Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Panitia Ergo Camp 2019 Ajak Duta Kola Ajarkan Cara Membuat Wayang Suket Kepada Mahasiswa
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ratusan mahasiswa tampak tengah serius memperhatikan rekan-rekan pemandu wisata Kota Lama yang dikenal dengan Duta Kola mengajari mereka membuat Wayang Suket di gedung Oudetrap, Minggu sore (25/8). Aktivitas ini dalam rangka acara Ergo Camp 2019 yang tahun ini mendapuk Semarang menjadi tuan rumah.
Beberapa hari sebelumnya kami dikabarin Mas Rofiq (Duta Kola) untuk melihat aktivitas membuat Wayang Suket kepada mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kami tertarik untuk datang meski akhirnya sedikit terlambat.
Ergo Camp 2019
Kami pikir ini adalah acara yang dibuat pemandu wisata 'Duta Kola', rupanya acara ini merupakan bagian dari serangkaian acara yang bernama Ergo Camp 2019. Ini adalah tahun keempat acara ini dilaksanakan dan panitia penyelenggaranya adalah mahasiswa Undip.
Bukan hanya dari kampus Semarang saja yang berpartisipasi, ada lebih dari 20 kampus yang mengikuti. Tiap kampus diikuti 1-2 tim yang terdiri dari 3-4 orang. Bahkan, ada juga yang datang dari luar pulau Jawa. Semarang sendiri selain Undip, ada dari kampus Udinus dan Unissula.
Ergo Camp sendiri adalah acara untuk Ergoes muda. Ergoes sendiri merupakan sebutan bagi orang yang tertarik pada Ergonomi. Acara ini dinaungi oleh Perhimpunan Ergonomi Indonesia.
Sedangkan Ergonomi sendiri adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem dan pekerjaan yang mengaplikasikan teori, prinsip, data dan metode untuk merancang suatu sistem yang optimal, dilihat dari sisi manusia dan kinerjanya.
Melihat Semarang lewat Wayang Suket
Menjadi tuan rumah, panitia juga ingin mengenalkan Semarang kepada peserta. Khususnya mereka yang baru pertama kali datang ke Kota Semarang.
Saat kami bertanya pada salah satu panitia, Angela dari jurusan Teknik Industri, 'panitia ingin mengenalkan ciri khas Semarang. Karena Wayang sudah sangat umum di Jawa, pilihannya ada pada Wayang Suket. Sesuatu yang baru. Peserta tidak hanya melihat saja, tapi juga tahu bagaimana cara membuatnya'.
Setelah selesai membuat dan wayangnya jadi, peserta sangat antusia dengan hasil yang mereka buat sendiri. Beberapa peserta segera mengabadikannya lewat ponsel mereka. Dan wayang hasil buatan mereka jadi oleh-oleh yang berkesan saat dibawa pulang
...
Ini adalah postingan kedua kami yang berbicara tentang Wayang Suket. Wayang suket merupakan bentuk tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita perwayangan pada anak-anak di desa-desa Jawa.
Untuk membuatnya, beberapa helai daun rerumputan dijalin lalu dirangkai (dengan melipat) membentuk figur serupa wayang kulit. Karena bahannya, wayang suket biasanya tidak bertahan lama.
Selama ini, pemanfaatan AI seringkali diasosiasikan dengan hal-hal yang sifatnya kreatif atau hiburan semata. Namun, ASUS dengan lini bisnisnya mulai membuktikan narasi yang berbeda. AI kini bergeser menjadi instrumen utilitas murni untuk mendongkrak efisiensi operasional. Kami berkenalan dengan AI ExpertMeet saat bulan Juni kemarin di ajang media gathering yang diadakan ASUS di Kota Semarang. Kehadiran ASUS Indonesia di ibis Styles Semarang Simpang Lima kala itu membawa angin segar bagi ekosistem kreator lokal. Fitur AI ini satu paket dengan laptop seri komersial terbaru milik ASUS yang sudah mendukung teknologi AI, seperti: ASUS ExpertBook Ultra ASUS ExpertBook Seri P (seperti P5405CSA, P3, P1) ASUS ExpertBook Seri B (seperti B1403CVA, B9406CAA) Dalam presentasinya, AI ExpertMeet ini terbukti andal membantu mencatat, menerjemahkan, dan merangkum hasil rapat secara otomatis agar kerja menjadi lebih cepat dan efisien. Hebatnya lagi, fitur AI ini berjalan langsung menggunakan cip khusu...
Niat awalnya sebenarnya cuma mau mengecek info operasional terkait penutupan sementara area Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang pertengahan Juli kemarin. Tapi saat tiba di lokasi, perhatian kami justru teralih pada hal lain yang selama ini terlewatkan: keberadaan akses Wi-Fi gratis milik Pemkot Semarang. Minggu pagi (19/7), usai melipir sejenak menikmati suasana Car Free Day (CFD) di Simpang Lima, setang sepeda langsung kami arahkan menuju kawasan GOR Tri Lomba Juang. Begitu sampai dan merogoh gawai untuk memastikan kabar penutupan kawasan tersebut, kami baru menyadari smartphone sudah otomatis terhubung ke jaringan internet nirkabel. Jaringannya tampaknya terintegrasi dengan akses Wi-Fi publik di Simpang Lima, sehingga gawai yang pernah terkoneksi akan langsung masuk tanpa perlu repot melakukan login ulang. Spot Duduk yang Nyaman dan Teduh Sambil bersiap mengetes kualitas koneksinya, kami mengamati suasana sekitar selasar. Terlihat beberapa pengunjung sedang asyik duduk santai...
Fenomena ini sejatinya adalah strategi influencer marketing lapis kedua yang digerakkan oleh agensi. Alih-alih menggelontorkan anggaran besar hanya untuk segelintir mega-influencer , mereka memilih menebar jala ke banyak akun kreator melalui sistem crowdsourcing . Syaratnya pun bervariasi, biasanya menyasar akun-akun dengan minimal followers di angka tertentu, misalnya 1.000 pengikut. Dengan mengerahkan puluhan hingga ratusan kreator secara serentak beberapa hari sebelum film rilis, terciptalah ilusi masif bahwa film tersebut sedang menjadi pusat perbincangan. Dari sudut pandang pemasaran, model ini memang sangat efektif mendongkrak awareness dalam waktu singkat. Begitu kami mencoba masuk ke dalamnya, kami biasanya ditarik ke dalam grup koordinasi—yang belakangan kami sadari isinya bukan cuma soal film, tapi juga berbagai penawaran kampanye lain dengan pola serupa. Dari pengalaman pribadi kemarin, perjalanannya ternyata cukup menguras energi hingga akhirnya kami memilih mundur karen...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Sebagai pengelola blog yang porsinya lebih sering berkelana menyoroti dinamika ruang kota ketimbang mendalami isi piring, urusan kuliner terkadang jadi ranah yang penuh kejutan bagi kami. Seperti Nasi Glewo yang sempat kami ulas sebelumnya, perkenalan kami dengan Petis Kangkung juga berawal dari lini masa media sosial beberapa bulan lalu. Rasa penasaran itu akhirnya membimbing kami secara tidak sengaja ke sebuah kios kecil di Jalan Jolotundo: Warung Pecel & Gudangan Bu Joko . Siapa sangka, di balik kesederhanaan warungnya, tersimpan salah satu kuliner legendaris khas Semarang yang masih eksis merawat lidah warganya. Kejutan Rasa dan Sensasi Pedas yang "Nempel" Porsi petis kangkung yang dihidangkan tampak sederhana di atas piring lidi beralaskan kertas minyak. Kangkung rebus yang masih bertekstur renyah dipadu tauge segar, lalu diguyur bumbu petis udang khas Semarang yang pekat, gurih, dan manis. Namun, ada pelajaran berharga ketika memesan menu ini: jangan anggap remeh p...
Comments
Post a Comment