Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Bali: Beats of Paradise, Film Kelima yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2019
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Bali: Beats of Paradise dirilis tanggal 22 Agustus 2019. Film karya sutradara Livi Zheng ini tayang terbatas di bioskop tanah air. Semarang, salah satu kota yang tidak memutar film berdurasi kurang 1 jam ini (56 menit).
Saat film Bumi Manusia jadi film berdurasi panjang tahun 2019, film Bali: Beats of Paradise datang dengan durasi film pendek dari daftar film Indonesia yang tayang tahun ini.
Cerita film Bali Beats of Paradise
Film yang diproduksi PT. Negara Agung Film ini menceritakan tentang kisah nyata perjalanan hidup seorang penari sekaligus seniman bernama I Nyoman Wenten yang juga sebagai dosen di University of California (UCLA) Los Angeles.
Dalam film juga dikisahkan tentang kolaborasi antara Wenten dengan musisi dunia Judith Hill yang menghasilkan lagu Queen of the Hill. Film ini sudah dikerjakan selama satu tahun yang mengambil lokasi di Bali dan Los Angeles.
Sutradara yang berkarir di Hollywood
Bicara film Bali Beats of Paradise, pasti bicara nama Livi Zheng yang namanya jadi perbincangan karena berasal dari Indonesia namun berkarir di Hollywood. Tidak mudah tentunya untuk menjadi sutradara di negeri Paman Sam tersebut.
Film yang berkategori penonton semua umur (SU) ini adalah buatannya. Tentu sangat wajar, orang-orang ingin melihat seperti apa film garapannya yang juga ditonton banyak pejabat tanah air.
Film Brush With Danger yang diproduksi tahun 2012 merupakan titik awal bagaimana perhatian terhadap sutradara ini mulai ramai diperbincangkan. Bukan hanya tayang di bioskop-bioskop Amerika, filmnya juga pernah ditayangkan di bioskop tanah air pada tahun 2015.
Banyak Mendapatkan Apresiasi
Sebelum film ini dirilis di bioskop tanah air, Livi Zheng membawa film yang bermuatan budaya dan wisata ke beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Dalam perjalanan untuk promosi film, baik di dalam negeri maupun luar, Livi Zheng banyak mendapatkan apresiasi.
Mengutip situs poskotanews.com (15/8), dari dalam negeri, Livi mendapat penghargaan Tourism Marketeers of The Year 2019 bidang pariwisata dan kebudayaan serta diganjar sebagai Ikon Pancasila oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Sedang dari luar negeri, Livi mendapat penghargaan Culture Ambassador Award Unforgettable Gala di Amerika Serikat, Pride of Southeast Asia Filipina. Unforgettable Gala adalah acara penghargaan tertua yang paling bergengsi di Amerika yang diberikan untuk tokoh-tokoh Asia.
Tentang film Bali: Beats of Paradise
Film ini berjenis drama dengan penulisnya adalah Ken Zheng. Daftar pemainnya, ada Judith Hill, Nyoman Wenten, Livi Zheng, Nanik Wenten, Balawan. Berikut videonya.
...
Sebelum film layar lebar Bali: Beats of Paradise yang tidak tayang di Semarang, beberapa film sebelumnya yang juga tidak tayang adalah
Hari ini kami sudah mendapatkan jadwal Jateng Fair 2018 yang akan berlangsung dari tanggal 17 Agustus hingga 9 september di kawasan PRPP, seperti biasanya. Tahun ini tema yang diusung adalah 'Magical Dieng'. Kepastian informasi ini kami dapatkan lewat Instagram akun Jateng fair. Nella Kharisma akan membuka perhelatan tahunan ini. Lalu masih ada Via Vallen yang akan tampil di akhir Agustus. Untuk pembukaan Jateng Fair 2018 sendiri akan digelar pada tanggal 20 Agustus, mengutip dari Solopos.com (1/8), acara pembukaan akan dimeriahkan penampilan Mel Shandy, rocket kawakan bersama grup musik keroncong asal semarang, Cong Rock. Salah satu hiburan yang baru kami dengar dan akan dihadirkan adalah Doraemon Show. Ini semacam boneka, nantinya ada Doraemon dan Nobita. Instagram @jatengfair Jam mulai buka Dalam postingan tahun 2017, kami membaca komentar pengunjung blog kami yang bertanya tentang jam berapa acara dimulai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jamnya masih ...
Kami melihat ini menarik untuk para kreator konten yang berkecimpung di sini ( baca TikTok ). Apalagi yang berhubungan dengan pemasar (marketing) dengan mengincar segmen tertentu. Apa kelebihan mengubah Akun TikTok biasa menjadi akun Pro? Bicara tentang TikTok hingga kini, setiap kami berjumpa dengan pemasar hingga kreator konten semacam bloger , cap negatif masih disematkan pada aplikasi yang menurut situs socialreport.com jumlah penggunanya mencapai 500 juta . Padahal dari sisi kami sendiri, TikTok banyak bertebaran para kreator konten. Terutama pengguna di luar Indonesia. Kami berharap secepatnya berbagi hal-hal menarik tentang TikTok di blog dotsemarang. Beralih ke akun Pro Ini sangat mudah. Kurang lebih sama dengan Instagram yang beralih dari akun biasa menjadi akun bisnis atau akun kreator. Pengguna hanya mencari pada pengaturan akun, dan menemukan peralihan akun pro paling bawah. Setelah menemukan, kita disuruh memilih kategori seperti apa branding yang diingink...
Tentu senang sekali ketika kembali menerima undangan dari Hotel Horison Nindya Semarang untuk prosesi launching menu baru buka puasa tahun 2026. Buat yang masih bingung cari tempat bukber di area Semarang Timur, sepertinya tulisan ini datang di waktu yang tepat. Jalan Majapahit sore itu seperti biasa: padat dan dinamis. Namun, ada yang berbeda dengan cara kami menikmatinya kali ini. Bukan dari balik kaca mobil atau helm motor, melainkan dari atas sadel sepeda. Ya, kami memutuskan untuk gowes dari rumah menuju Hotel Horison Nindya Semarang demi memenuhi undangan pada hari Jumat, 13 Februari 2026 kemarin. Ini adalah tahun kedua kami diundang secara resmi, meski jika ditotal, ini adalah kali ketiga kami menginjakkan kaki di sini untuk urusan kuliner Ramadan. Ada semacam ikatan emosional (dan keringat yang bercucuran) saat akhirnya sampai di lobi hotel. Pasar Ambyar yang Bikin Penasaran Tahun ini, Horison Nindya mengusung tema yang cukup unik: Pasar Ambyar Nusantara . Begitu masuk ke Sant...
Kami sangat antusias ketika informasi acara ini mampir di lini masa Instagram. Awalnya, kami tidak menyadari jika tanggal pelaksanaannya, 9 Februari , bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) . Sebuah kebetulan yang manis, bukan? Dengan tajuk 'Jejak Sejarah Pers di Pecinan Semarang' , mari ikuti rangkuman perjalanannya. Kesibukan kami kembali padat di awal Februari usai rentetan agenda di bulan Januari. Apalagi acara kali ini berlabel gratis namun kuotanya sangat terbatas. Sempat kami simpan saja informasinya, eh, malam harinya rekan sesama blogger menyodorkan formulir pendaftaran. Tanpa pikir panjang, langsung gaskan daftar saat itu juga. Ditemani Gerimis di Kepodang Seperti biasa, akses menuju lokasi di Jalan Kepodang, Kota Lama, yakni Rumah PoHan , kami tempuh dengan bersepeda. Kami tak menyangka pagi itu, Senin 9 Februari 2026, Semarang menyapa dengan gerimis yang mengundang. Namun, semangat kami tidak surut, apalagi setelah menyadari kaitan acara ini dengan HP...
Kami tidak menyangka harus kembali memacu tenaga ekstra hanya untuk melihat keriuhan di Mal 23 Semarang . Terik matahari yang menyengat siang itu seolah tidak menyurutkan kayuhan pedal sepeda kami yang meluncur dari kawasan Gajah Raya menuju POJ City di pesisir utara. Semua ini demi mengintip seberapa "pecah" agenda Semarang’s Finest Automotive Meetup: 23 Sunset Drive yang digelar 31 Januari 2026 kemarin. Misi Khusus Menembus Pesisir Ketertarikan kami bermula saat poster Sunset Meetup ini mampir di beranda media sosial. Ada yang menarik dari sisi teknis; penyelenggara sudah menerapkan registrasi via scan QR Code yang simpel. Sebuah sentuhan digital yang apik untuk sebuah gelaran komunitas. Namun, kami membawa misi khusus. Mal 23 Semarang adalah magnetnya. Lokasi yang bagi kami "pengguna pedal" terasa sangat jauh dari pusat kota ini, justru memiliki nilai berita yang tinggi untuk dibawa ke blog dotsemarang . Dan syukurlah, misi itu sukses. Kami bahkan sempat meng...
Comments
Post a Comment