Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

[Review Event] Lensa Academy Semarang


Ini seperti tahun keemasan video blog atau Vlog. Beragam acara datang mencari pembuat konten video di setiap kota. Mereka bukan saja difasilitasi, tapi juga diberikan pengetahuan langsung dari ahli yang berpengalaman dibidangnya.

Bertempat di Gedung Spiegel Bar & Resto, Minggu pagi (28/7), kami mengikuti acara Lensa Community yang tahun 2019 ini ditargetkan digelar 10 Kota. Semarang tidak ketinggalan tentunya dan jadi kota kelima.

Acara sendiri termasuk berbayar. Kami beruntung bisa hadir karena diajak teman kami, andai tidak diajak, acara berbayar pasti selalu kami lewatkan.

From Passion to  Profession

Ini adalah tema yang diusung di Semarang. Entah bagaimana dengan kota lainnya. Mendengar kata passion selalu menarik ditelinga. Kami salah satu orang yang juga memanfaatkan passion menjadi profesi dari dulu.


Hanya ada satu pembicara di acara ini, yakni Barry Kusuma. Nama yang tak asing tentunya. Dalam informasinya (situs lazone.id), beliau dianggap content creator yang malang melintang di dunia travel fotografi, blog hingga vlog.

Barry Kusuma yang rupanya berasal dari Semarang ini bercerita tentang pengalamannya selama karirnya yang dilalui. Tentu saja, Barry juga mengalami hal yang sama seperti peserta lain yang kesulitan berbicara di depan kamera awalnya.

Alasan mengapa kita malu, karena memang budaya malu yang ada di masyarakat Indonesia. Selain itu sangat penting mengetahui karakter diri sendiri untuk mengembangkan konten ke depannya.

Barry yang banyak membuat konten video travel memberikan informasi bahwa vlog travel durasi idealnya adalah 3-8 menit. Meski yang lain bisa sampai 15 menit, usahakan tetap di angka 8 menit menurut Barry yang merujuk pada Google.

Barry yang awalnya adalah fotografer mau tidak mau mengikuti perkembangan teknologi. Saat memamerkan peralatan yang digunakan, Barry memiliki semuanya. Termasuk drone yang berukuran kecil.

Semua itu demi hasil maksimal dalam pembuatan konten. Dari semua informasi yang dibagikan kepada peserta, Barry menegaskan tentang hal penting dalam membuat vlog, yaitu suara.

Oh tidak, postingan kami ini sudah terlalu panjang untuk fokus pada acara. Tentang ilmu yang dibagi Barry, mungkin akan kami buat di halaman berikutnya semisal kami ingat. Terakhir sebelum menutup bagian paragraf ini, Barry juga main TikTok. Menarik sekali di sini.

Workshop


Meski acara ini berbayar, acara ini mendapatkan antusias tinggi dari peserta. Tak heran, peserta saat sesi workshop memiliki peralatan yang sudah di atas rata-rata. Kami yang hanya lewat Smartphone jadi merasa kurang percaya diri.

Usai sesi Barry, acara berlanjut sesi workshop. Peserta diajak mengitari kawasan Kota Lama Semarang. Ini mungkin salah satu alasan mengapa mengadakan acara di Kota Lama selalu menarik.

Peserta diberi tugas untuk membuat video dari peralatan yang digunakan. Meski membuat videonya sendiri-sendiri, peserta dibagi dalam beberapa kelompok.

Ada hadiah tentunya untuk video yang terpilih. Tidak tanggung-tanggung, jutaan rupiah. Rasanya bayar 50 ribu bisa terbayar berlipat-lipat andai menang.

Usai berkeliling, peserta diberi waktu mengedit. Ada yang mengedit menggunakan laptop, ada pula yang mengedit menggunakan smartphone.

Dari daftar pemenang yang diumumkan, kami pikir juara yang menggunakan peralatan lebih keren dari kami memang pantas mendapatkan apresiasi. Tapi kejuatan datang dari rekan kami, sesama bloger, yang meraih juara pertama hanya hanya mengandalkan kamera action cam.


Penilaian juri lebih karena sisi bercerita di dalam video yang menurut mereka lebih dapat feel-nya. Video peserta lain memang bagus-bagus, namun kebanyakan tidak ada pemiliknya yang berada di dalam video (in frame) yang berbicara dengan beragam informasi.

Kampanye lomba ke Vietnam

Selain menawarkan upgrade ilmu bagi peserta yang mengikuti acara, Lensa Academy Semarang juga menjadi tempat bagi penyelenggara mempromosikan agenda lomba yang dibuat.

Terbang ke Vietnam buat yang menang hanya dengan membuat vlog bukan saja menarik perhatian, tapi juga memberikan pengalaman sekali seumur hidup (kalau memang belum pernah ke Vietnam).

Silahkan cari nama program mereka yang bernama ' Lensa Project "Capture Vietnam" di media sosial atau situs lazone.id.

Lensa academy 

Adalah event road show yang dikemas dengan seminar dan workshop. Dalam acara ini, penyelenggara mencari 4 talent, mulai dari fotografer, videografer, drone pilot dan vlogger.

Peserta juga diharuskan registrasi di awal kehadiran saat offline dengan mendaftar sebagai anggota di situs yang berhubungan dengan acara.

Juara pertama ini beruntung sekali

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🌸 Ketika Madukoro Mendadak ‘Jepang’: Fenomena Tabebuya, Algoritma Threads, dan Budaya FOMO Kota

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

🗓️ Rundown Resmi Dirilis! Ini Jadwal Lengkap Agenda Festival Kota Lama Semarang 2026

[Marketing] Preorder Tiket + CD : Cara Film Warkop DKI Reborn Menarik Penonton

🤖 Berkenalan dengan ASUS AI ExpertMeet: Revolusi AI untuk Produktivitas Bisnis