Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Volcano Bakso Misterius, Menu Unik dan Kekinian dari Restoran Bakso Agung
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Diluncurkan bulan Agustus, menu Volcano Bakso Misterius bukan saja menarik dari sisi tampilan, tapi juga membuat kami bersemangat untuk segera mencobanya saat dibawakan ke meja kami. Kamu kalau ke Semarang, coba kuliner ini deh.
Jumat siang (9/8), kami memenuhi undangan untuk tes makanan bareng rekan media dan bloger. Ini adalah kunjungan pertama kali kami ke sini. Kebenaran yang kami datangi restoran yang berada di jalan Wahidin. Ada 4 cabang yang berada di Semarang.
Filosopi gunung merapi
Kami disambut langsung oleh pencetus ide menu Volcano, pak Luby, sekaligus generasi kedua Bakso Agung yang nama usaha kulinernya lebih populer dengan sebutan Bakso Babat Salatiga Agung.
Setelah berbincang-bincang sambil menunggu menu tiba, kami baru menyadari bahwa pengetahuan kuliner kami di Semarang benar-benar masih cetek. Ya, Bakso Agung sudah 20 tahun lebih buka di Semarang.
Yang ditunggu akhirnya tiba. Benar-benar sesuai namanya Volcano yang berarti gunung api. Cara menikmatinya juga tidak sembarangan. Ada panduannya dan bila bingung, kita diberitahu bagaimana melakukannya.
Panduan cara menikmati
Kami diberi panduan cara menikmati yang sebenarnya ada di meja, tapi nggak ngeh meski dibaca. Saos yang berada di sebelah menu Volcano dituangkan dibagian atas. Apakah kamu juga memikirkan bahwa itu semacam semburan magma gunung berapi?
Bentuk gunung yang dibuat tersebut merupakan pangsit dan saos yang dituangkan benar-benar panas sehingga membuat pangsit seperti meleleh.
Isinya yang banyak kejutan
Meski dalam panduan diberikan keterangan bagaimana kerja sama menjadi pengalaman seru untuk membuka pangsit, rekan media yang menuangkan saos malah bisa sendiri. Ya, ternyata bisa sendiri. Mungkin yang lain lebih menyukai mengabadikan lewat kamera.
Setelah dipisahkan dengan pangsit, ada banyak bakso di dalamnya yang terdiri dari 4 isi, Ada rasa keju, wagyu pedas, wagyu gurih, dan mercon.
Nah ini serunya. Semua bakso terlihat sama, selain telur puyuh. Maka bila kamu mendapatkan isi bakso mercon, siap-siap deh harus menahan pedas bila tidak suka rasa pedas.
Menjawab tantangan tren kekinian
Ini adalah restoran Bakso Agung yang ada di jalan Wahidin
Menu baru yang diluncurkan Bakso Agung ini memang lebih menjawab tantangan tren kekinian yang identik dengan sebutan generasi milenial hingga generasi Z.
Sekarang ini tidak bisa sekedar menjual produk saja. Memasukkan unsur pengalaman sangat penting yang biasanya anak muda sekarang akan menceritakannya di media sosial.
Harga Volcano Bakso Misterius
Pesan ini juga satu paket dengan minuman
Saat disebutkan bandrol harga untuk menu Volcano Bakso Misterius adalah 125 ribu rupiah, kami sedikit berkerut. Kami lupa kalau menu ini dihidangkan untuk 4 orang, jadi tenang aja. Mari kita patungan saja.
Bukan sekedar kuliner
Apakah ini satu-satunya di Indonesia? Mungkin itu pikiran kami. Apalagi menikmati bakso Volcano ini tidak pakai kuah, hanya saos yang terdiri dari dua rasa. Ada rasa pedas dan tidak.
Sekarang kamu bisa menambahkan daftar alasan untuk datang ke Kota Semarang selain berwisata. Berburu kuliner seperti mencoba Volcano Bakso Misterius adalah salah satunya.
Ini bukan sekedar kuliner, karena kamu banyak mendapatkan hal-hal seru yang membuatmu semakin banyak memiliki pengalaman seru berkuliner di Semarang.
Dari Java Mall menuju lokasi berada di sebelah kiri
...
Ternyata banyak juga satu porsi menu Volcano ini meski dinikmati 4 orang. Kami benar-benar kenyang dan berharap bisa menikmati menu lainnya yang ada di sini.
Sore itu, lini masa kami tak sengaja terpapar unggahan dari akun Instagram @kawisata tentang peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Jujur saja, ini sebuah kejutan yang menyenangkan. Mengetahui gelaran malam peluncurannya dilaksanakan langsung di pelataran Lawang Sewu dengan gegap gempita, atmosfernya terasa begitu magis dan masif. Festival film pendek ini kembali menyapa setelah edisi pertamanya di tahun 2025 lalu sukses kami dokumentasikan di blog. Jika tahun lalu malam puncaknya berlokasi di Gedung Baru Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), tahun ini LOFF mengambil langkah berani dengan menempati ikon sejarah paling populer di Kota Atlas. Malam pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 kemarin pun tidak main-main. Agenda yang sebenarnya sudah masuk dalam radar kalender acara kami ini kembali dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, serta turut dimeriahkan oleh kehadiran aktris nasional sekelas Nirina Zubir. Sebagai p...
Hari ini (12/6), kami mendadak terkejut melihat aktivitas Bitly yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, kami langsung memeriksa kotak masuk. Ternyata benar, ada pemberitahuan kabar terbaru yang datang ke email dotsemarang. Sepertinya kali ini kami harus pergi meninggalkan platform pemendek URL tersebut setelah bertahun-tahun setia menggunakannya. Ada yang mengalami hal serupa? Ini adalah nasib nyata yang harus diterima oleh para pengguna yang mengandalkan layanan gratisan. Tiba-tiba saja, platform mengubah kebijakannya secara sepihak. Sebuah langkah agresif yang tentu sangat berdampak bagi pengguna yang enggan atau belum siap beralih ke fitur berbayar. Bagi kami, sebagai blogger independen atau pembuat konten yang aktif membagikan tulisan di media sosial, Bitly sudah seperti menu sarapan harian. Platform dengan logo ikan ikonik ini selalu menjadi andalan utama untuk merapikan tautan panjang dari blog agar terlihat manis, ringkas, dan estetik saat disodorkan kepada pembaca. Namun...
Semarang tidak pernah kehabisan cerita tentang keberagaman. Di balik riuh rendah aktivitas kota bawah, kontur perbukitan Kota Atlas menyimpan sebuah pesona spiritual yang megah. Tempat ini bukan saja menjadi Pura terbesar di Kota Semarang, melainkan juga yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Berlokasi strategis di kawasan Jalan Sumbing, Pura Agung Giri Natha tidak hanya berdiri tegak sebagai pusat peribadatan suci, tetapi juga menjadi referensi kuat sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang ramah untuk dikunjungi masyarakat umum. Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya kami kembali lagi melangkahkan kaki ke sini. Momentum kembalinya kami ke pura ini terasa pas karena bertepatan dengan adanya acara menarik dari rekan-rekan mahasiswa Universitas Semarang (USM). Melalui program studi kreatif mereka yang bertajuk 'Perjalanan Napak Tilas' , agenda tersebut sukses digelar pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Kunjungan kali ini sekaligus menjadi pengingat berharga akan memori masa lalu...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Comments
Post a Comment