Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Lewat Temu Bloger, Dinas Kesehatan Kota Semarang Sosialisasi Program Kesehatan
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Dinas Kesehatan Kota Semarang mengadakan temu bloger yang tujuannya mengenalkan program-program kesehatan di kota Semarang. Bloger diharapkan sebagai speaker, menjembatani informasi kepada masyarakat yang lebih luas lagi. Berikut review dan live report acaranya.
Setelah kunjungan ke Puskesmas Gayamsari, Senin pagi (27/11), kami bersama rombongan bloger lainnya menuju Ungaran untuk mengambil bagian dari acara utama yang ditempatkan di The Wujil Resort & Conventions. Di sini, kami akan tinggal hingga hari Selasa (28/11).
Peran Puskesmas yang semakin modern
Tidak perlu berlama-lama kami yang sudah tiba dan langsung menempati ruangan yang sudah dipersiapkan untuk langsung mendengar paparan dari Dinas Kesehatan Semarang.
Ini spesial rupanya, Kepala Dinkes Semarang, pak Widoyono langsung hadir dan berbicara banyak kepada kami semua. Mengingat perjalanan Semarang dan Ungaran butuh waktu lumayan lama dan tentu kesibukan beliau ditengah rutinitas dan pekerjaannya.
Puskesmas sekarang yang lebih modern bukan saja bicara tentang bangunan dan fasilitasnya, namun juga bagaimana peran Puskesmas yang saat ini lebih berperan dalam merawat orang yang sehat ketimbang rumah sakit yang merawat orang sakit.
Dalam slide yang ditampilkan, beliau menjelaskan tentang paradigma sehat yang digambarkan seperti hulu dan hilir. Bagaimana cuaca berpengaruh, perilaku dan sebagainya, semua itu Puskesmas yang merawat nantinya.
Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS yang pernah dikenalkan kepada kami lewat acara Kementerian Kesehatan beberapa bulan lalu, juga kembali dikenalkan kepada kami. Program ini memang diterapkan seluruh dinas Kesehatan kota di Indonesia dengan fokus kegiatan tahun ini hanya ada 3 dari sekian kegiatan program ini.
Dr. Lilik Farida melanjutkan sesi berikutnya yang masih berbicara tentang Puskesmas dan program DinKes Semarang. Beliau memaparkan bagaimana jumlah penduduk kota Semarang yang berjumlah lebih dari 1 juta bisa dijaga kesehatannya, mengingat menjaga orang sehat itu tidak mudah.
Puskesmas tidak lagi hanya beraktivitas di dalam ruangan, kini bisa dilakukan di luar ruangan yang dicontohkan dengan kunjungan-kunjungan ke daerah-daerah, semisal banjir atau lainnya.
Masalah perokok pun tak luput dari bahasan ini juga yang menurut beliau, andai saja perokok bisa menghemat pengeluarannya untuk tidak membeli rokok, perokok tersebut bisa membeli rumah.
Di Puskesmas juga kita bisa cek gula darah, kolestrol dan lain sebagainya. Alat-alatnya sudah canggih-canggih, nggak kalah dengan Rumah Sakit. Dan biaya yang dikeluarkan tentu lebih murah, kata beliau.
Upaya DinKes Semarang
Salah satu program yang menarik dari DinKes Semarang adalah Si Cepat, yaitu layanan reaksi cepat bagi masyarakat yang membutuhkan Ambulan. Gratis 24 jam. Sayangnya, kami tidak melihat langsung saat kunjungan ke Puskesmas yang diikuti bloger kelompok 2.
Kembali ke slide, kami mendengarkan tentang pemaparan upaya yang dilakukan Dinkes dalam penurunan kasus Kematian Ibu. Inilah pentingnya program KB dengan dua anak.
Selain GERMAS yang kembali dikenalkan di sini, program pemerintah lain seperti Program Indonesi Sehat (PIS) dan Pendekatan Keluarga (PK) juga dikenalkan di sini, yang juga merupakan program Nawacita.
PIS dengan PK merupakan cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerja dengan cara mengunjungi keluarga-keluarga di wilayah kerja.
Program pendekatan ini dilakukan Puskesmas dengan mendata profil kesehatan keluarga. Sepertinya bagian ini masih panjang dan sudah ada dalam slide yang dibagikan kepada kami. Mungkin kami bahas lain kali dengan halaman berbeda.
Suasana dan live report acara
Tentu, acara selama dua hari begitu banyak untuk dijadikan satu halaman di blog dotsemarang. Harapannya memang ingin semua kami jadikan satu. Namun saat ini kami tidak ingin halaman ini begitu panjang terlihat.
Di bawah ini, kami memasukkan Live Tweet kami dengan menggunakan akun Twitter Livedotsemarang yang digabungkan dengan aplikasi chirpstory.com. Semoga bermanfaat.
...
Bloger di era sekarang bukan saja menjadi bagian pilar promosi sebuah produk maupun event, namun juga sebagai kaki tangan dalam mengenalkan program kepada masyarakat secara luas.
Berikutnya, kami akan memposting beberapa konten terkait event yang berhubungan dengan acara dan Kesehatan. Harap bersabar dengan kami.
Sore itu, lini masa kami tak sengaja terpapar unggahan dari akun Instagram @kawisata tentang peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Jujur saja, ini sebuah kejutan yang menyenangkan. Mengetahui gelaran malam peluncurannya dilaksanakan langsung di pelataran Lawang Sewu dengan gegap gempita, atmosfernya terasa begitu magis dan masif. Festival film pendek ini kembali menyapa setelah edisi pertamanya di tahun 2025 lalu sukses kami dokumentasikan di blog. Jika tahun lalu malam puncaknya berlokasi di Gedung Baru Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), tahun ini LOFF mengambil langkah berani dengan menempati ikon sejarah paling populer di Kota Atlas. Malam pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 kemarin pun tidak main-main. Agenda yang sebenarnya sudah masuk dalam radar kalender acara kami ini kembali dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, serta turut dimeriahkan oleh kehadiran aktris nasional sekelas Nirina Zubir. Sebagai p...
Hari ini (12/6), kami mendadak terkejut melihat aktivitas Bitly yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, kami langsung memeriksa kotak masuk. Ternyata benar, ada pemberitahuan kabar terbaru yang datang ke email dotsemarang. Sepertinya kali ini kami harus pergi meninggalkan platform pemendek URL tersebut setelah bertahun-tahun setia menggunakannya. Ada yang mengalami hal serupa? Ini adalah nasib nyata yang harus diterima oleh para pengguna yang mengandalkan layanan gratisan. Tiba-tiba saja, platform mengubah kebijakannya secara sepihak. Sebuah langkah agresif yang tentu sangat berdampak bagi pengguna yang enggan atau belum siap beralih ke fitur berbayar. Bagi kami, sebagai blogger independen atau pembuat konten yang aktif membagikan tulisan di media sosial, Bitly sudah seperti menu sarapan harian. Platform dengan logo ikan ikonik ini selalu menjadi andalan utama untuk merapikan tautan panjang dari blog agar terlihat manis, ringkas, dan estetik saat disodorkan kepada pembaca. Namun...
Semarang tidak pernah kehabisan cerita tentang keberagaman. Di balik riuh rendah aktivitas kota bawah, kontur perbukitan Kota Atlas menyimpan sebuah pesona spiritual yang megah. Tempat ini bukan saja menjadi Pura terbesar di Kota Semarang, melainkan juga yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Berlokasi strategis di kawasan Jalan Sumbing, Pura Agung Giri Natha tidak hanya berdiri tegak sebagai pusat peribadatan suci, tetapi juga menjadi referensi kuat sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang ramah untuk dikunjungi masyarakat umum. Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya kami kembali lagi melangkahkan kaki ke sini. Momentum kembalinya kami ke pura ini terasa pas karena bertepatan dengan adanya acara menarik dari rekan-rekan mahasiswa Universitas Semarang (USM). Melalui program studi kreatif mereka yang bertajuk 'Perjalanan Napak Tilas' , agenda tersebut sukses digelar pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Kunjungan kali ini sekaligus menjadi pengingat berharga akan memori masa lalu...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Comments
Post a Comment