Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Bali: Beats of Paradise, Film Kelima yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2019
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Bali: Beats of Paradise dirilis tanggal 22 Agustus 2019. Film karya sutradara Livi Zheng ini tayang terbatas di bioskop tanah air. Semarang, salah satu kota yang tidak memutar film berdurasi kurang 1 jam ini (56 menit).
Saat film Bumi Manusia jadi film berdurasi panjang tahun 2019, film Bali: Beats of Paradise datang dengan durasi film pendek dari daftar film Indonesia yang tayang tahun ini.
Cerita film Bali Beats of Paradise
Film yang diproduksi PT. Negara Agung Film ini menceritakan tentang kisah nyata perjalanan hidup seorang penari sekaligus seniman bernama I Nyoman Wenten yang juga sebagai dosen di University of California (UCLA) Los Angeles.
Dalam film juga dikisahkan tentang kolaborasi antara Wenten dengan musisi dunia Judith Hill yang menghasilkan lagu Queen of the Hill. Film ini sudah dikerjakan selama satu tahun yang mengambil lokasi di Bali dan Los Angeles.
Sutradara yang berkarir di Hollywood
Bicara film Bali Beats of Paradise, pasti bicara nama Livi Zheng yang namanya jadi perbincangan karena berasal dari Indonesia namun berkarir di Hollywood. Tidak mudah tentunya untuk menjadi sutradara di negeri Paman Sam tersebut.
Film yang berkategori penonton semua umur (SU) ini adalah buatannya. Tentu sangat wajar, orang-orang ingin melihat seperti apa film garapannya yang juga ditonton banyak pejabat tanah air.
Film Brush With Danger yang diproduksi tahun 2012 merupakan titik awal bagaimana perhatian terhadap sutradara ini mulai ramai diperbincangkan. Bukan hanya tayang di bioskop-bioskop Amerika, filmnya juga pernah ditayangkan di bioskop tanah air pada tahun 2015.
Banyak Mendapatkan Apresiasi
Sebelum film ini dirilis di bioskop tanah air, Livi Zheng membawa film yang bermuatan budaya dan wisata ke beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Dalam perjalanan untuk promosi film, baik di dalam negeri maupun luar, Livi Zheng banyak mendapatkan apresiasi.
Mengutip situs poskotanews.com (15/8), dari dalam negeri, Livi mendapat penghargaan Tourism Marketeers of The Year 2019 bidang pariwisata dan kebudayaan serta diganjar sebagai Ikon Pancasila oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Sedang dari luar negeri, Livi mendapat penghargaan Culture Ambassador Award Unforgettable Gala di Amerika Serikat, Pride of Southeast Asia Filipina. Unforgettable Gala adalah acara penghargaan tertua yang paling bergengsi di Amerika yang diberikan untuk tokoh-tokoh Asia.
Tentang film Bali: Beats of Paradise
Film ini berjenis drama dengan penulisnya adalah Ken Zheng. Daftar pemainnya, ada Judith Hill, Nyoman Wenten, Livi Zheng, Nanik Wenten, Balawan. Berikut videonya.
...
Sebelum film layar lebar Bali: Beats of Paradise yang tidak tayang di Semarang, beberapa film sebelumnya yang juga tidak tayang adalah
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Akhirnya, rencana proyek besar SR Land yang dulu sempat diumumkan tahun 2023 saat meresmikan bangunan baru Queen City Mall (baca artikelnya di sini ) resmi beroperasi pada pertengahan tahun 2025. Proyek yang ditunggu-tunggu itu tak lain adalah Somerset Queen City . Jujur saja, kami mengira hotel berkonsep apartemen ini bakal hadir berbarengan atau setidaknya tak lama setelah malnya diresmikan. Kami pun sempat berharap bakal dapat undangan resmi untuk mencicipi suasananya. Tapi sampai akhir tahun 2025 kemarin, harapan itu akhirnya terkubur. Alhasil, bulan Oktober lalu kami hanya bisa mengambil gambar tampak depan bangunannya yang megah saja. Tapi, meski nggak dapat undangan, rasa penasaran kami tetap tinggi untuk mengulik apa sih yang ditawarkan oleh hunian vertikal satu ini. Bukan Sekadar Hotel Biasa Banyak yang bingung, sebenarnya Somerset ini hotel atau apartemen? Jawabannya: Serviced Residence . Simpelnya, ini adalah "perkawinan" antara kenyamanan apartemen pribadi dengan ...
Sebenarnya, kami tidak berencana hadir di pameran temporer bertajuk "Potret Semarang dalam Bingkai Kartu Pos" yang digelar di Kota Lama ini. Namun, karena ada ajakan tur yang merupakan bagian dari rangkaian acara tersebut, akhirnya kami melipir juga. Siapa sangka, sebuah "ketidaksengajaan" justru membawa kami melihat sejarah Kota Lama lewat perspektif yang berbeda: media kartu pos lama. Acaranya sendiri berlangsung pada 19-26 Desember 2025 di Gedung Oudetrap. Karena titik kumpul tur berada di dalam ruang pameran, mau tidak mau kami pun hanyut dalam koleksi yang dipajang. Bukan Sekadar Foto Biasa Pameran ini terasa istimewa. Kita diajak melihat bagaimana rupa Semarang (yang dulu akrab disapa Samarangh ) di masa lalu. Mulai dari hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan hingga sudut-sudut jalanan era kolonial yang kini mungkin sudah berubah total fungsinya. Momen ini juga menjadi saksi peluncuran buku sejarah "Kartu Pos Samarangh" . Kabarnya, Semarang terpilih men...
Comments
Post a Comment