selama Ramadan 2026, Kapan Aktif Lagi?

📌 Dugderan Semarang 2026: Menikmati "Gong" Terakhir di Pelataran MAJT

AMOLI, Laptop Buatan Mana?