Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Panitia Ergo Camp 2019 Ajak Duta Kola Ajarkan Cara Membuat Wayang Suket Kepada Mahasiswa
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ratusan mahasiswa tampak tengah serius memperhatikan rekan-rekan pemandu wisata Kota Lama yang dikenal dengan Duta Kola mengajari mereka membuat Wayang Suket di gedung Oudetrap, Minggu sore (25/8). Aktivitas ini dalam rangka acara Ergo Camp 2019 yang tahun ini mendapuk Semarang menjadi tuan rumah.
Beberapa hari sebelumnya kami dikabarin Mas Rofiq (Duta Kola) untuk melihat aktivitas membuat Wayang Suket kepada mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kami tertarik untuk datang meski akhirnya sedikit terlambat.
Ergo Camp 2019
Kami pikir ini adalah acara yang dibuat pemandu wisata 'Duta Kola', rupanya acara ini merupakan bagian dari serangkaian acara yang bernama Ergo Camp 2019. Ini adalah tahun keempat acara ini dilaksanakan dan panitia penyelenggaranya adalah mahasiswa Undip.
Bukan hanya dari kampus Semarang saja yang berpartisipasi, ada lebih dari 20 kampus yang mengikuti. Tiap kampus diikuti 1-2 tim yang terdiri dari 3-4 orang. Bahkan, ada juga yang datang dari luar pulau Jawa. Semarang sendiri selain Undip, ada dari kampus Udinus dan Unissula.
Ergo Camp sendiri adalah acara untuk Ergoes muda. Ergoes sendiri merupakan sebutan bagi orang yang tertarik pada Ergonomi. Acara ini dinaungi oleh Perhimpunan Ergonomi Indonesia.
Sedangkan Ergonomi sendiri adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem dan pekerjaan yang mengaplikasikan teori, prinsip, data dan metode untuk merancang suatu sistem yang optimal, dilihat dari sisi manusia dan kinerjanya.
Melihat Semarang lewat Wayang Suket
Menjadi tuan rumah, panitia juga ingin mengenalkan Semarang kepada peserta. Khususnya mereka yang baru pertama kali datang ke Kota Semarang.
Saat kami bertanya pada salah satu panitia, Angela dari jurusan Teknik Industri, 'panitia ingin mengenalkan ciri khas Semarang. Karena Wayang sudah sangat umum di Jawa, pilihannya ada pada Wayang Suket. Sesuatu yang baru. Peserta tidak hanya melihat saja, tapi juga tahu bagaimana cara membuatnya'.
Setelah selesai membuat dan wayangnya jadi, peserta sangat antusia dengan hasil yang mereka buat sendiri. Beberapa peserta segera mengabadikannya lewat ponsel mereka. Dan wayang hasil buatan mereka jadi oleh-oleh yang berkesan saat dibawa pulang
...
Ini adalah postingan kedua kami yang berbicara tentang Wayang Suket. Wayang suket merupakan bentuk tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita perwayangan pada anak-anak di desa-desa Jawa.
Untuk membuatnya, beberapa helai daun rerumputan dijalin lalu dirangkai (dengan melipat) membentuk figur serupa wayang kulit. Karena bahannya, wayang suket biasanya tidak bertahan lama.
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Kehadiran Parjo (Pancong & Burjo) yang berkolaborasi dengan Padangju di Jalan Jolotundo sejak akhir Juni kemarin jelas bukan sekadar menambah daftar tempat nongkrong baru. Bagi kami yang gemar mengamati dinamika urban dan bisnis kuliner lokal di Kota Semarang, ekspansi brand besar dari Semarang Atas ini menjadi pemantik peta persaingan baru yang semakin sengit di kawasan sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Jolotundo beberapa tahun terakhir memang sedang seksi-seksinya bersolek menjadi hub kuliner baru. Sebelum Parjo datang membawa hiruk-pikuk meja biliar dan operasional 24 jamnya, koridor jalan ini sudah lebih dulu dihidupkan oleh beberapa kedai kopi lokal. Dua di antaranya yang cukup mencolok dan sempat kami ulas adalah Kopi Maju 57 dan Bale Kompi —kedai kopi baru yang baru saja kami tulis pada bulan Mei 2025 lalu. Pertanyaannya, bagaimana kehadiran raksasa baru dari Tembalang ini memengaruhi ekosistem tempat ngopi yang sudah mapan di sekitarnya? Guncangan Efek FOMO Jangk...
Smartphone merek asal Tiongkok ini sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana kami saat berniat memiliki ponsel 5G pertama. Namun karena satu dan lain hal, kami akhirnya tergoda untuk melakukan sedikit "perjudian." Apa yang sebenarnya membuat kami mendadak tertarik dengan itel P55 5G ini? Cerita bermula saat keberuntungan kami mendadak luntur di pertengahan tahun. Smartphone utama yang kami gunakan sehari-hari performa baterainya drop total. Bahkan, saking parahnya, bagian layarnya sampai terangkat (melendung). Padahal semenjak mempensiunkan ASUS Zenfone 5, kami sangat mengandalkan perangkat ini—yang kebetulan didapat dari kebaikan rekan-rekan komunitas bola kami (istilahnya, kami dipinjamkan perangkat untuk operasional). Karena perangkat yang kami gunakan, termasuk tablet, bukanlah barang baru, masalah umur memang tidak bisa bohong. Sadar bahwa menunggu perangkat ini benar-benar mati total akan memicu masalah besar bagi produktivitas blog, kami memutuskan untuk mempercepat ...
Bagi sebagian besar orang, laptop tipis dan ringan sering kali diidentikkan dengan barang ringkih yang harus diperlakukan super hati-hati. Tapi, pemandangan berbeda justru tersaji di acara ASUS Media Gathering Semarang kemarin. Pihak ASUS Indonesia langsung mematahkan stigma tersebut lewat sebuah eksperimen ekstrem yang sukses membuat para blogger dan jurnalis di ruangan menahan napas. Targetnya adalah ASUS ExpertBook Ultra , sebuah laptop bisnis premium yang tebalnya cuma sekitar 1 sentimeter dengan bobot di bawah 1 kilogram. Di atas meja, laptop dalam kondisi tertutup ini mulai ditumpuk lempengan besi barbel. Tidak main-main, angkanya merangkak naik dari 10 kg, 30 kg, 50 kg, hingga menyentuh angka 100 kilogram! Ruangan sempat riuh, bahkan ada celetukan miris karena khawatir bodi laptopnya akan langsung melengkung atau layarnya retak menjadi serpihan. Namun, momen magis terjadi saat barbel diturunkan satu per satu dan laptop perlahan dibuka. Clack! Layar laptop langsung menyala nor...
Comments
Post a Comment