Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Lewat Temu Bloger, Dinas Kesehatan Kota Semarang Sosialisasi Program Kesehatan


Dinas Kesehatan Kota Semarang mengadakan temu bloger yang tujuannya mengenalkan program-program kesehatan di kota Semarang. Bloger diharapkan sebagai speaker, menjembatani informasi kepada masyarakat yang lebih luas lagi. Berikut review dan live report acaranya.

Setelah kunjungan ke Puskesmas Gayamsari, Senin pagi (27/11), kami bersama rombongan bloger  lainnya menuju Ungaran untuk mengambil bagian dari acara utama yang ditempatkan di The Wujil Resort & Conventions. Di sini, kami akan tinggal hingga hari Selasa (28/11).

Peran Puskesmas yang semakin modern

Tidak perlu berlama-lama kami yang sudah tiba dan langsung menempati ruangan yang sudah dipersiapkan untuk langsung mendengar paparan dari Dinas Kesehatan Semarang.

Ini spesial rupanya, Kepala Dinkes Semarang, pak Widoyono langsung hadir dan berbicara banyak kepada kami semua. Mengingat perjalanan Semarang dan Ungaran butuh waktu lumayan lama dan tentu kesibukan beliau ditengah rutinitas dan pekerjaannya.

Puskesmas sekarang yang lebih modern bukan saja bicara tentang bangunan dan fasilitasnya, namun juga bagaimana peran Puskesmas yang saat ini lebih berperan dalam merawat orang yang sehat ketimbang rumah sakit yang merawat orang sakit.


Dalam slide yang ditampilkan, beliau menjelaskan tentang paradigma sehat yang digambarkan seperti hulu dan hilir. Bagaimana cuaca berpengaruh, perilaku dan sebagainya, semua itu Puskesmas yang merawat nantinya.

Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS yang pernah dikenalkan kepada kami lewat acara Kementerian Kesehatan beberapa bulan lalu, juga kembali dikenalkan kepada kami.  Program ini memang diterapkan seluruh dinas Kesehatan kota di Indonesia dengan fokus kegiatan tahun ini hanya ada 3 dari sekian kegiatan program ini.

Dr. Lilik Farida melanjutkan sesi berikutnya yang masih berbicara tentang Puskesmas dan program DinKes Semarang. Beliau memaparkan bagaimana jumlah penduduk kota Semarang yang berjumlah lebih dari 1 juta bisa dijaga kesehatannya, mengingat menjaga orang sehat itu tidak mudah.

Puskesmas tidak lagi hanya beraktivitas di dalam ruangan, kini bisa dilakukan di luar ruangan yang dicontohkan dengan kunjungan-kunjungan ke daerah-daerah, semisal banjir atau lainnya.

Masalah perokok pun tak luput dari bahasan ini juga yang menurut beliau, andai saja perokok bisa menghemat pengeluarannya untuk tidak membeli rokok, perokok tersebut bisa membeli rumah.

Di Puskesmas juga kita bisa cek gula darah, kolestrol dan lain sebagainya. Alat-alatnya sudah canggih-canggih, nggak kalah dengan Rumah Sakit. Dan biaya yang dikeluarkan tentu lebih murah, kata beliau.

Upaya DinKes Semarang

Salah satu program yang menarik dari DinKes Semarang adalah Si Cepat, yaitu layanan reaksi cepat bagi masyarakat yang membutuhkan Ambulan. Gratis 24 jam. Sayangnya, kami tidak melihat langsung saat kunjungan ke Puskesmas yang diikuti bloger kelompok 2.

Kembali ke slide, kami mendengarkan tentang pemaparan upaya yang dilakukan Dinkes dalam penurunan kasus Kematian Ibu. Inilah pentingnya program KB dengan dua anak.

Selain GERMAS yang kembali dikenalkan di sini, program pemerintah lain seperti Program Indonesi Sehat (PIS) dan Pendekatan Keluarga (PK) juga dikenalkan di sini, yang juga merupakan program Nawacita.

PIS dengan PK merupakan cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerja dengan cara mengunjungi keluarga-keluarga di wilayah kerja.

Program pendekatan ini dilakukan Puskesmas dengan mendata profil kesehatan keluarga. Sepertinya bagian ini masih panjang dan sudah ada dalam slide yang dibagikan kepada kami. Mungkin kami bahas lain kali dengan halaman berbeda.

Suasana dan live report acara


Tentu, acara selama dua hari begitu banyak untuk dijadikan satu halaman di blog dotsemarang. Harapannya memang ingin semua kami jadikan satu. Namun saat ini kami tidak ingin halaman ini begitu panjang terlihat.

Di bawah ini, kami memasukkan Live Tweet kami dengan menggunakan akun Twitter Livedotsemarang yang digabungkan dengan aplikasi  chirpstory.com.  Semoga bermanfaat.



...

Bloger di era sekarang bukan saja menjadi bagian pilar promosi sebuah produk maupun event, namun juga sebagai kaki tangan dalam mengenalkan program kepada masyarakat secara luas.

Berikutnya, kami akan memposting beberapa konten terkait event yang berhubungan dengan acara dan Kesehatan. Harap bersabar dengan kami.


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📸 Fenomena "Rebutan Konten": Ketika Tempat Baru di Semarang Tak Lagi Perlu Cari KOL

☕ Menikmati Sensasi Turkish Coffee di Horison Nindya Semarang

🧘 Mengintip Lantai 2 Cardea Semarang: Lebih dari Sekadar Studio Pilates Biasa

Event Cosplay di Kota Semarang

📶 Kuota Jumbo 2026: Penyelamat Kantong atau Jebakan Masa Aktif?