Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Cara Promosi Film Chrisye di Semarang : Vino G. Bastian Ngajak Nobar
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Pemeran utama film Chrisye, Vino G. Bastian datang ke Semarang dalam rangka promosi filmnya yang hingga tulisan ini dibuat masih tayang di bioskop Semarang. Bagi kami (Kofindo), Vino sudah berulang kali memasukkan Semarang dalam daftar kunjungannya.
Tentu kami sangat bangga dengan tetap menempatkan Semarang dalam daftar kunjungan tiap kali ada filmnya yang tayang. Bukan karena kami fans Vino garis keras, kami fans biasa kok, dengan datangnya pemeran filmnya, ini menandakan penonton Semarang antusiasnya bagus.
A post shared by Vino G Bastian (@vinogbastian__) on
Nobar bareng bloger dan pak Ganjar
Kali ini memang kami belum beruntung bisa bertemu dengan Vino yang datang ke Semarang hari Sabtu (9/12), dua hari berselang dari tanggal rilis film Chrisye 7 desember 2017.
Sehingga maksud kedatangannya ke Semarang selain dalam rangka promosi, apa yang ingin disampaikan kami tidak bisa mengulas lebih jauh.
Vino bersama tim Chrisye yang datang ke Semarang terlihat nonton bareng bersama teman-teman bloger Semarang dan Gubernur Jawa Tengah, pak Ganjar.
Melihat keseruan teman-teman bloger nonton bareng, tentu harapannya dapat banyak ulasan menarik setelah mereka pulang. Yang paling menarik adalah pak Ganjar yang datang menonton film Chrisye. Seru pastinya di sana.
A post shared by Dani Ristyawati (@daniristyawati) on
Strategi promosi
Bagi kami ini adalah sebuah strategi promosi yang sudah biasa dilakukan film-film yang beberapa tahun terakhir kami ikuti. Terakhir kami mengikuti nobar dengan pemain film di Semarang adalah saat nobar film Petak Umpet Minako.
Kami harap tahun 2018, Vino masih memasukkan Semarang dalam daftar promosi filmnya dengan cara nobar seperti ini.
Dan harapannya juga, banyak pemilik film lainnya mau membawa pemeran filmnya mau datang ke Semarang. Penonton di sini tentu akan menyambut dengan antusias tinggi (harusnya).
..
Kami sangat menyukai strategi promosi film seperti yang dilakukan Vino dan tim Chrisye. Memang budgetnya tidak sedikit untuk menjangkau beberapa kota, tapi setidaknya Semarang tidak dilewati kali ini.
Terbaru, ada para pemain Ayat-ayat Cinta 2 yang melakukan kampanye promosi di bioskop Semarang sebelum tanggal filmnya rilis yang dijadwalkan 21 desember. Seperti apa, tunggu saja ulasan kami.
*Kami sudah menonton film Chrisye, reviewnya bisa dilihat di sini atau di bawah ini.
Semua barang yang dibawa, seperti hape, tas dan lainnya dilarang dibawa masuk ke dalam. Ada loker yang disediakan, barang ditaruh di sana semuanya. Ini adalah peraturan yang diberitahukan kepada kami sebelum tur dimulai oleh tur guide saat kunjungan tempat kedua Jalur Rempah Tour 2023. Perjalanan kami dilanjutkan di sini usai kunjungan ke Pabrik Rokok Praoe Lajar . Rombongan peserta harus naik 2 bus mini untuk menuju Oema Herborist yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Ngaliyan. Tempat yang rasanya pernah kami kunjungi beberapa tahun silam, entah kenapa kami lupa dan tidak menuliskannya saat itu. Tur Pabrik Herborist Merek Herborist tentu bagi sebagian besar orang, khususnya perempuan mengenal produk perawatan kecantikan rasa lokal ini yang brandingnya kuat dengan natural dan herbal. Mungkin ini yang jadi alasan penyelenggara memasukkan Oemah Herborist dalam lawatannya untuk tur jalur rempah ini. Kami sebagai peserta sih, ya ikut-ikut saja karena pengalaman berkunjung pasti akan s...
Transformasi yang begitu cepat ini melahirkan pertanyaan yang beberapa waktu lalu sempat kami abaikan: “Kenapa di mesin pencarian Google sekarang ada tombol Mode AI, padahal Google sendiri sudah punya aplikasi Gemini yang berdiri sendiri? Bukankah mereka adalah barang yang sama?” Jujur saja, di awal kemunculannya, fitur baru ini sempat membuat kami bingung. Mengapa Google repot-repot membuat dua pintu untuk hal yang rasanya mirip? Setelah mencobanya berulang kali untuk menemani aktivitas harian dan hobi menulis, kami baru menyadari bahwa meski "otak" di baliknya sama, keduanya mengenakan seragam yang berbeda di lapangan. Aspek aksesibilitas juga memengaruhi cara pandang ini. Sebagai pengguna laptop Chromebook , tentu pilihan pertama kami jatuh pada Gemini karena fiturnya langsung disediakan oleh sistem. Apalagi saat menyalakan perangkat, pintasan Gemini sudah bertengger manis di system bar . Keberadaannya sangat memudahkan mata kami untuk mengaksesnya secara instan tanpa haru...
Stadion Citarum yang terletak di kawasan Bugangan, Semarang Timur, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu hub sepak bola lokal yang paling dinamis. Setelah bertahun-tahun hanya bisa kami lewati saat bersepeda pagi, kesempatan untuk merasakan langsung atmosfer di dalam stadion akhirnya datang pada Kamis malam, 14 Mei 2026 kemarin, berkat agenda rutin komunitas yang kami ikutin. Sebagai stadion pertama di Indonesia yang mengadopsi rumput sintetis berstandar FIFA sejak awal 2020, Citarum selalu memantik rasa penasaran bagi siapa saja yang terbiasa bermain di lapangan amatir atau mini soccer komersial. Namun, bagaimana rasanya saat benar-benar merumput di bawah mistar gawang stadion legendaris ini? Berikut ulasan komparatifnya. Karakteristik Rumput Sintetis: Padat dan Keset Bagi pemain yang terbiasa dengan lapangan mini soccer modern—seperti di kawasan Barito—hal pertama yang akan dirasakan adalah perbedaan tekstur lapangan. Lapangan mini soccer umumnya menggunakan jenis rumpu...
Semenjak kabar peralihan armada BRT Trans Semarang menuju bus listrik mulai berembus, kami selalu penasaran dengan kelanjutan informasinya. Beruntung, sebuah acara menarik hadir dan menjadi momen berharga bagi kami untuk menggali lebih dalam seputar perkembangan transportasi di Kota Atlas. Sebuah forum diskusi bermutu yang hampir saja kami lupakan ke dalam draf, padahal kami sempat hadir langsung di sana. Semua bermula di bulan Februari 2026. Saat pamflet acara bertajuk "Elektrifikasi Trans Semarang: Jalan Menuju BRT Ramah Lingkungan & Tangguh Iklim" lewat di beranda Instagram, kami tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri. Bersyukur, kami lolos kurasi dan berkesempatan menjadi salah satu peserta yang hadir pada Sabtu siang, 14 Februari 2026. Awalnya kening kami sempat berkerut melihat lokasi acaranya. Tempatnya terbilang baru dan belum pernah kami datangi sebelumnya. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Sayangnya, kali ini kami tidak memilih opsi bersepeda—yang...
Sudah hampir setahun berlalu semenjak kami meminang iPhone 5S. Niat awal ingin konsisten mengikuti tren video pendek untuk konten media sosial, malah berujung pada dilema klasik yang kerap kami rasakan belakangan ini. Perangkat lawas rilisan tahun 2013 yang awalnya terbilang mumpuni untuk diajak bekerja ini, tampaknya harus segera masuk kotak dan dipensiunkan. Kami tidak menyangka akan kembali dihadapkan pada realitas pahit ini. Setelah sebelumnya ASUS Zenfone 5 yang lebih dulu dipensiunkan karena kendala teknis, kini kami harus mengambil keputusan berat yang sama untuk si mungil iPhone 5S. Alasannya cukup krusial: baterai mulai meledung alias kembung. Alhasil, panel layar depan terangkat dan menyisakan celah terbuka yang cukup membuat kami khawatir selama di lapangan. Menunjukkan Batas Kemampuan Ketika sebagian orang mengoleksi perangkat ini sekadar sebagai barang nostalgia atau klangenan jadul, kami justru menjadikannya sebagai device tempur harian. Hape ini selalu terselip di sak...
Comments
Post a Comment