Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

Review Event Komukino Fest 2017


Menarik juga acara yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Universitas Semarang di sekitaran jalan Kepodang dan gedung Monod Diephuis hari minggu sore, 17 desember kemarin. Dari sekian acara yang banyak dibuat di sini, baru ini yang kami bawa ke blog dotsemarang setelah setahun lalu memposting tentang agenda musik keroncong.

Kami akhirnya memutuskan berkunjung ke acara ini siang hari setelah selesai acara lain yang kami juga hadiri. Saat tiba, suasana sudah ramai dan di dalam gedung sedang dilaksanakan acara semacam talk show.

Kami harus katakan di awal sebelum bercerita banyak acara ini, bahwa kami bukan media online. Kami BLOGER. Meski sama-sama memberi informasi, dotsemarang lebih menyajikan informasi dari sudut pandang sendiri. Maka ketika kami mendapat press release yang ingin segera diterbitkan, kami tidak bisa secepatnya membagikan. Mohon maklum untuk ini.

 Suasana di dalam gedung Monod Huis yang mengangkat tema 'muda-mudi inspiratif Jawa Tengah'
Beberapa pembicara yang berfoto di sini, sebagian kami kenal dengan baik

Informasi yang kami dapatkan dari press release, acara ini merupakan bentuk implementasi kerja nyata dari tiga mata kuliah, yaitu Komunikasi Pemasaran, Managemen Acara, Internal dan Eksternal Public Relation, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM).

Lewat acara ini, Festival Komukino yang sudah berjalan ke-6 kalinya ingin menepis anggapan bahwa generasi milenial yang kerap berhubungan dengan teknologi dan budaya kekinian dianggap kurang peduli terhadap budaya tradisional.

Dari acara ini, mereka menyandingkan modernitas dan tradisional dengan mengkolaborasikan berbagai bentuk yang lebih menarik bagi pengunjung maupun mereka sendiri.

Ada kuliner fusion yang memadukan citarasa kuliner tradisional yang diberi tampilan modern seperti Sego Page Khas Kabupataen Purwodadi dan Jadah Khas Kabupaten Rembang mirip dengan tampilan Sushi, kuliner Jepang.

Tidak semata memadukan berbagai bentuk, kuliner yang sudah jarang ditemukan pun sengaja dihadirkan agar pengunjung yang belum sempat mengenalnya dapat menikmati kuliner asli dari Jawa Tengah.  Seperti kuliner Sego Glewo Khas Kota Semarang dan Clorot Khas Kabupten Purworejo. Tak kurang dari 42 kuliner yang mewakilik 35 kabupaten kota di Jawa Tengah dihadirkan dalam acara ini.

Untuk membeli makanan di sini, pengunjung harus menggunakan uang khusus yang telah disediakan panitia.
 Kampung Jamu
Suasana festival saat kami berkunjung

Puas dengan kuliner, acara ini tak berarti bahwa ini acara khusus kuliner. Festival Komukino mengajak pengunjung mengunjungi tiga kampung yang mempresentasikan kearifan lokal. Ada kampung batik, kampung jamu dan kampung dolanan.

 Kampung batik, suasananya sedang ramai yang belajar membatik
Di kampung dolanan, banyak ragam mainan tempo dulu seperti engklek, enggrang, bakiak dsb.

Acara ini dilaksanakan cuma 1 hari, meski begitu konten yang dihadirkan sangat banyak. Kami sendiri tidak sampai selesai mengikuti acara. Sekedar mampir dan melihat keramaian saja.







...

Tahun 2017, bisa dibilang perkembangan Kota lama, terutama sekitar jalan Kepodang dan gedung Monod memang sangat ramai dan menarik. Banyak acara dibuat untuk membuat kawasan ini lebih hidup.

Selamat buat panita dan semua yang terlibat acara Komukino Fest 2017 yang berhasil membuat acara ini sukses berjalan. Semoga harapan mereka dari acara ini, tidak sekedar lewat begitu saja mengenai tema budaya dan seni yang ada di Jawa Tengah.

Festival Komukino 2017 yang bisa dicari tahu juga di Instagram dengan tagar #komukinofest2017, bisa menjadi triger bagi anak muda untuk setidaknya mulai memberikan tempat terhadap seni dan kebudayaan Indonesia di hati mereka masing-masing.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

🤖 Berkenalan dengan ASUS AI ExpertMeet: Revolusi AI untuk Produktivitas Bisnis

📶 Nyoba Wi-Fi Publik Pemkot Semarang di Tri Lomba Juang: Adem Tempatnya, Gimana Kecepatannya?

🎬 Tren Pemasaran Film Indonesia di Threads: Tiket Gratis, Riuhnya Agensi Kilat, Hingga Realita Kreator di Lapangan

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

🔥 Menemukan Petis Kangkung di Jalan Jolotundo: Kuliner Legendaris Semarang yang Bertahan di Tengah Dinamika Kota