Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Lewat Temu Bloger, Dinas Kesehatan Kota Semarang Sosialisasi Program Kesehatan
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Dinas Kesehatan Kota Semarang mengadakan temu bloger yang tujuannya mengenalkan program-program kesehatan di kota Semarang. Bloger diharapkan sebagai speaker, menjembatani informasi kepada masyarakat yang lebih luas lagi. Berikut review dan live report acaranya.
Setelah kunjungan ke Puskesmas Gayamsari, Senin pagi (27/11), kami bersama rombongan bloger lainnya menuju Ungaran untuk mengambil bagian dari acara utama yang ditempatkan di The Wujil Resort & Conventions. Di sini, kami akan tinggal hingga hari Selasa (28/11).
Peran Puskesmas yang semakin modern
Tidak perlu berlama-lama kami yang sudah tiba dan langsung menempati ruangan yang sudah dipersiapkan untuk langsung mendengar paparan dari Dinas Kesehatan Semarang.
Ini spesial rupanya, Kepala Dinkes Semarang, pak Widoyono langsung hadir dan berbicara banyak kepada kami semua. Mengingat perjalanan Semarang dan Ungaran butuh waktu lumayan lama dan tentu kesibukan beliau ditengah rutinitas dan pekerjaannya.
Puskesmas sekarang yang lebih modern bukan saja bicara tentang bangunan dan fasilitasnya, namun juga bagaimana peran Puskesmas yang saat ini lebih berperan dalam merawat orang yang sehat ketimbang rumah sakit yang merawat orang sakit.
Dalam slide yang ditampilkan, beliau menjelaskan tentang paradigma sehat yang digambarkan seperti hulu dan hilir. Bagaimana cuaca berpengaruh, perilaku dan sebagainya, semua itu Puskesmas yang merawat nantinya.
Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS yang pernah dikenalkan kepada kami lewat acara Kementerian Kesehatan beberapa bulan lalu, juga kembali dikenalkan kepada kami. Program ini memang diterapkan seluruh dinas Kesehatan kota di Indonesia dengan fokus kegiatan tahun ini hanya ada 3 dari sekian kegiatan program ini.
Dr. Lilik Farida melanjutkan sesi berikutnya yang masih berbicara tentang Puskesmas dan program DinKes Semarang. Beliau memaparkan bagaimana jumlah penduduk kota Semarang yang berjumlah lebih dari 1 juta bisa dijaga kesehatannya, mengingat menjaga orang sehat itu tidak mudah.
Puskesmas tidak lagi hanya beraktivitas di dalam ruangan, kini bisa dilakukan di luar ruangan yang dicontohkan dengan kunjungan-kunjungan ke daerah-daerah, semisal banjir atau lainnya.
Masalah perokok pun tak luput dari bahasan ini juga yang menurut beliau, andai saja perokok bisa menghemat pengeluarannya untuk tidak membeli rokok, perokok tersebut bisa membeli rumah.
Di Puskesmas juga kita bisa cek gula darah, kolestrol dan lain sebagainya. Alat-alatnya sudah canggih-canggih, nggak kalah dengan Rumah Sakit. Dan biaya yang dikeluarkan tentu lebih murah, kata beliau.
Upaya DinKes Semarang
Salah satu program yang menarik dari DinKes Semarang adalah Si Cepat, yaitu layanan reaksi cepat bagi masyarakat yang membutuhkan Ambulan. Gratis 24 jam. Sayangnya, kami tidak melihat langsung saat kunjungan ke Puskesmas yang diikuti bloger kelompok 2.
Kembali ke slide, kami mendengarkan tentang pemaparan upaya yang dilakukan Dinkes dalam penurunan kasus Kematian Ibu. Inilah pentingnya program KB dengan dua anak.
Selain GERMAS yang kembali dikenalkan di sini, program pemerintah lain seperti Program Indonesi Sehat (PIS) dan Pendekatan Keluarga (PK) juga dikenalkan di sini, yang juga merupakan program Nawacita.
PIS dengan PK merupakan cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerja dengan cara mengunjungi keluarga-keluarga di wilayah kerja.
Program pendekatan ini dilakukan Puskesmas dengan mendata profil kesehatan keluarga. Sepertinya bagian ini masih panjang dan sudah ada dalam slide yang dibagikan kepada kami. Mungkin kami bahas lain kali dengan halaman berbeda.
Suasana dan live report acara
Tentu, acara selama dua hari begitu banyak untuk dijadikan satu halaman di blog dotsemarang. Harapannya memang ingin semua kami jadikan satu. Namun saat ini kami tidak ingin halaman ini begitu panjang terlihat.
Di bawah ini, kami memasukkan Live Tweet kami dengan menggunakan akun Twitter Livedotsemarang yang digabungkan dengan aplikasi chirpstory.com. Semoga bermanfaat.
...
Bloger di era sekarang bukan saja menjadi bagian pilar promosi sebuah produk maupun event, namun juga sebagai kaki tangan dalam mengenalkan program kepada masyarakat secara luas.
Berikutnya, kami akan memposting beberapa konten terkait event yang berhubungan dengan acara dan Kesehatan. Harap bersabar dengan kami.
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Membahas Media sosial seolah tak ada habisnya. Mulai dari yang sekedar membuat happy maupun yang dibuat serius. Malah terkadang menemukan sesuatu yang tidak Anda duga-duga. Berikut ada 6 tools yang setidaknya dapat membantu memanage akun media sosial Anda lebih menyenangkan. Dikutip dari website jeffbullas.com, dengan judul 6 Amazing Social Media Productivity Tools, Anda kami giring untuk mendapatkan pengalaman baru ber-media sosial lebih mudah dan menyenangkan atau membantu aktivitas Anda lebih serius. 1. Buffer Tampilannya sederhana. Anda dapat login dengan akun media sosial yang Anda miliki. Setelah login, Anda diminta memasukkan email sebagai pelengkap data. Selain masih belum terlalu paham menggunakannya, sedikit kelebihan, alat ini hadir diberbagai site *ekstensi. Kalau masih penasaran, bisa lihat detailnya dibawah. 2. Glyder Saat mengklik halamannya, kami diarahkan sebuah tampilan yang menarik. Profesional sepertinya. Namun, ada hal yang memutuskan kami tidak meneruskannya....
Peringatan Hari Blogger Nasional tahun 2026 ini genap memasuki usianya yang ke-19 tahun. Momentum yang datang bersamaan dengan riuhnya bising dunia digital yang rasanya makin tak karuan. Di luar sana, orang-orang media sedang sibuk mengeluhkan fenomena homeless media —akun-akun agregator anonim yang tinggal comot sana-sini, memotong video, menempel berita tanpa keringat, tapi meraup cuan dari atensi instan. Informasi berseliweran begitu cepat, lalu lenyap ditelan algoritma esok paginya. Belum lagi cerita-cerita dari kawan-kawan sesama blogger yang belakangan blog pribadinya mendadak ditawar orang dengan angka belasan hingga puluhan juta rupiah. Buat sebagian orang, blog dilihat sekadar sebagai aset digital: diternak, dibesarkan metriknya, lalu dilepas demi uang tunai. Tapi buat para perawatnya, tawaran itu ditepis begitu saja. Seperti kata kawan kami, Ditya Pandu dari Tuxlin Blog, saat menolak meminang blog pribadinya: “Ini bukan soal aset digital, tapi sebuah catatan perjalanan pribad...
Bicara soal Artificial Intelligence (AI) di laptop zaman sekarang, rasanya hampir semua merek memamerkan fitur serupa. Namun, ada satu pemaparan materi dari tim ASUS saat gelaran acara No.1 Quality & Service di Hotel Tentrem pertengahan September lalu yang cukup menarik perhatian kami: hadirnya aplikasi ASUS Virtual Assistant (OMNI). Sebagai pengguna laptop harian, kami awalnya cukup penasaran. Apa bedanya OMNI ini dengan berbagai asisten AI berbasis cloud yang sudah bertaburan di internet? Ternyata, jawabannya ada pada satu kata kunci: Offline . AI yang Berjalan Tanpa Internet, Kok Bisa? Secara sederhana, OMNI adalah AI Desktop Companion yang tertanam langsung di dalam laptop ASUS . Fitur utamanya mulai dari merangkum dokumen ( Librarian ), menjawab pertanyaan dari berkas kerja, hingga mengubah rekaman suara menjadi transkrip dan poin-poin penting. Menariknya, seluruh proses ini bisa berjalan tanpa koneksi internet sama sekali . Kemampuan on-device AI ini mengandalkan pemro...
Akhirnya kami merilis tulisan ini di blog meski agendanya sendiri sudah lewat beberapa waktu. Kami memang sempat hadir langsung menikmati kemeriahannya di lapangan. Namun, tentu saja seperti biasa, kehadiran kami ini murni atas inisiatif pribadi untuk memantau dinamika kota, bukan karena undangan resmi apalagi bagian dari kerja sama dengan penyelenggara MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Ketika Kota Semarang didaulat menjadi tuan rumah perhelatan MTQ Nasional XXXI, gaungnya memang tidak hanya berhenti pada arena utama atau lomba tilawah di dalam gedung. Ada denyut kemeriahan yang sengaja dihidupkan ke ruang-ruang publik, salah satunya lewat kehadiran Karnaval Nostalgia Dugderan yang digelar pada Jumat, 18 September 2026 lalu. Menariknya, kehadiran karnaval ini sempat memantik tanya di kalangan pengamat jalanan. Pasalnya, belum lama berselang, warga Semarang sudah disuguhi kemeriahan Pawai Ta’aruf MTQ. Praktis, dalam hitungan satu bulan yang sama, ada dua arak-arakan budaya besar yang...
Comments
Post a Comment