📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026
Akhirnya kami resmi "berpisah" layaknya adegan drama China yang belakangan ini sukses menyita perhatian. Meski perpisahan ini masih dalam satu atap—dari XL ke Smartfren—karena keduanya memang sudah bersaudara, namun transisi ini membawa cerita tersendiri bagi rutinitas digital kami.
Menjelang akhir tahun 2025, paket internet XL, khususnya Xtra Combo Flex yang biasa kami gunakan, mengalami kenaikan harga. Hal yang paling kami sesali adalah hilangnya bonus paket internet malam. Kegundahan dan rasa khawatir ini sebenarnya sudah pernah kami tuangkan dalam artikel sebelumnya (cek di sini).
Sebelum benar-benar memindahkan "nyawa" koneksi ke operator si merah, kami sempat melakukan uji coba dengan membeli paket harian. Pilihannya jatuh pada paket 1GB per hari dengan garansi internet tetap bisa diakses meski kuota utama habis (FUP). Fasilitas yang ditawarkan adalah kecepatan 512 Kbps setelah batas 1GB terlampaui.
Awalnya ada keraguan, namun demi mendapatkan pengalaman yang bisa dibagikan di blog ini, kami nekat mencoba. Hasilnya? Ternyata cukup terpercaya. Kami tetap bisa berselancar mesra di internet meski kecepatannya memang tak secepat biasanya.
Nama paket yang kami pilih adalah Unlimited Suka-suka. Karena merasa cocok setelah masa percobaan, kami akhirnya mengambil opsi 1GB/hari dengan durasi 28 hari seharga Rp75.000.
Sebenarnya ada pilihan masa aktif 30 hari seharga Rp80.000, namun demi prinsip penghematan, pilihan pertama menjadi jalan ninja kami. Menariknya, saat kuota harian habis, kecepatan yang kami dapatkan ternyata berada di angka 768 Kbps, bukan 512 Kbps seperti yang diinfokan di awal. Sedikit lega meski tak sampai membuat bahagia luar biasa. Bagi kami, bisa tetap bekerja dengan koneksi stabil sudah patut disyukuri.
Apa yang bisa dilakukan dengan kecepatan "pas-pasan" tersebut? Keraguan kami sirna saat mencoba mengakses berbagai platform. Menulis blog, membuka media sosial, YouTube, Canva, hingga WhatsApp, semuanya berjalan normal layaknya saat kami menggunakan XL Axiata.
Namun, kejujuran adalah kunci. Jika dulu akses internet terasa wus-wus, sekarang ada jeda yang mengharuskan kami lebih bersabar. Kadang perlu refresh halaman atau menahan diri saat berpindah antar aplikasi. Akses tetap terbuka, hanya kecepatannya saja yang tidak senyaman dulu.
Ada satu kendala teknis yang sempat membuat kami frustrasi. Paket Unlimited Suka-suka ini rupanya tidak berjodoh dengan modem WiFi bawaan Smartfren. Beruntung, kami memiliki modem unlock yang bisa menerima semua operator. Setelah kartu dipindahkan, semua perangkat dari laptop hingga smartphone langsung terhubung lancar. Jadi, bagi Anda yang ingin migrasi, pastikan perangkat modem Anda kompatibel ya!
Bagi Anda yang memiliki anggaran lebih, Smartfren menyediakan opsi kuota harian yang lebih besar, seperti 4GB/hari hingga 5GB/hari dengan durasi beragam mulai dari harian hingga bulanan. Uniknya, paket 1GB/28 hari yang kami beli justru tidak muncul di website resmi, namun tersedia lengkap di aplikasi MySmartfren.
Jika tiba-tiba butuh kecepatan tinggi (di atas 1 Mbps) untuk urusan mendesak, tersedia fitur Speed Booster. Namun sayangnya, kuota yang diberikan hanya 500 MB. Jika dipakai untuk menonton YouTube atau gaming, kuota ini akan cepat ludes dan kecepatan kembali ke batas wajar.
📝 Catatan: Tulisan ini bukan konten berbayar atau bentuk kerja sama komersial. Ini murni pengalaman personal kami.
...
Dengan segala keterbatasannya, migrasi ini membuat kami lebih tenang. Kami tidak lagi dihantui rasa khawatir melihat sisa kuota yang menipis seperti saat di operator lama. Sekarang, kami bisa berselancar tanpa beban, meski harus dibayar dengan sedikit ekstra kesabaran.
Bagaimana dengan pengalaman Anda? Apakah punya rekomendasi paket internet yang lebih worth it di tahun 2026 ini?
Artikel terkait :
Comments
Post a Comment