Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Review Event] Konten Kreatif Hankam Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Acara ini berlangsung selama dua hari dan melibatkan bloger serta beberapa vloger, baik dari Semarang sendiri dan juga, beberapa dari luar kota. Seperti apa acara ini yang berlangsung di Hotel Gumaya?
Akhir bulan Juli, atau tepatnya tanggal 30-31 Juli, acara ini berlangsung. Yang menarik perhatian kami adalah acara ini juga berhubungan dari Kominfo sebagai penyelenggara. Maklum saja, acara sebelumnya, yakni Pendekar Pancasila juga dari penyelenggara yang sama.
Bicara tentang Pertahanan dan Keamanan (HanKam)
Sebenarnya, acara ini sudah kami posting di hari kedua dengan konsep mengemas live event yang dikumpulkan dari tweet-tweet peserta yang hadir. Lihat di sini selengkapnya.
Pembicara di acara ini hanya ada dua, ada Pak Heni Susila Wardoyo, S.H.,M.H Asisten Deputi Bid. Koordinasi Materi Hukum, Kemenko Polhukam dan Mas Thomas Herda, praktisi Youtuber dan bekerja di salah satu televisi saat ini.
Bicara tentang HanKam, rasanya tidak biasa dan berat. Bukan saja ini sebuah tantangan tersendiri, tapi setelah sesi seminar, kami harus membuat konten dalam bentuk video satu menit.
Bagaimana melindungi negara ini? Apalagi kita tidak sedang berperang. Cakupannya sangat luas dan kita (peserta) diajak mengemas konten lewat tema ini.
Kominfo di sini adalah salah satu lembaga Kementrian yang ikut mengurusi dan membangun ketahanan negara dan kami, para bloger diarahkan untuk memproduksi konten positif.
Menjadi Youtuber ala manajemen profesional
Semua orang bisa merekam video dan menjadikannya sebagai konten. Itu sangat mudah dan siapa pun tentu mampu melakukannya.
Namun dalam sesi kedua yang menjadi pembicara, Mas Thomas, kami mendapatkan pengetahuan lebih profesional sebagai pembuat konten, khususnya video.
Awal materi kami diberikan data-data tentang Youtube sebagai bekal bahwa Youtube sebagai media sosial berbasis Video punya hal menarik untuk terus dikembangkan.
Sebagai Youtuber, mas Hendra memiliki dua kanal yang dikelola. Namun kanal yang benar-benar diseriusin adalah konten yang dibangun untuk anaknya. Bahkan Youtube sudah memberi piagam Silver Play Button sebagai apresiasi pencipta konten yang sudah diikuti 100 ribu subsriber.
Dalam slide persentasi, kami ditunjukkan pada materi seorang profesional yang mengelola konten yang sudah dilakukan atau diterapkan dalam dunia pekerjaan. Maklum saja, 13 tahun berkecimpung dalam media membuat kami harus mendengarkan agar dapat menyerap ilmu yang dibagikan.
Menjadi Youtuber atau vloger, hal pertama yang dilakukan fokus pada konten. Untuk membuatnya, pengguna diharuskan melakukan penelitian terhadap konten yang ingin dibuat (content research).
Buat naskah, buat konten yang diingat dan juga berdampak. Hal yang penting adalah pemirsa Youtube hanya akan memperhatikan 10 detik pertama saat menonton video kita. Jadi perhatikan itu. Materi selengkapnya juga ada dibagikan di postingan live tweet sebelumnya.
Pertama kali berkunjung
Foto : Mas Yudi
Untuk memaksimalkan konten yang nantinya dilombakan dalam format video, peserta diajak keluar dari tempat acara menuju Ambarawa. Ada 2 lokasi, tujuan acara yang perginya menggunakan bis ini.
Museum Palagan Ambarawa dan Museum Kereta Api Ambarawa, dua tempat yang menarik kunjungan wisata yang baru pertama kali kami datangin. Sangat beruntung mengikuti acara ini.
Aktivitas di dua tempat ini hanya sebuah kunjungan tanpa tur wisata ala-ala pemandu. Namun tugas yang diberikan adalah mendapatkan rekaman gambar yang nantinya dibuat dalam format video dengan tema 'Kreatif HanKam'.
Pertama kali menginap di Hotel Gumaya
Foto seluruh peserta
Untuk kami yang tinggal di Semarang bisa ikut menginap di hotel, apalagi Gumaya yang termasuk bintang 5, itu adalah sesuatu. Kami sekamar dengan kreator konten yang berasal dari Kendal.
Terlihat menyenangkan, bukan? Maklum saja, jadwal acara benar-benar padat. Apalagi esok harinya acara masih berlangsung dari pagi hingga sore hari. Selama menginap, peserta diharapkan dapat menyelesaikan tugas membuat video.
Video-video yang dilombakan nantinya bukan saja mendapatkan reward, tapi juga menjadi milik penyelenggara. Tentu saja kalau videonya terpilih menjadi yang terbaik. Sayang di sini, video kami hanya masuk 10 besar. Menyentuh 3 besar ternyata tidak mudah.
Antusias bloger dari luar kota
[Video] Wajah-wajah peserta yang berpartisipasi
Menjadi bloger di era sekarang mau tidak mau harus merangkap banyak konten, termasuk menjadi vloger. Beberapa bloger datang dari luar kota menghadiri acara ini.
Buat kami, mereka sangat luar biasa. Menyempatkan diri berpartisipasi dan ikut serta itu tidak mudah buat kami sekarang. Apapun iming-imingnya, kami tidak seperti dulu lagi yang tertarik untuk pergi.
Pembawa acara
Pak Didik Sadaka, Direktorat informasi dan komunikasi Polhukam, Kemkominfo
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment