Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Bali: Beats of Paradise, Film Kelima yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2019
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Bali: Beats of Paradise dirilis tanggal 22 Agustus 2019. Film karya sutradara Livi Zheng ini tayang terbatas di bioskop tanah air. Semarang, salah satu kota yang tidak memutar film berdurasi kurang 1 jam ini (56 menit).
Saat film Bumi Manusia jadi film berdurasi panjang tahun 2019, film Bali: Beats of Paradise datang dengan durasi film pendek dari daftar film Indonesia yang tayang tahun ini.
Cerita film Bali Beats of Paradise
Film yang diproduksi PT. Negara Agung Film ini menceritakan tentang kisah nyata perjalanan hidup seorang penari sekaligus seniman bernama I Nyoman Wenten yang juga sebagai dosen di University of California (UCLA) Los Angeles.
Dalam film juga dikisahkan tentang kolaborasi antara Wenten dengan musisi dunia Judith Hill yang menghasilkan lagu Queen of the Hill. Film ini sudah dikerjakan selama satu tahun yang mengambil lokasi di Bali dan Los Angeles.
Sutradara yang berkarir di Hollywood
Bicara film Bali Beats of Paradise, pasti bicara nama Livi Zheng yang namanya jadi perbincangan karena berasal dari Indonesia namun berkarir di Hollywood. Tidak mudah tentunya untuk menjadi sutradara di negeri Paman Sam tersebut.
Film yang berkategori penonton semua umur (SU) ini adalah buatannya. Tentu sangat wajar, orang-orang ingin melihat seperti apa film garapannya yang juga ditonton banyak pejabat tanah air.
Film Brush With Danger yang diproduksi tahun 2012 merupakan titik awal bagaimana perhatian terhadap sutradara ini mulai ramai diperbincangkan. Bukan hanya tayang di bioskop-bioskop Amerika, filmnya juga pernah ditayangkan di bioskop tanah air pada tahun 2015.
Banyak Mendapatkan Apresiasi
Sebelum film ini dirilis di bioskop tanah air, Livi Zheng membawa film yang bermuatan budaya dan wisata ke beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Dalam perjalanan untuk promosi film, baik di dalam negeri maupun luar, Livi Zheng banyak mendapatkan apresiasi.
Mengutip situs poskotanews.com (15/8), dari dalam negeri, Livi mendapat penghargaan Tourism Marketeers of The Year 2019 bidang pariwisata dan kebudayaan serta diganjar sebagai Ikon Pancasila oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Sedang dari luar negeri, Livi mendapat penghargaan Culture Ambassador Award Unforgettable Gala di Amerika Serikat, Pride of Southeast Asia Filipina. Unforgettable Gala adalah acara penghargaan tertua yang paling bergengsi di Amerika yang diberikan untuk tokoh-tokoh Asia.
Tentang film Bali: Beats of Paradise
Film ini berjenis drama dengan penulisnya adalah Ken Zheng. Daftar pemainnya, ada Judith Hill, Nyoman Wenten, Livi Zheng, Nanik Wenten, Balawan. Berikut videonya.
...
Sebelum film layar lebar Bali: Beats of Paradise yang tidak tayang di Semarang, beberapa film sebelumnya yang juga tidak tayang adalah
Selama ini, pemanfaatan AI seringkali diasosiasikan dengan hal-hal yang sifatnya kreatif atau hiburan semata. Namun, ASUS dengan lini bisnisnya mulai membuktikan narasi yang berbeda. AI kini bergeser menjadi instrumen utilitas murni untuk mendongkrak efisiensi operasional. Kami berkenalan dengan AI ExpertMeet saat bulan Juni kemarin di ajang media gathering yang diadakan ASUS di Kota Semarang. Kehadiran ASUS Indonesia di ibis Styles Semarang Simpang Lima kala itu membawa angin segar bagi ekosistem kreator lokal. Fitur AI ini satu paket dengan laptop seri komersial terbaru milik ASUS yang sudah mendukung teknologi AI, seperti: ASUS ExpertBook Ultra ASUS ExpertBook Seri P (seperti P5405CSA, P3, P1) ASUS ExpertBook Seri B (seperti B1403CVA, B9406CAA) Dalam presentasinya, AI ExpertMeet ini terbukti andal membantu mencatat, menerjemahkan, dan merangkum hasil rapat secara otomatis agar kerja menjadi lebih cepat dan efisien. Hebatnya lagi, fitur AI ini berjalan langsung menggunakan cip khusu...
Niat awalnya sebenarnya cuma mau mengecek info operasional terkait penutupan sementara area Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang pertengahan Juli kemarin. Tapi saat tiba di lokasi, perhatian kami justru teralih pada hal lain yang selama ini terlewatkan: keberadaan akses Wi-Fi gratis milik Pemkot Semarang. Minggu pagi (19/7), usai melipir sejenak menikmati suasana Car Free Day (CFD) di Simpang Lima, setang sepeda langsung kami arahkan menuju kawasan GOR Tri Lomba Juang. Begitu sampai dan merogoh gawai untuk memastikan kabar penutupan kawasan tersebut, kami baru menyadari smartphone sudah otomatis terhubung ke jaringan internet nirkabel. Jaringannya tampaknya terintegrasi dengan akses Wi-Fi publik di Simpang Lima, sehingga gawai yang pernah terkoneksi akan langsung masuk tanpa perlu repot melakukan login ulang. Spot Duduk yang Nyaman dan Teduh Sambil bersiap mengetes kualitas koneksinya, kami mengamati suasana sekitar selasar. Terlihat beberapa pengunjung sedang asyik duduk santai...
Fenomena ini sejatinya adalah strategi influencer marketing lapis kedua yang digerakkan oleh agensi. Alih-alih menggelontorkan anggaran besar hanya untuk segelintir mega-influencer , mereka memilih menebar jala ke banyak akun kreator melalui sistem crowdsourcing . Syaratnya pun bervariasi, biasanya menyasar akun-akun dengan minimal followers di angka tertentu, misalnya 1.000 pengikut. Dengan mengerahkan puluhan hingga ratusan kreator secara serentak beberapa hari sebelum film rilis, terciptalah ilusi masif bahwa film tersebut sedang menjadi pusat perbincangan. Dari sudut pandang pemasaran, model ini memang sangat efektif mendongkrak awareness dalam waktu singkat. Begitu kami mencoba masuk ke dalamnya, kami biasanya ditarik ke dalam grup koordinasi—yang belakangan kami sadari isinya bukan cuma soal film, tapi juga berbagai penawaran kampanye lain dengan pola serupa. Dari pengalaman pribadi kemarin, perjalanannya ternyata cukup menguras energi hingga akhirnya kami memilih mundur karen...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Sebagai pengelola blog yang porsinya lebih sering berkelana menyoroti dinamika ruang kota ketimbang mendalami isi piring, urusan kuliner terkadang jadi ranah yang penuh kejutan bagi kami. Seperti Nasi Glewo yang sempat kami ulas sebelumnya, perkenalan kami dengan Petis Kangkung juga berawal dari lini masa media sosial beberapa bulan lalu. Rasa penasaran itu akhirnya membimbing kami secara tidak sengaja ke sebuah kios kecil di Jalan Jolotundo: Warung Pecel & Gudangan Bu Joko . Siapa sangka, di balik kesederhanaan warungnya, tersimpan salah satu kuliner legendaris khas Semarang yang masih eksis merawat lidah warganya. Kejutan Rasa dan Sensasi Pedas yang "Nempel" Porsi petis kangkung yang dihidangkan tampak sederhana di atas piring lidi beralaskan kertas minyak. Kangkung rebus yang masih bertekstur renyah dipadu tauge segar, lalu diguyur bumbu petis udang khas Semarang yang pekat, gurih, dan manis. Namun, ada pelajaran berharga ketika memesan menu ini: jangan anggap remeh p...
Comments
Post a Comment