Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Berkenalan Dengan 3 Startup Semarang


Lama tak bicara startup di blog dotsemarang, terakhir rupanya sudah setahun lalu. Tepatnya November 2016. Dan di bulan yang sama tahun ini, kami punya kabar baru tentang startup Semarang. Tertarik?

Bila kamu sudah membaca postingan kami tentang event Google Developer Groups (GDG) DevFest 2017 yang dilaksanakan di Gedung Dharma Wanita Semarang, Sabtu pagi (25/11), tentu sudah tahu siapa ketiga startup yang akan kami bahas di sini.

Namun bila belum, kami akan membahasnya di sini dengan halaman yang lebih khusus tentunya.

Lahir dari 1000 startup

Ketiga startup ini lahir dari program 1000 startup digital yang dicanangkan pemerintah pada bulan Juni 2016. Ketiganya adalah Tumbas.in, Incircle dan Lindungi hutan. (Koreksi kami bila salah)

Mereka menjadi pembicara dalam sesi acara GDG DevFest tahun ini. Selain diharapkan menjadi inspirasi buat peserta dan sekaligus mengenalkan kehadiran mereka kepada peserta awam seperti kami, mereka kompak dengan minimnya developer yang mereka miliki.

Mungkin kamu tertarik untuk bergabung dengan mereka?

Tumbas.in


Tumbas.in yang diwakili Fuad merupakan startup yang membantu menghubungkan pedagang pasar tradisional menjualkan barang dagangan mereka kepada pengguna yang terdaftar dalam aplikasi.

Mengutip dari tekno.kompas.com (8/10/2017), tumbas.in lahir dari awalnya karena melihat banyaknya para pedagang pasar tradisional yang masih kesulitan memasarkan produknya.

Tumbas.in sendiri sudah tersedia bagi pengguna Android. Saat kami melihat besaran filenya, ukurannya hanya 3,7MB dengan total download sudah seribuan hingga tulisan ini dibuat.

Ini bisa jadi kampanye bagus bagi komunitas pecinta pasar tradisional. Sejauh ini baru dua pasar yang menjadi rujukan belanja di pasar yaitu, Pasar Karangayu, dan Pasar Peterongan. Lebih detail tentang mereka bisa buka artikel kompas di sini.

Incircle


Merupakan perusahaan analisis data teknologi pertama yang menemukan nilai tersembunyi dari sebuah project. Situsnya bisa dilihat di sini incircle.id.

Dari situsnya, Incircle adalah event data analytic platform. Mereka mengumpulkan data dari registrasi event dan berdasarkan media social mereka.

Kemudian dianalisis berdasarkan segmentasi data tersebut. Hasil analisis segmentasi customer akan dapat digunakan sebagai insight dan penetrasi pasar bagi kebutuhan Company/Brand Anda.

Berbicara di depan peserta GDG DevFest, Deny Ervan yang mewakili Incirle berharap ada 1 model startup yang berasal dari Semarang yang sangat dikenal secara nasional seperti Gojek.

Lindungi Hutan


Cukup menarik nama yang diambil dari startup ini yang beralamat di situs lindungihutan.com. Lindungi Hutan sendiri saat acara diwakili Ben, Chief Marketing Officer Lindungi Hutan.

Dikutip dari situs selular.id (14/4/2017), Lindungi Hutan adalah suatu platform crowdfunding yang bertujuan mengumpulkan dana untuk gerakan penghijauan hutan dan pemberdayaan petani.

Kepedulian Ben dan timnya bukan berawal dari latar belakang mereka atau masalah yang dialami. Awalnya Ben melakukan perjalanan ke beberapa pantai di Semarang dan melihat secara langsung sebenarnya banyak masalah lingkungan yang terjadi di sekitarnya.

Lindungi hutan sendiri tersedia dalam aplikasi bagi pengguna Android. Dengan ukuran sebesar 3,9MB, aplikasi ini sudah di download sekitar 100-an. Klik di sini untuk melihat aplikasi Lindungi hutan.


...

Dari ketiga perkenalan ini, mereka ternyata memiliki harapan dan misi yang sama tentang perkembangan startup di kota Semarang yaitu, pecah telur. Seperti kata Deny tadi,  bahwa harus ada startup yang bisa Go Nasional.

Selama acara juga, mereka tidak ragu memberi tip-tips kepada peserta tentang bagaimana membangun startup. Sementara ini dulu kabar dari startup Semarang.

Kami harap punya banyak kesempatan di masa mendatang untuk berkenalan dengan startup-startup Semarang lagi. Dan tentu membawanya ke blog dotsemarang.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

🏗️ Mengintip "Dalaman" Mal 23 Semarang: Eksklusif dari Balik Partisi Proyek

Parkir di The Park Mall Hanya Melayani Pembayaran Non Tunai

🚲 Mengayuh Pedal ke Pasar Ambyar Nusantara di Hotel Horison Nindya Semarang

🌙 Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadan 1447 H / 2026 M Kota Semarang

📸 Pexels Makin Lokal: Kini Bisa Traktir Kreator Pexels Pakai Saweria (QRIS)!