Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Ngopi di Lady Elisabeth Malang

Tempatnya yang berada dalam satu kawasan dengan Hotel Harris Malang, membuat kami yang baru beberapa hari tiba di Malang akhirnya memutuskan duduk ngopi di dalam sana sambil bekerja mengurus dotsemarang. Oh seperti ini suasananya?

Kami masih buta dengan tempat perkopian di Malang. Bila pilihannya banyak pun, itu mungkin harus mencari di google terlebih dahulu. Lady Elisabeth adalah opsi satu-satunya yang bisa kami jangkau karena aktivitas kami yang bolak-balik sekitar hotel Harris yang berada di komplek Perum Riverside, Kecamatan Blimbing Kota Malang tersebut.

Pembayaran QRIS

Saat kami tiba Sabtu siang hari (15/6), tak banyak orang di sana. Bahkan, kami sangat terkesan dengan karyawan yang membuka pintu masuk buat kami. Wew, apakah ini yang dinamakan ungkapan pengunjung adalah raja?

Hal pertama yang kami tanyakan sebelum benar-benar duduk di dalam adalah apakah di sini tersedia pembayaran dengan QRIS? Kami tak sedang kampanye pembayaran QRIS yang seperti sedang dilakukan oleh Bank BI di halaman ini. Apalagi tidak diajak kerja sama atau dibayar.

Hanya kebenaran kami sedang tidak ada uang cash dan sebelum ke tempat ngopi ini kami diberi uang jajan untuk ngopi yang sudah ditransfer ke rekening kami. Wajar kami khawatir apabila tempatnya tidak ada QRIS nantinya.

'Ada kak', kata karyawan yang berada di kasir.

Syukurlah jika begitu. Kami langsung mengambil peralatan kerja kami dan melirik meja mana yang cocok dengan aktivitas kami. Kebenaran dotsemarang belum update hari ini.

Bekerja sambil ngopi

Atau ngopi sambil bekerja? Tidak-tidak, kami di sini lebih fokus bekerja. Namun tidak mungkin numpang duduk saja tanpa aktivitas ekonomi. Pilihannya ya harus membeli. 

Lady Elisabeth sepertinya brandingnya lebih ke toko roti karena ada banyak menu pastri di sini. Tentu, ada banyak menu lainnya yang menarik untuk dilihat.

Hanya saja, kami bukan tipe pengunjung yang suka ngopi atau berburu kuliner ala-ala foodgram. Selain menahan diri untuk tidak mengeluarkan banyak uang, fokus kami hanya ingin tempat untuk beraktivitas berseluncur di internet saja.

Ketika keluar kota, kami akan selalu membawa pekerjaan juga. Meski bekerja sebagai bloger sangat fleksibel, tapi tidak bisa juga tidak update. Beberapa pekerjaan yang harus kami kerjakan adalah mengatur media sosial dan memperbarui jadwal film Indonesia di Kota Semarang.

Akhirnya kami memesan segelas es Kapucino, kopi khas Italia yang dibuat dari espreso dan susu. Diminum siang hari tentu membuat segar, plus nambah daya konsentrasi kami yang harus berhadapan dengan timeline.

Beberapa saat kemudian, yang awalnya kami duduk sendiri karena masih sepi suasananya, orang-orang pada berdatangan. Ada yang satu keluarga dan ada yang sendirian. Apakah karena kami sebagai faktor keberuntungan tempat ini akhirnya jadi rame? Hehe..bercanda.

Suasana

Tempat ini menyediakan WiFi. Selain itu yang penting juga adalah colokan listrik. Ya, tempat ini juga memilikinya yang tersedia di dekat tempat kami duduk.

Dari sudut pandang kami duduk, tempat ini suasananya nyaman dan nenangin. Dari sisi ekonimis, Lady Elisabeth terlihat mahal. Jangan berharap nyari kopi di sini yang murah ala-ala kami seperti biasanya.

Lady Elisabeth juga punya tempat duduk di luar ruangan, apabila boring di dalam bisa duduk di luar saja sambil menikmati suasanana yang terasa teduh dan hijau.

Kami suka tempat ini meski karena satu-satunya pilihan yang nyaman untuk beraktivitas di depan laptop. Jaraknya juga tidak jauh dengan Hotel Harris.

Ini kenapa nulisnya jadi panjang gini! Sudah-sudah, cukup sampai di sini dulu. Kami harus kembali ke hotel karena kerabat kami memanggil. Ada hajatan di malam minggu dan inilah alasan kami mengapa sedang di Malang sekarang.

Jika penasaran tempat ini, kamu bisa cek Instagram-nya di @ladyelisabethbakery.

...

Tak banyak dokumentasi yang bisa kami ambil seperti biasanya mengulas tempat ngopi di Kota Semarang. Kami benar-benar fokus bekerja dan sedang diburu waktu juga. Anggap saja ulasan ini sebagai bonus untuk tempat ini yang memberikan kenyaman kepada kami.

Semoga kelak bisa mampir kembali.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

📱 Dilema Resolusi 5G di Semarang dan Kabar Vakumnya ASUS Smartphone Tahun 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren