Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

[Review Event] Lensa Academy Semarang


Ini seperti tahun keemasan video blog atau Vlog. Beragam acara datang mencari pembuat konten video di setiap kota. Mereka bukan saja difasilitasi, tapi juga diberikan pengetahuan langsung dari ahli yang berpengalaman dibidangnya.

Bertempat di Gedung Spiegel Bar & Resto, Minggu pagi (28/7), kami mengikuti acara Lensa Community yang tahun 2019 ini ditargetkan digelar 10 Kota. Semarang tidak ketinggalan tentunya dan jadi kota kelima.

Acara sendiri termasuk berbayar. Kami beruntung bisa hadir karena diajak teman kami, andai tidak diajak, acara berbayar pasti selalu kami lewatkan.

From Passion to  Profession

Ini adalah tema yang diusung di Semarang. Entah bagaimana dengan kota lainnya. Mendengar kata passion selalu menarik ditelinga. Kami salah satu orang yang juga memanfaatkan passion menjadi profesi dari dulu.


Hanya ada satu pembicara di acara ini, yakni Barry Kusuma. Nama yang tak asing tentunya. Dalam informasinya (situs lazone.id), beliau dianggap content creator yang malang melintang di dunia travel fotografi, blog hingga vlog.

Barry Kusuma yang rupanya berasal dari Semarang ini bercerita tentang pengalamannya selama karirnya yang dilalui. Tentu saja, Barry juga mengalami hal yang sama seperti peserta lain yang kesulitan berbicara di depan kamera awalnya.

Alasan mengapa kita malu, karena memang budaya malu yang ada di masyarakat Indonesia. Selain itu sangat penting mengetahui karakter diri sendiri untuk mengembangkan konten ke depannya.

Barry yang banyak membuat konten video travel memberikan informasi bahwa vlog travel durasi idealnya adalah 3-8 menit. Meski yang lain bisa sampai 15 menit, usahakan tetap di angka 8 menit menurut Barry yang merujuk pada Google.

Barry yang awalnya adalah fotografer mau tidak mau mengikuti perkembangan teknologi. Saat memamerkan peralatan yang digunakan, Barry memiliki semuanya. Termasuk drone yang berukuran kecil.

Semua itu demi hasil maksimal dalam pembuatan konten. Dari semua informasi yang dibagikan kepada peserta, Barry menegaskan tentang hal penting dalam membuat vlog, yaitu suara.

Oh tidak, postingan kami ini sudah terlalu panjang untuk fokus pada acara. Tentang ilmu yang dibagi Barry, mungkin akan kami buat di halaman berikutnya semisal kami ingat. Terakhir sebelum menutup bagian paragraf ini, Barry juga main TikTok. Menarik sekali di sini.

Workshop


Meski acara ini berbayar, acara ini mendapatkan antusias tinggi dari peserta. Tak heran, peserta saat sesi workshop memiliki peralatan yang sudah di atas rata-rata. Kami yang hanya lewat Smartphone jadi merasa kurang percaya diri.

Usai sesi Barry, acara berlanjut sesi workshop. Peserta diajak mengitari kawasan Kota Lama Semarang. Ini mungkin salah satu alasan mengapa mengadakan acara di Kota Lama selalu menarik.

Peserta diberi tugas untuk membuat video dari peralatan yang digunakan. Meski membuat videonya sendiri-sendiri, peserta dibagi dalam beberapa kelompok.

Ada hadiah tentunya untuk video yang terpilih. Tidak tanggung-tanggung, jutaan rupiah. Rasanya bayar 50 ribu bisa terbayar berlipat-lipat andai menang.

Usai berkeliling, peserta diberi waktu mengedit. Ada yang mengedit menggunakan laptop, ada pula yang mengedit menggunakan smartphone.

Dari daftar pemenang yang diumumkan, kami pikir juara yang menggunakan peralatan lebih keren dari kami memang pantas mendapatkan apresiasi. Tapi kejuatan datang dari rekan kami, sesama bloger, yang meraih juara pertama hanya hanya mengandalkan kamera action cam.


Penilaian juri lebih karena sisi bercerita di dalam video yang menurut mereka lebih dapat feel-nya. Video peserta lain memang bagus-bagus, namun kebanyakan tidak ada pemiliknya yang berada di dalam video (in frame) yang berbicara dengan beragam informasi.

Kampanye lomba ke Vietnam

Selain menawarkan upgrade ilmu bagi peserta yang mengikuti acara, Lensa Academy Semarang juga menjadi tempat bagi penyelenggara mempromosikan agenda lomba yang dibuat.

Terbang ke Vietnam buat yang menang hanya dengan membuat vlog bukan saja menarik perhatian, tapi juga memberikan pengalaman sekali seumur hidup (kalau memang belum pernah ke Vietnam).

Silahkan cari nama program mereka yang bernama ' Lensa Project "Capture Vietnam" di media sosial atau situs lazone.id.

Lensa academy 

Adalah event road show yang dikemas dengan seminar dan workshop. Dalam acara ini, penyelenggara mencari 4 talent, mulai dari fotografer, videografer, drone pilot dan vlogger.

Peserta juga diharuskan registrasi di awal kehadiran saat offline dengan mendaftar sebagai anggota di situs yang berhubungan dengan acara.

Juara pertama ini beruntung sekali

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Agenda Jateng Fair 2018

Fitur Pro TikTok, Pengguna Bisa Tingkatkan Kualitas Konten

🚲 Mengayuh Pedal ke Pasar Ambyar Nusantara di Hotel Horison Nindya Semarang

📰 Menelusuri Jejak Tinta di Pecinan Semarang: Dari Rumah PoHan hingga Gang Pinggir (Bagian 1)

🚗 Strategi Mal 23 Semarang Menjual "Debu Proyek" Lewat Komunitas Otomotif