Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Review Event] Konten Kreatif Hankam Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Acara ini berlangsung selama dua hari dan melibatkan bloger serta beberapa vloger, baik dari Semarang sendiri dan juga, beberapa dari luar kota. Seperti apa acara ini yang berlangsung di Hotel Gumaya?
Akhir bulan Juli, atau tepatnya tanggal 30-31 Juli, acara ini berlangsung. Yang menarik perhatian kami adalah acara ini juga berhubungan dari Kominfo sebagai penyelenggara. Maklum saja, acara sebelumnya, yakni Pendekar Pancasila juga dari penyelenggara yang sama.
Bicara tentang Pertahanan dan Keamanan (HanKam)
Sebenarnya, acara ini sudah kami posting di hari kedua dengan konsep mengemas live event yang dikumpulkan dari tweet-tweet peserta yang hadir. Lihat di sini selengkapnya.
Pembicara di acara ini hanya ada dua, ada Pak Heni Susila Wardoyo, S.H.,M.H Asisten Deputi Bid. Koordinasi Materi Hukum, Kemenko Polhukam dan Mas Thomas Herda, praktisi Youtuber dan bekerja di salah satu televisi saat ini.
Bicara tentang HanKam, rasanya tidak biasa dan berat. Bukan saja ini sebuah tantangan tersendiri, tapi setelah sesi seminar, kami harus membuat konten dalam bentuk video satu menit.
Bagaimana melindungi negara ini? Apalagi kita tidak sedang berperang. Cakupannya sangat luas dan kita (peserta) diajak mengemas konten lewat tema ini.
Kominfo di sini adalah salah satu lembaga Kementrian yang ikut mengurusi dan membangun ketahanan negara dan kami, para bloger diarahkan untuk memproduksi konten positif.
Menjadi Youtuber ala manajemen profesional
Semua orang bisa merekam video dan menjadikannya sebagai konten. Itu sangat mudah dan siapa pun tentu mampu melakukannya.
Namun dalam sesi kedua yang menjadi pembicara, Mas Thomas, kami mendapatkan pengetahuan lebih profesional sebagai pembuat konten, khususnya video.
Awal materi kami diberikan data-data tentang Youtube sebagai bekal bahwa Youtube sebagai media sosial berbasis Video punya hal menarik untuk terus dikembangkan.
Sebagai Youtuber, mas Hendra memiliki dua kanal yang dikelola. Namun kanal yang benar-benar diseriusin adalah konten yang dibangun untuk anaknya. Bahkan Youtube sudah memberi piagam Silver Play Button sebagai apresiasi pencipta konten yang sudah diikuti 100 ribu subsriber.
Dalam slide persentasi, kami ditunjukkan pada materi seorang profesional yang mengelola konten yang sudah dilakukan atau diterapkan dalam dunia pekerjaan. Maklum saja, 13 tahun berkecimpung dalam media membuat kami harus mendengarkan agar dapat menyerap ilmu yang dibagikan.
Menjadi Youtuber atau vloger, hal pertama yang dilakukan fokus pada konten. Untuk membuatnya, pengguna diharuskan melakukan penelitian terhadap konten yang ingin dibuat (content research).
Buat naskah, buat konten yang diingat dan juga berdampak. Hal yang penting adalah pemirsa Youtube hanya akan memperhatikan 10 detik pertama saat menonton video kita. Jadi perhatikan itu. Materi selengkapnya juga ada dibagikan di postingan live tweet sebelumnya.
Pertama kali berkunjung
Foto : Mas Yudi
Untuk memaksimalkan konten yang nantinya dilombakan dalam format video, peserta diajak keluar dari tempat acara menuju Ambarawa. Ada 2 lokasi, tujuan acara yang perginya menggunakan bis ini.
Museum Palagan Ambarawa dan Museum Kereta Api Ambarawa, dua tempat yang menarik kunjungan wisata yang baru pertama kali kami datangin. Sangat beruntung mengikuti acara ini.
Aktivitas di dua tempat ini hanya sebuah kunjungan tanpa tur wisata ala-ala pemandu. Namun tugas yang diberikan adalah mendapatkan rekaman gambar yang nantinya dibuat dalam format video dengan tema 'Kreatif HanKam'.
Pertama kali menginap di Hotel Gumaya
Foto seluruh peserta
Untuk kami yang tinggal di Semarang bisa ikut menginap di hotel, apalagi Gumaya yang termasuk bintang 5, itu adalah sesuatu. Kami sekamar dengan kreator konten yang berasal dari Kendal.
Terlihat menyenangkan, bukan? Maklum saja, jadwal acara benar-benar padat. Apalagi esok harinya acara masih berlangsung dari pagi hingga sore hari. Selama menginap, peserta diharapkan dapat menyelesaikan tugas membuat video.
Video-video yang dilombakan nantinya bukan saja mendapatkan reward, tapi juga menjadi milik penyelenggara. Tentu saja kalau videonya terpilih menjadi yang terbaik. Sayang di sini, video kami hanya masuk 10 besar. Menyentuh 3 besar ternyata tidak mudah.
Antusias bloger dari luar kota
[Video] Wajah-wajah peserta yang berpartisipasi
Menjadi bloger di era sekarang mau tidak mau harus merangkap banyak konten, termasuk menjadi vloger. Beberapa bloger datang dari luar kota menghadiri acara ini.
Buat kami, mereka sangat luar biasa. Menyempatkan diri berpartisipasi dan ikut serta itu tidak mudah buat kami sekarang. Apapun iming-imingnya, kami tidak seperti dulu lagi yang tertarik untuk pergi.
Pembawa acara
Pak Didik Sadaka, Direktorat informasi dan komunikasi Polhukam, Kemkominfo
Selama ini, pemanfaatan AI seringkali diasosiasikan dengan hal-hal yang sifatnya kreatif atau hiburan semata. Namun, ASUS dengan lini bisnisnya mulai membuktikan narasi yang berbeda. AI kini bergeser menjadi instrumen utilitas murni untuk mendongkrak efisiensi operasional. Kami berkenalan dengan AI ExpertMeet saat bulan Juni kemarin di ajang media gathering yang diadakan ASUS di Kota Semarang. Kehadiran ASUS Indonesia di ibis Styles Semarang Simpang Lima kala itu membawa angin segar bagi ekosistem kreator lokal. Fitur AI ini satu paket dengan laptop seri komersial terbaru milik ASUS yang sudah mendukung teknologi AI, seperti: ASUS ExpertBook Ultra ASUS ExpertBook Seri P (seperti P5405CSA, P3, P1) ASUS ExpertBook Seri B (seperti B1403CVA, B9406CAA) Dalam presentasinya, AI ExpertMeet ini terbukti andal membantu mencatat, menerjemahkan, dan merangkum hasil rapat secara otomatis agar kerja menjadi lebih cepat dan efisien. Hebatnya lagi, fitur AI ini berjalan langsung menggunakan cip khusu...
Niat awalnya sebenarnya cuma mau mengecek info operasional terkait penutupan sementara area Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang pertengahan Juli kemarin. Tapi saat tiba di lokasi, perhatian kami justru teralih pada hal lain yang selama ini terlewatkan: keberadaan akses Wi-Fi gratis milik Pemkot Semarang. Minggu pagi (19/7), usai melipir sejenak menikmati suasana Car Free Day (CFD) di Simpang Lima, setang sepeda langsung kami arahkan menuju kawasan GOR Tri Lomba Juang. Begitu sampai dan merogoh gawai untuk memastikan kabar penutupan kawasan tersebut, kami baru menyadari smartphone sudah otomatis terhubung ke jaringan internet nirkabel. Jaringannya tampaknya terintegrasi dengan akses Wi-Fi publik di Simpang Lima, sehingga gawai yang pernah terkoneksi akan langsung masuk tanpa perlu repot melakukan login ulang. Spot Duduk yang Nyaman dan Teduh Sambil bersiap mengetes kualitas koneksinya, kami mengamati suasana sekitar selasar. Terlihat beberapa pengunjung sedang asyik duduk santai...
Fenomena ini sejatinya adalah strategi influencer marketing lapis kedua yang digerakkan oleh agensi. Alih-alih menggelontorkan anggaran besar hanya untuk segelintir mega-influencer , mereka memilih menebar jala ke banyak akun kreator melalui sistem crowdsourcing . Syaratnya pun bervariasi, biasanya menyasar akun-akun dengan minimal followers di angka tertentu, misalnya 1.000 pengikut. Dengan mengerahkan puluhan hingga ratusan kreator secara serentak beberapa hari sebelum film rilis, terciptalah ilusi masif bahwa film tersebut sedang menjadi pusat perbincangan. Dari sudut pandang pemasaran, model ini memang sangat efektif mendongkrak awareness dalam waktu singkat. Begitu kami mencoba masuk ke dalamnya, kami biasanya ditarik ke dalam grup koordinasi—yang belakangan kami sadari isinya bukan cuma soal film, tapi juga berbagai penawaran kampanye lain dengan pola serupa. Dari pengalaman pribadi kemarin, perjalanannya ternyata cukup menguras energi hingga akhirnya kami memilih mundur karen...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Sebagai pengelola blog yang porsinya lebih sering berkelana menyoroti dinamika ruang kota ketimbang mendalami isi piring, urusan kuliner terkadang jadi ranah yang penuh kejutan bagi kami. Seperti Nasi Glewo yang sempat kami ulas sebelumnya, perkenalan kami dengan Petis Kangkung juga berawal dari lini masa media sosial beberapa bulan lalu. Rasa penasaran itu akhirnya membimbing kami secara tidak sengaja ke sebuah kios kecil di Jalan Jolotundo: Warung Pecel & Gudangan Bu Joko . Siapa sangka, di balik kesederhanaan warungnya, tersimpan salah satu kuliner legendaris khas Semarang yang masih eksis merawat lidah warganya. Kejutan Rasa dan Sensasi Pedas yang "Nempel" Porsi petis kangkung yang dihidangkan tampak sederhana di atas piring lidi beralaskan kertas minyak. Kangkung rebus yang masih bertekstur renyah dipadu tauge segar, lalu diguyur bumbu petis udang khas Semarang yang pekat, gurih, dan manis. Namun, ada pelajaran berharga ketika memesan menu ini: jangan anggap remeh p...
Comments
Post a Comment