Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

[Review Event] Forum Aksi Pendekar Pancasila Semarang


Selain para bloger yang turut hadir dalam acara #PendekarPancasila (Pendidikan Karakter), sejumlah mahasiswa dan kalangan umum pun turut memeriahkan acara yang digelar di gedung Gradhika Kompleks Gubenuran Jawa Tengah, Kamis (25/7).

Kami pikir setelah acara ini, para peserta diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik. Setidaknya postingan media sosial. Ini karena dalam acara diingatkan lagi bagaimana nilai-nilai Pancasila menjadi tumpuan dan harapan bangsa, khususnya generasi muda.
SDM unggul, Indonesia Maju
Acara ini sendiri digagas oleh Kementerian Komunikasi Informatika, Direktorat Informasi dan Komunikasi Publik, Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang bekerjasama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP).

Diingatkan kembali



Bagi kami, acara ini mengingatkan kembali bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang besar yang terdiri dari suka, bahasa dan agama. Dan Pancasila menjadi landasan dasarnya.

Buang karakter lembek bila berharap Indonesia ingin menjadi pemimpin di dunia. Dalam mengupayakannya diperlukan pendidikan yang dapat mengubah mindset, mengubah wawasan, karakter dan kehidupan.


Karena karakter dimulai dari pikiran, tindakan, dan kebiasaan, kita diharapkan untuk terus fokus belajar. Belajar sendiri di era sekarang dapat dilakukan setiap saat, personal dan lainnya yang dapat memberikan pengalaman lebih bermakna.

Gotong royong di era modern


Ada dua pemateri yang berbicara tentang semangat gotong royong dalam acara. Dari sisi praktisi, pembicara dari kalangan dosen berbicara mendalam tentang nilai gotong royong yang semangatnya dapat mencerminkan kebersamaan yang dapat melahirkan persatuan.

Sisi yang lebih modern, Cindy Gulla yang didapuk menjadi pembicara turut berbicara gotong royong yang dapat dilakukan di era internet sekarang. Lebih sederhana, mudah tapi berdampak besar. Seperti berperan aktif membangun bangsa dan menebar kebaikan dengan petisi online dan masih lainnya.

Menjadi konten kreator


Salah satu konten acara yang menarik perhatian kami tentu saja materi konten kreator yang dibawakan oleh dua pemateri, yaitu Cindy Gulla (Youtuber), dan Mira Sahid (Bloger). Nama terakhir tidak asing di telinga kami.

Konten kreator sekarang ini lebih nyaman terdengar karena siapa saja yang membuat karya, khususnya dari media sosial maupun saluran lainnya, istilah ini sangat digemari dan dilakukan banyak orang. Terutama generasi milenial.


Cindy memberikan beberapa tipsnya untuk menjadi konten kreator,
  • Be You
  • Be Brave
  • Consistant
  • Positif

Sedangkan Mira Sahid yang lebih dalam menyelami dunia perblogeran tanah air juga kurang lebih sama dengan Cindy memberikan tips-nya.
  • Kenali keahlian/passion-mu
  • Konten yang kuat
  • Kuasai aplikasi pengolah gambar/video
  • Komunikasi dua arah
  • Konsisten dan kontinyu
  • Kolaborasi
Garis besar dari slide yang ditampilkan dan harapannya kepada peserta dari Mira adalah lakukan dari sekarang. Dan semua materi selesai dan diakhiri dengan foto bersama. Ada lomba juga selama acara, tapi kami tidak mengikuti.



Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏋️‍♂️ Ketika Laptop Tipis ASUS ExpertBook Ultra Ditindih Barbel 100 Kg, Masih Aman?